Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 01:11 WIB. IPCC - Ekspansi IPCC di luar negeri diharapkan bakal tingkatkan layanan.
  • 01:09 WIB. SMF - SMF gencar menerbitkan surat berharga untuk merealisasi target pembiayaan KPR sebesar Rp10 triliun tahun ini.
  • 01:08 WIB. Mandiri - Bank Mandiri yakin migrasi 50% kartu debit berchip rampung November.
  • 01:06 WIB. MRT - MRT Fase dua segera Groundbreaking.
  • 01:05 WIB. Mandiri - Bank Mandiri menaikkan suku bunga deposito dolar 0,75 Persen.
  • 01:04 WIB. Pertamina - Pertamina & Hiswana Migas berjanji menjaga harga LPG jelang Pemilu.
  • 21:43 WIB. BNI - Kemenkop menunjuk BNI menjadi bank penyalur KPR untuk seluruh pegawainya.
  • 21:40 WIB. EBT - Pertamina, RNI dan PTPN III bersinergi mengembangkan energi baru dan terbarukan.
  • 21:37 WIB. PNM - PNM akan kelola hibah dana kemitraan AP I senilai Rp2 miliar.
  • 21:14 WIB. WSBP - Waskita Beton Precast menargetkan kontrak Rp10,39 triliun tahun ini.
  • 21:13 WIB. WSBP - Mayoritas kontrak baru WSBP tahun ini bakal berasal dari proyek jalan tol.
  • 21:13 WIB. WTON - WIKA Beton optimis mencatatkan pertumbuhan kontrak baru setinggi 17% di 2019.
  • 21:13 WIB. WTON - WIKA Beton optimis bisa mencatat kontrak baru sebesar Rp9 triliun tahun ini.
  • 21:12 WIB. WTON - WIKA Beton menyiapkan Rp428 miliar untuk belanja modal tahun ini.

Bila Jokowi Menang, Gerindra Mau Gabung?

Bila Jokowi Menang, Gerindra Mau Gabung? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Maruarar Sirait merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan, elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih tinggi dibandingkan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Menurutnya, hasil tersebut sangat beralasan, terlebih rekam jejak dalam kompetisi merebut kepercayaan publik, Jokowi disebut masih menjadi selera publik hingga kini.

"Secara fundamental Jokowi memiliki hal-hal yang sangat positif santun tapi tegas, kemudian kinerja terukur cukup baik. Saya katakan tidak ada yang sempurna, sempurna hanya Tuhan. Prosesnya kita tahu kan pak Jokowi itu mengikuti kontestasi politik itu 2 kali wali kota, kemudian gubernur Jakarta, kemudian Pilpres 2014. Jokowi itu selera publik karena dia belum pernah kalah dalam rangka kompetisi merebut kepercayaan publik," katanya di Jakarta, Minggu (10/3/2019).

Lanjutnya, ia mengatakan sementara Prabowo dalam sejarahnya pada 2009 dan 2014 pernah maju mencalonkan diri sebagai Wapres dan Presiden. "Realitanya Pak Prabowo belum mampu merebut kepercayaan rakyat. itu fakta-faktanya, tentu ada kelebihan Pak Prabowo dan ada kekurangannya Pak Jokowi," katanya.

Baca Juga: Beredar Kondom Bergambar Paslon 01, Artinya Jokowi Gagal?

Sambungnya, "Bukan tidak mungkin pandangan saya pribadi sesudah Jokowi menang bisa saja Gerindra masuk kerja sama dalam pemerintahan. Bisa saja itu pandangan saya. Karena dalam data 2003 sampai sekarang memang hanya dua orang yang mempunyai elektabilitas paling tinggi yakni Jokowi dan Prabowo," tukasnya.

Sekedar informasi, dalam survei terhadap 1.426 responden, peneliti menanyakan, 'Seandainya pemilu dilakukan sekarang, siapa pasangan capres dan cawapres yang akan dipilih?'. Hasilnya, 54,9% memilih pasangan Jokowi-Amin. Sementara, pemilih pasangan Prabowo-Sandi sebesar 32,1%. Kemudian, sebanyak 13,0%menyatakan tidak tahu atau merahasiakan pilihannya. Selisih keduanya sekitar 23%, bila pilpres dilakukan saat survei.

Baca Juga: TKN: Pemilih Perempuan Jokowi-Ma'ruf Lebih dari 50%

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Maruarar Sirait, Saiful Mujani Research Center (SMRC)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Setneg-Agus Suparto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,813.17 3,774.39
British Pound GBP 1.00 18,984.78 18,789.17
China Yuan CNY 1.00 2,132.21 2,111.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,299.00 14,157.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,159.44 10,051.47
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.58 1,803.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,586.36 10,477.35
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,217.93 16,055.45
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,511.54 3,473.26
Yen Jepang JPY 100.00 12,859.97 12,729.97

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6480.276 -29.171 628
2 Agriculture 1503.229 -7.168 21
3 Mining 1873.047 3.764 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.501 -9.954 71
5 Miscellanous Industry 1289.313 -14.320 46
6 Consumer Goods 2662.032 -26.975 51
7 Cons., Property & Real Estate 461.343 1.179 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.299 -11.551 72
9 Finance 1244.347 -0.730 91
10 Trade & Service 829.161 2.341 155
No Code Prev Close Change %
1 MLPT 1,135 1,415 280 24.67
2 ATIC 825 990 165 20.00
3 JSKY 1,045 1,245 200 19.14
4 KPAL 262 312 50 19.08
5 MFMI 730 850 120 16.44
6 HDFA 156 180 24 15.38
7 MINA 720 825 105 14.58
8 TMAS 700 800 100 14.29
9 BALI 1,220 1,385 165 13.52
10 BBLD 442 496 54 12.22
No Code Prev Close Change %
1 INCF 386 290 -96 -24.87
2 JAYA 268 202 -66 -24.63
3 INCI 645 560 -85 -13.18
4 KDSI 1,175 1,025 -150 -12.77
5 BCAP 189 168 -21 -11.11
6 CSAP 640 575 -65 -10.16
7 KBLV 520 470 -50 -9.62
8 MFIN 1,100 995 -105 -9.55
9 AKRA 5,300 4,820 -480 -9.06
10 SAPX 740 675 -65 -8.78
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 268 202 -66 -24.63
2 SIMA 394 396 2 0.51
3 BNLI 980 920 -60 -6.12
4 BMRI 7,100 7,400 300 4.23
5 MYRX 105 103 -2 -1.90
6 LPPF 4,100 4,010 -90 -2.20
7 BBRI 4,040 3,990 -50 -1.24
8 AKRA 5,300 4,820 -480 -9.06
9 KBLI 316 352 36 11.39
10 TLKM 3,830 3,780 -50 -1.31