Portal Berita Ekonomi Minggu, 15 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Peringkat Kemudahan Berbisnis - Singapura (2), Malaysia (12), Thailand (21), China (31), India (63), Vietnam (70), Indonesia (73), Filipina (95)
  • 08:55 WIB. Peringkat Anti Korupsi - Singapura (3), Malaysia (61), India (78), China (87), Indonesia (89), Filipina (99), Thailand (99), Vietnam (117)

Ciptakan Hilirisasi Perikanan, PLN Diminta Bangun Cold Storage di KTI, Untuk Apa?

Ciptakan Hilirisasi Perikanan, PLN Diminta Bangun Cold Storage di KTI, Untuk Apa? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Dewan Energi Nasional (DEN) meminta agar PT PLN (Persero) mengembangkan cold storage (gudang berpendingin) di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dalam upaya menciptakan hilirisasi komoditas perikanan laut.

 

Menurut Anggota DEN, Tumiran, fasilitas cold storage harus dibangun di Indonesia bagian timur yang menjadi pusat penghasil ikan laut. "Tetapi masalahnya, listrik belum merata. Maka, harus didorong listrik bertumbuh di sana," katanya, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

 

Tumiran menyarankan, ada upaya pengembangan sumber daya listrik, termasuk mempertimbangkan sumber daya lokal. "Kalau bertenaga batubara sulit, karena distribusinya tidak cocok atau terlalu jauh. Listrik dari biomassa bisa menjadi prioritas," ujar pakar ketenagalistrikan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

 

Baca Juga: Di Mentawai Listrik Beroperasi 24 Jam, Arcandra: Itu Bukti Kemajuan

 

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka mengaku, PLN sudah menyiapkan fasilitas kelistrikan untuk pulau-pulau terluar di Indonesia. Untuk itu, lanjut dia, PLN menggunakan island system, yang hanya berlaku di pulau atau daerah tersebut.

 

"Operasionalisasinya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel ( PLTD ). Karena itu disesuaikan dengan sumber energi yang tersedia apakah dari energi matahari atau tenaga angin. Maka akan menjadi tenaga hybrid sebagai energy mix," paparnya.

 

Sehingga, jelas Made, penyediaan listrik di KTI akan membuka peluang untuk membangun cold storage dan menjadi implementasi juga bagi program pengadaan listrik 35 ribu MW. "Pengadaan cold storage di sentra penangkapan ikan bisa memberi ruang kepada nelayan untuk meningkatkan value dari hasil tangkapan," ucapnya.

 

Baca Juga: Koperasi Perikanan Dinilai Menjadi Kekuatan Ekonomi Nelayan

 

Made menyatakan, PLN akan berupaya meningkatkan pasokan dan ketersediaan listrik untuk operasional cold storage. "Pada 18 Mei 2018. PLN menyediakan listrik untuk floating cold storage pertama di Indonesia milik PT Perikanan Nusantara (Persero) di Pelabuhan Untia, Makassar, Sulawesi Selatan," tutur Made.

 

Sebelumnya, pada Juni 2017 PLN bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), memenuhi kebutuhan tenaga listrik di setiap Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu ( SKPT ). PLN menyediakan listrik di 12 pulau kecil serta kawasan perbatasan.

 

Dia menambahkan, penggunan energi listrik pada colld storage lebih bermanfat dibandingkan dengan menggunakan genset. "Produk perikanan lebih tahan lama dan bisa diolah menjadi fillet, nugget dan bakso," ungkap Made.

 

Baca Juga: Dituding Tak Berpihak ke Nelayan Kecil, Jawaban Susi Begini...

 

Menurut Ketua Umum Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Hasanuddin Yasni, pemanafaatan cold storage dengan energi listrik yang lebih hemat akan mendukung hilirisasi industri perikanan. "Perbandingan penghematan antara menggunakan listrik PLN untuk cold storage dengan genset itu satu berbanding dua," imbuhnya.

 

Sehingga, lanjut dia, penggunaan cold storage akan menunjang pertumbuhan bisnis nelayan setempat sekitar 5-6 persen. Mengutip data ARPI pada Oktober 2017, kapasitas cold storage untuk perikanan mencapai 200 ribu ton atau masih jauh dari kebutuhan nasional yang mencapai 1,7 juta ton.

Baca Juga

Tag: Dewan Energi Nasional (DEN), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), Perikanan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: PLN

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52