Portal Berita Ekonomi Selasa, 28 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:42 WIB. Bursa - Indeks Straits Times dibuka negatif 2,87% pada level 3.147.
  • 09:40 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,83% pada level 23.150.
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,37% di awal sesi I.
  • 08:47 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 2,85% pada level 2.182.
  • 08:46 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,3063 USD/GBP.
  • 08:44 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Euro pada level 1,1021 USD/EUR.
  • 08:30 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yen pada level 108,96 JPY/USD.
  • 08:28 WIB. Valas - Rupiah dibuka positif 0,18% terhadap Dollar AS pada level 13.639 IDR/USD.
  • 08:27 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 1,57% pada level 3.243.
  • 08:25 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 1,57% pada level 28.535.
  • 08:24 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 1,89% pada level 9.139.
  • 08:23 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.581 USD/troy ounce.
  • 08:22 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,16 USD/barel.
  • 08:21 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,01 USD/barel.

Dwifungsi ABRI Itu Masa Lalu

Dwifungsi ABRI Itu Masa Lalu - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan dwifungsi ABRI adalah masa lalu dan tidak ada rencana TNI untuk mengaktifkan dwifungsinya.

"Itu (dwifungsi ABRI) sudah ke laut, sudah hilang. Sudah tidak ada lagi dwifungsi ABRI," kata Panglima TNI saat wawancara khusus dengan Antara TV di ruang kerjanya di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (8/3/2019).

Menurut dia, dwifungsi ABRI adalah sejarah masa lalu yang tidak akan lahir kembali dan saat ini TNI lebih profesional.

Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan, penempatan personel TNI di kementerian/lembaga sudah diatur dalam UU N0 34 Tahun 2004 tentang TNI, dimana prajurit TNI aktif bisa menduduki jabatan di 10 kementerian dan lembaga negara.

"Saat ini kenyataannya tidak hanya 10 kementerian dan lembaga, tapi ada 12 kementerian dan lembaga," katanya.

Dia mengatakan ada dua lembaga itu lahir setelah UU TNI lahir dan sudah diduduki oleh TNI aktif, yakni Bakamla dan BNPB.

Baca Juga: Menhan RI: Tidak Ada Lagi Dwifungsi ABRI

"Kedua lembaga itu memerlukan keterlibatan TNI dalam melaksanakan tugas pokoknya," katanya.

Begitu juga pada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang perlu keterlibatan TNI di perbatasan dalam upaya melakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca Juga: Kasus Penghina TNI, Sudirman Said Bilang Lebih Baik Dicek Konteksnya

Dengan adanya perubahan nama lembaga seperti Basarnas yang berubah menjadi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) dan Lemsaneg yang berubah menjadi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), maka perlu dilakukan perbaikan nomenklatur sehingga UU TNI perlu direvisi.

"Tetapi, saat ini ketakutannya begitu tinggi, takut dwifungsi ABRI akan lahir kembali. Tidak seperti itu," tegas mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) ini.

Ia menambahkan, UU TNI perlu disesuaikan agar tidak hanya menjawab tugas pokok TNI, tetapi juga untuk mengakomodir kebutuhan personel TNI di dua lembaga baru itu, yakni Bakamla dan BNPB.

Panglima TNI pun menegaskan, TNI berkomitmen untuk menjaga demokrasi dan tidak ada niatan untuk kembali mengaktifkan dwifungsi ABRI.

"Itu langkah mundur. Saat ini, TNI sudah profesional. Kita akan memberikan kepercayaan kepada masyarakat," tutur Panglima TNI.

Baca Juga

Tag: Tentara Nasional Indonesia (TNI), Panglima TNI, Hadi Tjahjanto, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,656.32 3,619.56
British Pound GBP 1.00 17,913.47 17,729.80
China Yuan CNY 1.00 1,977.29 1,957.47
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,715.24 13,578.77
Dolar Australia AUD 1.00 9,260.53 9,161.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,763.16 1,745.50
Dolar Singapura SGD 1.00 10,098.10 9,993.94
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,112.82 14,961.09
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,359.93 3,324.06
Yen Jepang JPY 100.00 12,589.72 12,461.02
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6133.208 -110.901 675
2 Agriculture 1340.323 -33.345 21
3 Mining 1435.283 -41.883 49
4 Basic Industry and Chemicals 928.567 -43.428 77
5 Miscellanous Industry 1176.233 -37.933 51
6 Consumer Goods 2041.978 -21.111 57
7 Cons., Property & Real Estate 463.802 -9.451 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1073.560 -25.517 76
9 Finance 1366.311 -12.338 92
10 Trade & Service 731.689 -9.459 167
No Code Prev Close Change %
1 PKPK 62 83 21 33.87
2 CSRA 444 550 106 23.87
3 ARTO 3,290 4,000 710 21.58
4 IBFN 312 374 62 19.87
5 BOGA 1,355 1,560 205 15.13
6 GLOB 350 400 50 14.29
7 MYTX 56 64 8 14.29
8 PAMG 145 164 19 13.10
9 LUCK 565 635 70 12.39
10 SIPD 900 995 95 10.56
No Code Prev Close Change %
1 OMRE 1,100 825 -275 -25.00
2 PICO 740 555 -185 -25.00
3 PDES 900 680 -220 -24.44
4 AMIN 356 272 -84 -23.60
5 LPIN 298 234 -64 -21.48
6 TFCO 525 424 -101 -19.24
7 BMSR 110 89 -21 -19.09
8 NASA 560 454 -106 -18.93
9 DMND 1,350 1,095 -255 -18.89
10 REAL 416 338 -78 -18.75
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 825 840 15 1.82
2 MNCN 1,690 1,645 -45 -2.66
3 INAF 925 915 -10 -1.08
4 LUCK 565 635 70 12.39
5 ANTM 785 750 -35 -4.46
6 BBRI 4,740 4,650 -90 -1.90
7 TCPI 7,000 6,500 -500 -7.14
8 BUMI 56 51 -5 -8.93
9 PGAS 1,880 1,815 -65 -3.46
10 JSKY 182 166 -16 -8.79