Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:07 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah-Masgroup bekerja sama biayai perumahan di Bogor.
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,07% ke level 6.484,61 di akhir sesi I. 

Bagai Kaum Nokturnal, Masyarakat Pulau Ini Cuma Nikmati Listrik Malam Hari

Bagai Kaum Nokturnal, Masyarakat Pulau Ini Cuma Nikmati Listrik Malam Hari - Warta Ekonomi
WE Online, Ternate -

Masyarakat di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut) mengharapkan listrik PLN di wilayah itu yang selama ini hanya menyala pada malam hari dapat ditingkatkan menjadi 24 jam.

"Masyarakat di Pulau Obi tidak hanya membutuhkan listrik pada malam hari, tetapi juga pada siang hari, khususnya untuk kegiatan perkantoran dan sekolah serta usaha produktif," kata salah seorang tokoh masyarakat dari Pulau Obi, Bahrudin di Ternate, Minggu (10/3/2019).

Masyarakat di Pulau yang mengembangkan usaha produktif, seperti pembuatan es batu dan fotokopi terpaksa harus menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik pada siang hari, sehingga meningkatkan biaya produksi mereka.

Menurut dia, Pulau Obi saat ini telah menjadi wilayah industri ditandai dengan adanya tiga perusahaan tambang yang mengoperasikan pabrik pengolahan nikel, jadi seharusnya PLN memprioritaskan penyediaan listrik di daerah itu.

Baca Juga: Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Maret 2019

Kalau pun PLN belum bisa meningkatkan pelayanan listrik kepada masyarakat selama 24 jam dengan alasan kapasitas terbatas seharusnya bisa menjaling kerja sama dengan industri pengolahan nikel di Pulau Obi untuk menyalurkan listriknya kepada masyarakat setempat.

Hal lain yang juga diharapkan masyarakat di Pulau Obi kepada PLN, menurut Bahrudin, adalah ketelitian petugas pencatat meteran listrik masyarakat karena selama ini disinyalir petugas pencatat listrik tidak cermat saat mencatat meteran listrik masyarakat.

Hal itu terbukti dari adanya tagihan rekening listrik masyarakat setiap bulan yang tiba-tiba melonjak, padahal pemakaian listrik seperti biasa, bahkan masyarakat sudah melakukan penghematan penggunaan listrik.

Bahrudin mencontohkan, ada masyarakat di Pulau Obi yang tagihan listriknya melonjak dari Rp200ribu lebih per bulan, menjadi Rp450ribu padahal daya listriknya hanya 900 watt dan barang elektronik dalam rumah hanya mesin cuci dan televisi, yang beroperasi pada malam hari.

Pemkab Halmahera Selatan sebelumnya juga telah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas listrik di Pulau Obi serta memperluas jangkauannya di seluruh wilayah di pulau itu untuk mendukung pengembangan Pulau Obi sebagai daerah industri pertambangan dan perikanan.

Baca Juga: Listrik Gratis Jokowi untuk Warga Bekasi

Tag: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), Listrik Prabayar

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,813.97 3,775.19
British Pound GBP 1.00 18,965.88 18,770.50
China Yuan CNY 1.00 2,131.41 2,110.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,302.00 14,160.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,112.94 10,011.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.93 1,803.82
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.62 10,471.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,228.48 16,065.94
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,511.42 3,473.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,814.26 12,685.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6480.276 -29.171 628
2 Agriculture 1503.229 -7.168 21
3 Mining 1873.047 3.764 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.501 -9.954 71
5 Miscellanous Industry 1289.313 -14.320 46
6 Consumer Goods 2662.032 -26.975 51
7 Cons., Property & Real Estate 461.343 1.179 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.299 -11.551 72
9 Finance 1244.347 -0.730 91
10 Trade & Service 829.161 2.341 155
No Code Prev Close Change %
1 MLPT 1,135 1,415 280 24.67
2 ATIC 825 990 165 20.00
3 JSKY 1,045 1,245 200 19.14
4 KPAL 262 312 50 19.08
5 MFMI 730 850 120 16.44
6 HDFA 156 180 24 15.38
7 MINA 720 825 105 14.58
8 TMAS 700 800 100 14.29
9 BALI 1,220 1,385 165 13.52
10 BBLD 442 496 54 12.22
No Code Prev Close Change %
1 INCF 386 290 -96 -24.87
2 JAYA 268 202 -66 -24.63
3 INCI 645 560 -85 -13.18
4 KDSI 1,175 1,025 -150 -12.77
5 BCAP 189 168 -21 -11.11
6 CSAP 640 575 -65 -10.16
7 KBLV 520 470 -50 -9.62
8 MFIN 1,100 995 -105 -9.55
9 AKRA 5,300 4,820 -480 -9.06
10 SAPX 740 675 -65 -8.78
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 268 202 -66 -24.63
2 SIMA 394 396 2 0.51
3 BNLI 980 920 -60 -6.12
4 BMRI 7,100 7,400 300 4.23
5 MYRX 105 103 -2 -1.90
6 LPPF 4,100 4,010 -90 -2.20
7 BBRI 4,040 3,990 -50 -1.24
8 AKRA 5,300 4,820 -480 -9.06
9 KBLI 316 352 36 11.39
10 TLKM 3,830 3,780 -50 -1.31