Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:28 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.489 USD/troy ounce
  • 13:27 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,47 USD/barel
  • 13:25 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 54,16 USD/barel
  • 13:23 WIB. Valas - Dollar melemah 0,11% terhadap Yen pada level 108,37 Yen/USD
  • 13:21 WIB. Valas - Dollar melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2874 USD/Pound
  • 13:19 WIB. Valas - Dollar menguat 0,01% terhadap Euro pada level 1,1124 USD/Euro
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,04% di akhir sesi I.

Bagai Kaum Nokturnal, Masyarakat Pulau Ini Cuma Nikmati Listrik Malam Hari

Bagai Kaum Nokturnal, Masyarakat Pulau Ini Cuma Nikmati Listrik Malam Hari - Warta Ekonomi
WE Online, Ternate -

Masyarakat di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut) mengharapkan listrik PLN di wilayah itu yang selama ini hanya menyala pada malam hari dapat ditingkatkan menjadi 24 jam.

"Masyarakat di Pulau Obi tidak hanya membutuhkan listrik pada malam hari, tetapi juga pada siang hari, khususnya untuk kegiatan perkantoran dan sekolah serta usaha produktif," kata salah seorang tokoh masyarakat dari Pulau Obi, Bahrudin di Ternate, Minggu (10/3/2019).

Masyarakat di Pulau yang mengembangkan usaha produktif, seperti pembuatan es batu dan fotokopi terpaksa harus menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik pada siang hari, sehingga meningkatkan biaya produksi mereka.

Menurut dia, Pulau Obi saat ini telah menjadi wilayah industri ditandai dengan adanya tiga perusahaan tambang yang mengoperasikan pabrik pengolahan nikel, jadi seharusnya PLN memprioritaskan penyediaan listrik di daerah itu.

Baca Juga: Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Maret 2019

Kalau pun PLN belum bisa meningkatkan pelayanan listrik kepada masyarakat selama 24 jam dengan alasan kapasitas terbatas seharusnya bisa menjaling kerja sama dengan industri pengolahan nikel di Pulau Obi untuk menyalurkan listriknya kepada masyarakat setempat.

Hal lain yang juga diharapkan masyarakat di Pulau Obi kepada PLN, menurut Bahrudin, adalah ketelitian petugas pencatat meteran listrik masyarakat karena selama ini disinyalir petugas pencatat listrik tidak cermat saat mencatat meteran listrik masyarakat.

Hal itu terbukti dari adanya tagihan rekening listrik masyarakat setiap bulan yang tiba-tiba melonjak, padahal pemakaian listrik seperti biasa, bahkan masyarakat sudah melakukan penghematan penggunaan listrik.

Bahrudin mencontohkan, ada masyarakat di Pulau Obi yang tagihan listriknya melonjak dari Rp200ribu lebih per bulan, menjadi Rp450ribu padahal daya listriknya hanya 900 watt dan barang elektronik dalam rumah hanya mesin cuci dan televisi, yang beroperasi pada malam hari.

Pemkab Halmahera Selatan sebelumnya juga telah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas listrik di Pulau Obi serta memperluas jangkauannya di seluruh wilayah di pulau itu untuk mendukung pengembangan Pulau Obi sebagai daerah industri pertambangan dan perikanan.

Baca Juga: Listrik Gratis Jokowi untuk Warga Bekasi

Baca Juga

Tag: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), Listrik Prabayar

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Rahmat Saepulloh

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,765.06 3,727.40
British Pound GBP 1.00 18,152.87 17,970.86
China Yuan CNY 1.00 1,993.57 1,972.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,121.25 13,980.75
Dolar Australia AUD 1.00 9,663.17 9,560.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.81 1,782.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,352.82 10,246.06
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,705.65 15,545.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,369.82 3,333.91
Yen Jepang JPY 100.00 13,035.40 12,904.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6225.497 26.510 659
2 Agriculture 1332.891 -2.425 20
3 Mining 1590.141 -0.785 48
4 Basic Industry and Chemicals 925.305 17.446 74
5 Miscellanous Industry 1203.327 2.887 50
6 Consumer Goods 2101.126 -17.473 54
7 Cons., Property & Real Estate 509.572 2.077 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.902 6.189 75
9 Finance 1270.661 9.673 90
10 Trade & Service 809.357 1.928 166
No Code Prev Close Change %
1 MKNT 50 59 9 18.00
2 CASS 545 630 85 15.60
3 ISAT 3,090 3,390 300 9.71
4 AUTO 1,140 1,240 100 8.77
5 ALKA 440 478 38 8.64
6 POOL 1,790 1,940 150 8.38
7 CCSI 282 304 22 7.80
8 TELE 338 364 26 7.69
9 NZIA 1,200 1,290 90 7.50
10 BRPT 935 1,005 70 7.49
No Code Prev Close Change %
1 OPMS 230 189 -41 -17.83
2 LPLI 127 110 -17 -13.39
3 TIRA 254 224 -30 -11.81
4 OKAS 218 194 -24 -11.01
5 JSPT 950 850 -100 -10.53
6 POLU 2,440 2,200 -240 -9.84
7 KRAH 1,150 1,050 -100 -8.70
8 PSDN 165 151 -14 -8.48
9 GLOB 454 420 -34 -7.49
10 IGAR 318 298 -20 -6.29
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 236 236 0 0.00
2 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
3 MNCN 1,325 1,335 10 0.75
4 ABBA 218 214 -4 -1.83
5 MKNT 50 59 9 18.00
6 OPMS 230 189 -41 -17.83
7 KPIG 137 137 0 0.00
8 HMSP 2,200 2,120 -80 -3.64
9 BRPT 935 1,005 70 7.49
10 ISAT 3,090 3,390 300 9.71