Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:01 WIB. IHSG - Akhir sesi II, IHSG ditutup merah 0,45% ke level 6.480,28. 
  • 15:52 WIB. Laba - Wilmar catat perunrunan laba sebesar 13,7% di tahun 2018.
  • 15:49 WIB. Grab - Grab Singapura terima investasi S$275 juta dari Hyundai. 
  • 15:49 WIB. Samsung - Samsung Galaxy A9 segera cicipi Android 9 Pie.
  • 15:48 WIB. Investasi - Hyundai investasi US$300 juta ke platform perjalanan India. 
  • 15:48 WIB. Bukalapak - Bukalapak kini punya kantor R&D di Surabaya.
  • 15:47 WIB. Royole - Pembuat ponsel layar lipat perdana di dunia, Royole kabarnya mau IPO.
  • 15:47 WIB. GOLL - Pendapatan GOLL tahun 2018 turun 57,17%. 
  • 15:46 WIB. NASA - Teknisi NASA sarankan manusia pindah ke bulannya Saturnus.
  • 15:45 WIB. Xiaomi - Xiaomi rilis Black Shark 2.
  • 15:44 WIB. Apple - Apple luncurkan iPad Air baru.
  • 15:42 WIB. Aset - GOLL jual aset kebun di Jambi dengan harga Rp200 miliar. 
  • 15:42 WIB. Ojol - Aturan ojek online disebut tak legalkan motor jadi angkutan umum.
  • 15:41 WIB. PKPU - Dua entitas anak usaha PT Golden Plantation hadapi sidang PKPU. 
  • 15:39 WIB. Akuisisi - PT Pulau Kencana Raya akuisisi 100% saham PT Aneka Tararasa Indonesia dan PT Bahtera Alam Semesta. 

Asaki Klaim Mampu Penuhi Kebutuhan Keramik dalam Negeri

Asaki Klaim Mampu Penuhi Kebutuhan Keramik dalam Negeri - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menegaskan siap memenuhi kebutuhan keramik di dalam negeri yang mencapai 580 juta meter persegi.

Ketua Umum Asaki Edy Susanto mengatakan, beberapa pemain industri keramik lokal sudah mulai meningkatkan kapasitas produksinya kembali. Hal ini seiring mulai diberlakukannya kebijakan safeguard (pengamanan) produk keramik dari serbuan impor pada Oktober 2018 lalu. Safeguard merupakan kebijakan pengamanan produk lokal dari serbuan produk impor.

"Dengan adanya safeguard, beberapa pemain kembali berani meningkatkan kapasitas produksinya. Contohnya, kami dengan kapasitas terpasang 580 juta meter persegi, tahun lalu asumsi kami perkirakan 380 juta meter persegi atau tingkat utilisasinya mencapai 65%. Jadi, masing-masing industri sudah mulai berani untuk menjalankan kembali pabrik-pabriknya," kata Edy kepada Warta Ekonomi di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Edy menambahkan, meskipun belum memiliki data detail, namun kebijakan safeguard dinilai mampu menekan angka impor keramik.

Baca Juga: Penjual Keramik Kena Imbas Tahun Politik

"Kami belum memperolah data pasti dari BPS, tapi yang kami dapat dari lapangan teman-teman industri, angka impor dari China sepertinya menurun cukup tajam," ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, beberapa produk impor keramik dari negara lain seperti India mulai memasuki pasar domestik. Edy mengakui bahwa harga jual produk keramik asal India ini cukup terjangkau, namun dari sisi kualitasnya belum bisa dibuktikan.

"Yang hari ini menjadi perhatian kami adalah produk dari India. Namanya pedagang, begitu mereka tidak bisa lagi beli dari China, mereka ambil dari India. Kami di asosiasi ingin melakuan inspeksi atas produknya. Apakah produk itu memenuhi atau tidak sesuai SNI. Karena kami dengar harga produk India cukup terjangkau, tetapi bagaimana kualitasnya," pungkasnya.

Baca Juga: Punya Protensi Besar, Produk Keramik Indonesia Butuh Perhatian

Tag: Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Industri Pengolahan

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Antaranews.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,813.17 3,774.39
British Pound GBP 1.00 18,984.78 18,789.17
China Yuan CNY 1.00 2,132.21 2,111.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,299.00 14,157.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,159.44 10,051.47
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.58 1,803.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,586.36 10,477.35
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,217.93 16,055.45
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,511.54 3,473.26
Yen Jepang JPY 100.00 12,859.97 12,729.97

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6509.447 48.264 628
2 Agriculture 1510.397 -3.951 21
3 Mining 1869.283 -10.413 47
4 Basic Industry and Chemicals 903.455 9.107 71
5 Miscellanous Industry 1303.633 23.743 46
6 Consumer Goods 2689.007 5.911 51
7 Cons., Property & Real Estate 460.164 4.459 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.850 22.162 72
9 Finance 1245.077 9.833 91
10 Trade & Service 826.820 2.781 155
No Code Prev Close Change %
1 BCAP 147 189 42 28.57
2 MLPT 910 1,135 225 24.73
3 PNSE 610 760 150 24.59
4 GLOB 358 446 88 24.58
5 KDSI 975 1,175 200 20.51
6 OCAP 1,775 2,100 325 18.31
7 INCI 550 645 95 17.27
8 DILD 324 372 48 14.81
9 KBLV 456 520 64 14.04
10 DART 272 306 34 12.50
No Code Prev Close Change %
1 PGLI 294 262 -32 -10.88
2 SHID 4,200 3,770 -430 -10.24
3 ALKA 430 388 -42 -9.77
4 IDPR 840 760 -80 -9.52
5 GAMA 55 50 -5 -9.09
6 STAR 92 84 -8 -8.70
7 BALI 1,330 1,220 -110 -8.27
8 GSMF 119 110 -9 -7.56
9 RELI 230 214 -16 -6.96
10 JAYA 288 268 -20 -6.94
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 398 394 -4 -1.01
2 MYRX 106 105 -1 -0.94
3 LPPF 3,840 4,100 260 6.77
4 BBRI 3,980 4,040 60 1.51
5 JAYA 288 268 -20 -6.94
6 TLKM 3,740 3,830 90 2.41
7 BKSL 110 111 1 0.91
8 ANTM 975 955 -20 -2.05
9 FREN 332 348 16 4.82
10 CSIS 151 164 13 8.61