Portal Berita Ekonomi Senin, 16 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Peringkat Kemudahan Berbisnis - Singapura (2), Malaysia (12), Thailand (21), China (31), India (63), Vietnam (70), Indonesia (73), Filipina (95)
  • 08:55 WIB. Peringkat Anti Korupsi - Singapura (3), Malaysia (61), India (78), China (87), Indonesia (89), Filipina (99), Thailand (99), Vietnam (117)

Saham Matahari Jadi Top Losers, Mirae Downgrade Target Harga

Saham Matahari Jadi Top Losers, Mirae Downgrade Target Harga - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) sepanjang tahun 2018 laba bersihnya merosot 42,6% menjadi Rp1,09 triliun dari 1,9 triliun di 2017. Penurunan tersebut disebabkan oleh ketatnya persaingan di bisnis retail  di tanah air. Meski, pendapatan bersih perseroan masih mencapai Rp10,2 triliun atau naik 2,2%. 

 

Baca Juga: Miliki Banyak Kompetitor, Pendapatan Matahari Capai Rp10,2 Triliun

 

Sejalan dengan anjloknya laba bersih, harga saham perseroan pun jatuh 1,120 poin atau 22,18% ke posisi Rp4,280 per saham dari Rp5.400 per saham. Bahkan, saham LPPF masuk ke dalam jajaran top losers pada perdagagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

 

Terkait hal tersebut, Mirae Asset Sekuritas Indonesia pun memutuskan untuk menurunkan target saham perusahaan yang tergabung dalam Lippo Group tersebut. Dalam risetnya, Mirrae Asset Sekuritas mengungkapkan pihaknya perseroan tidak akan mengalami SSSG yang lebih baik atau margin yang lebih tinggi di tahun ini. Malah, Matahari dinilai masih akan terganggu dengan adanya penjualan online. 

 

“Kami menurunkan peringkat kami di LPPF menjadi jual, dengan target harga Rp4,900 per saham pada tahun ini,” kata pihak Mirrae dalam risetnya. 

 

Baca Juga: Chakep! Matahari Gandeng Fashion Retailer Asal Italia

 

Sebelumnya, CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari, Richard Gibson, menjelaskan bahwa pada tahun 2018 bisnis perseroan masih tumbuh secara keseluruhan, meskipun terdapat tantangan kompetisi yang meningkat dari retailer lain, baik offline maupun online. 

 

“Strategi inti kami adalah untuk tetap menyediakan fashion berkualitas dengan harga terjangkau untuk target kami pada segmen menengah," imbuh Richard dalam rilis di Jakarta, Senin (04/03/2019).

 

Ia menambahkan, pertumbuhan bisnis online milik Matahari masih dalam kondisi yang kuat dan akan terus diperkuat melalui solusi Omni channel miliknya dan tambahan merek eksklusif baru untuk melayani pelanggan. 

 

Disebutkan pula bahwa lingkungan ritel secara keseluruhan terus berkembang dengan cepat dan adaptasi dengan tren ini tidak hanya dengan penawaran produk baru, tetapi juga dengan memperbaiki tata letak dan format gerai. 

 

"Kami percaya inisiatif ini akan memberikan dasar yang kuat bagi pertumbuhan kami di masa depan untuk tahun-tahun mendatang” sambung Richard.

 

 

Sebagai informasi, saat ini Matahari mengoperasikan 159 gerai di 75 kota di seluruh Indonesia, setelah membuka 4 gerai large format stores baru pada tahun 2018 di Mamuju (Sulawesi), Cilegon (Jawa Barat), Gresik (Jawa Timur) dan Prabumulih (Sumatera Selatan), ditambah dengan 3 specialty stores di Jakarta dan Surabaya (Jawa Timur). "Kami mengantisipasi pembukaan 4-6 gerai di 2019," tutupnya. 

Baca Juga

Tag: PT Matahari Department Store Tbk, Lippo Group, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52