Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:07 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah-Masgroup bekerja sama biayai perumahan di Bogor.
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,07% ke level 6.484,61 di akhir sesi I. 

Lulusan Perdana Akademi Apple Didorong Rebut Pasar Digital, Ini Harapan Pemerintah

Lulusan Perdana Akademi Apple Didorong Rebut Pasar Digital, Ini Harapan Pemerintah - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi penumbuhan pusat inovasi untuk menopang daya saing industri nasional. Langkah strategis ini sesuai penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0 dalam kesiapan memasui era digital.

"Selain meningkatkan kegiatan penelitian dan pengembangan, upaya tersebut juga memacu Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia agar lebih kompeten. Ini merupakan amanat dari Bapak Presiden Joko Widodo," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara The First Apple Developer Academy Graduation Fair di BSD City, Tengerang, Banten, Selasa (12/3/2019).

Menperin memberikan apresiasi pada perusahaan teknologi Apple yang telah merealisasikan komitmen untuk mendirikan Apple Developer Academy di Indonesia. Lokasi yang dibangun di BSD City, yang juga merupakan pertama di Asia dan ketiga di dunia setelah Brasil dan Italia.

"Yang dilakukan Apple Indonesia ini berperan penting pula guna menciptakan produk yang bernilai tambah tinggi," ujarnya.

Bahkan, sejalan dengan kebijakan pemerintah mendorong pengoptimalan Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN), baik itu perangkat keras maupun perangkat lunak.

Baca Juga: Kesenjangan Besar Hadang Pertumbuhan Pasar Digital di Asia Pasifik

Pendirian akademi ini bagian dari proposal Apple untuk memenuhi ketentuan regulasi mengenai TKDN. Dalam proposalnya, Apple Indonesia memilih skema penghitungan TKDN berbasis pada pengembangan inovasi dengan nilai total investasi sebesar US$44 juta dengan jangka waktu tiga tahun, terhitung sejak 2017.

Kesungguhan Apple Indonesia dalam membangun pusat inovasi di Indonesia telah ditunjukkan dengan akan segera diresmikannya dan beroperasinya Apple Developer Academy kedua di Surabaya, dan yang ketiga di Nongsa Digital Park, Batam pada 2019.

Menperin optimistis hadirnya pusat inovasi yang dibangun Apple akan mampu menghasilkan pengembang yang dapat memberikan manfaat di tengah perkembangan era revolusi industri 4.0 di Indonesia. "Para lulusannya ini mempunyai kompetensi yang world class," tegasnya.

Di samping itu, Apple Developer Academy bertujuan menantang dan menginspirasi siswa melalui pendekatan berbagai bidang dalam pengajaran dan pembelajaran. Selain itu, menjadi wadah yang disediakan Apple untuk memberikan siswa mengenai kemampuan dalam membuat ide mereka menjadi aplikasi dan dipasarkan melalui App Store.

"Berdasarkan laporannya, sebanyak 70 perusahaan dari berbagai macam sektor sudah datang ke akademi ini. Mereka menghendaki talenta-talenta di sini segera dipekerjakan, sehingga permintaannya semakin tinggi. Lulusan ini juga didorong menjadi entrepreneur," papar Airlangga.

Baca Juga: OJK-Kemenkominfo Ajak Milenial Jadi Pengusaha Digital

Pada gelombang perdana ini, Apple Developer Academy meluluskan sebanyak 166 siswa yang telah melakukan pelatihan satu tahun dengan fasilitas berteknologi canggih. Mereka telah menghasilkan 33 aplikasi yang sudah ada di App Store. Misalnya, aplikasi tentang donor darah, aplikasi mencari masjid terdekat, aplikasi Artificial Intelligence (AI) untuk cari pekerjaan, dan aplikasi traveling.

Sedangkan, gelombang kedua akan dimulai pada 29 Maret 2019 dengan jumlah siswa sebanyak 200. "Semoga ini menjadi inspirasi bagi perusahaan lainnya dalam membangun ekosistem inovasi," imbuhnya.

