Portal Berita Ekonomi Selasa, 10 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:10 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,05% pada level 3.147.
  • 23:09 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka negatif 0,14% pada level 27.977.
  • 23:08 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,05% pada level 8.660.
  • 20:11 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Yen pada level 108,49 JPY/USD.
  • 20:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,3152 USD/GBP.
  • 20:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Euro pada level 1,1076 USD/EUR.
  • 20:08 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,66 USD/barel.
  • 20:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,51 USD/barel.
  • 20:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.464 USD/troy ounce.
  • 15:58 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,12% terhadap Dollar AS pada level 7,04 CNY/USD.
  • 15:57 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,20% terhadap Dollar AS pada level Rp.14.010/USD.
  • 15:56 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,37% pada level 3.182.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,08% pada level 2.914.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,01% pada level 26.494.
  • 15:33 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,20% pada level 7.225.

Menperin: Aturan PPnBM Ditargetkan Rampung Semester Pertama 2019

Menperin: Aturan PPnBM Ditargetkan Rampung Semester Pertama 2019 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan aturan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) ditargetkan rampung pada semester pertama 2019. Airlangga di Tangerang, Banten, Selasa, mengatakan kebijakan PPnBM itu nantinya akan dirilis bersamaan dengan aturan skema insentif pajak jumbo super deductible tax.

"Super deductible tax sudah difinalisasi dan rencananya akan dikeluarkan bersamaan dengan PPnBM untuk otomotif," katanya.

Baca Juga: High Class! Yuk Intip Barang Mewah Punya Istri Konglomerat Ini

Airlangga menuturkan kedua aturan itu diharapkan bisa rampung pada semester pertama tahun ini. Saat ini skema pajak untuk barang mewah itu tengah difinalisasi Kementerian Keuangan. "Kami tunggu drafnya. Mudah-mudahan dalam semester ini sudah keluar," katanya.

Dalam skema PPnBM yang baru, menurut Airlangga, tidak lagi dihitung dari kapasitas mesin, namun pada emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor. Semakin rendah emisi, semakin rendah tarif PPnBM kendaraan, dengan skema itu tengah dikonsultasikan oleh pemerintah pada parlemen guna memacu ekspor industri otomotif.

Skema insentif super deductible tax adalah pemberian insentif fiskal berupa keringanan pajak untuk industri yang berinvestasi untuk kegiatan vokasi serta kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D).

Menurut Airlangga, insentif untuk inovasi dibutuhkan agar bisa mendorong daya saing industri. Pemerintah, tambah Ketua Umum Partai Golkar itu, akan berlaku adil dengan memberikan insentif super deductible tax untuk investor yang telah menanamkan modal. Sedangkan investor baru bisa menikmati insentif tax holiday atau pembebasan pajak.

"Mereka yang sudah investasi bisa diberikan insentif untuk vokasi maupun R&D," katanya.

Baca Juga

Tag: Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM), Airlangga Hartarto

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Yosi Winosa

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,757.83 3,720.04
British Pound GBP 1.00 18,524.17 18,338.46
China Yuan CNY 1.00 2,004.08 1,983.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,091.11 13,950.90
Dolar Australia AUD 1.00 9,631.27 9,528.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,799.88 1,781.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,358.83 10,255.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,580.54 15,421.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.85 3,349.56
Yen Jepang JPY 100.00 12,976.43 12,843.77

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6193.791 6.923 667
2 Agriculture 1443.038 8.692 20
3 Mining 1476.026 1.626 50
4 Basic Industry and Chemicals 977.472 -2.356 76
5 Miscellanous Industry 1189.164 -11.910 50
6 Consumer Goods 2061.454 6.260 56
7 Cons., Property & Real Estate 518.354 8.147 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1126.422 -11.329 76
9 Finance 1301.830 3.637 90
10 Trade & Service 768.878 2.683 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 170 228 58 34.12
2 MSKY 1,250 1,560 310 24.80
3 PICO 3,500 4,310 810 23.14
4 PDES 615 735 120 19.51
5 ARKA 1,785 2,060 275 15.41
6 PCAR 1,995 2,290 295 14.79
7 POLY 60 68 8 13.33
8 BKSW 135 151 16 11.85
9 BKSL 68 76 8 11.76
10 TALF 262 292 30 11.45
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 160 120 -40 -25.00
2 MAMI 246 185 -61 -24.80
3 DEAL 210 158 -52 -24.76
4 BIPP 65 50 -15 -23.08
5 PAMG 62 50 -12 -19.35
6 KARW 79 64 -15 -18.99
7 FORZ 59 50 -9 -15.25
8 SHID 2,950 2,500 -450 -15.25
9 NIKL 428 364 -64 -14.95
10 ESIP 370 318 -52 -14.05
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,395 1,505 110 7.89
2 IPTV 525 525 0 0.00
3 TOWR 745 735 -10 -1.34
4 TCPI 5,700 5,500 -200 -3.51
5 BKSL 68 76 8 11.76
6 WSKT 1,420 1,470 50 3.52
7 TLKM 4,100 4,070 -30 -0.73
8 PSAB 240 220 -20 -8.33
9 PPRO 67 74 7 10.45
10 ESIP 370 318 -52 -14.05