Menperin juga menginginkan agar akademi ini melibatkan para penyandang disabilitas. Sebab, di tengah keterbatasan, mereka diyakini bisa berpotensi dalam upaya pengembangan teknologi digital. Apalagi, Indonesia memiliki peluang besar dalam penerapan ekonomi digital.

"Hingga 2030, kita butuh 17 juta orang yang bekerja di bidang ekonomi digital, yang mana 4% akan bekerja di sektor manufaktur dan sisanya di jasa industri terkaitnya. Ini pun momentum kita dalam menikmati masa bonus demografi sampai 2030," terangnya.

Baca Juga: COO Apple: Kami Tidak Ingin Jadi Perusahaan 'Elitis

Potensi lainnya, Indonesia saat ini memiliki 30 juta orang yang menjadi konsumen e-commerce, baik mereka yang menjual maupun membeli produk dengan menggunakan teknologi digital. Bahkan, nilai potensi pasar diproyeksi dapat terus bertumbuh, dari saat ini sebesar US$8 miliar akan menjadi US$20 miliar pada 2022.

"Inilah kesempatan untuk semua lulusan akademi Apple bisa merebut pasar tersebut. Diharapkan, selain dapat meningkatkan pasar domestik, juga dapat memperluas untuk pasar ekspor. Sehingga, semakin banyak lulusan yang mampu mengembangkan aplikasi iOS dan dapat mengembangkan ekonomi berbasis digital, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia," pungkasnya.

Tag: Apple Developer Academy, Digital, Industri 4.0

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: Kemenperin

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,813.97 3,775.19
British Pound GBP 1.00 18,965.88 18,770.50
China Yuan CNY 1.00 2,131.41 2,110.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,302.00 14,160.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,112.94 10,011.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.93 1,803.82
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.62 10,471.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,228.48 16,065.94
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,511.42 3,473.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,814.26 12,685.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6480.276 -29.171 628
2 Agriculture 1503.229 -7.168 21
3 Mining 1873.047 3.764 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.501 -9.954 71
5 Miscellanous Industry 1289.313 -14.320 46
6 Consumer Goods 2662.032 -26.975 51
7 Cons., Property & Real Estate 461.343 1.179 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.299 -11.551 72
9 Finance 1244.347 -0.730 91
10 Trade & Service 829.161 2.341 155
No Code Prev Close Change %
1 MLPT 1,135 1,415 280 24.67
2 ATIC 825 990 165 20.00
3 JSKY 1,045 1,245 200 19.14
4 KPAL 262 312 50 19.08
5 MFMI 730 850 120 16.44
6 HDFA 156 180 24 15.38
7 MINA 720 825 105 14.58
8 TMAS 700 800 100 14.29
9 BALI 1,220 1,385 165 13.52
10 BBLD 442 496 54 12.22
No Code Prev Close Change %
1 INCF 386 290 -96 -24.87
2 JAYA 268 202 -66 -24.63
3 INCI 645 560 -85 -13.18
4 KDSI 1,175 1,025 -150 -12.77
5 BCAP 189 168 -21 -11.11
6 CSAP 640 575 -65 -10.16
7 KBLV 520 470 -50 -9.62
8 MFIN 1,100 995 -105 -9.55
9 AKRA 5,300 4,820 -480 -9.06
10 SAPX 740 675 -65 -8.78
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 268 202 -66 -24.63
2 SIMA 394 396 2 0.51
3 BNLI 980 920 -60 -6.12
4 BMRI 7,100 7,400 300 4.23
5 MYRX 105 103 -2 -1.90
6 LPPF 4,100 4,010 -90 -2.20
7 BBRI 4,040 3,990 -50 -1.24
8 AKRA 5,300 4,820 -480 -9.06
9 KBLI 316 352 36 11.39
10 TLKM 3,830 3,780 -50 -1.31