Portal Berita Ekonomi Selasa, 28 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,88 USD/barel.
  • 16:59 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,25% terhadap Poundsterling pada level 1,3025 USD/GBP.
  • 16:48 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Euro pada level 1,1015 USD/EUR.
  • 16:45 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,21% terhadap Dollar AS pada level 13.644 IDR/USD.
  • 16:37 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Yen pada level 108,81 JPY/USD.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,02% pada level 7.413.
  • 16:30 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,84% pada level 3.180.
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,36% di akhir sesi II.
  • 15:59 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,55% pada level 23.215.
  • 15:47 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 3,09% pada level 2.176.

Lebih Baik Kenakan Cukai Ketimbang Longgarkan PPnBM

Lebih Baik Kenakan Cukai Ketimbang Longgarkan PPnBM - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai pengenaan cukai lebih tepat dibandingkan pemberian insentif atau kelonggaran Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) atas kendaraan listrik atau kendaraan bermotor yang rendah emisi karbon.

"Menurut hemat kami cukai atas kendaraan bermotor yang menghasilkan emisi karbon lebih sesuai dengan teori, mudah diadministrasikan, dan tepat sasaran, dibanding pemberian insentif berupa pengenaan PPnBM lebih rendah terhadap kendaraan dengan emisi karbon rendah atau ramah lingkungan," ujar Yustinus dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Baca Juga: Samsat Jakbar Buru Orang Kaya yang Ogah Bayar Pajak Mobil Mewah


Menurut Yustinus, skema yang tepat untuk mengurangi emisi karbon yang ditimbulkan kendaraan bermotor adalah dengan mengenakan cukai atas kendaraan bermotor. Cukai adalah "Pigouvian Tax" atau pajak untuk mengurangi eksternalitas negatif. Ia adalah instrumen yang tepat karena karakteristik objek cukai antara lain konsumsinya harus dibatasi atau dikendalikan dan memiliki dampak negatif.

"Beberapa negara telah mengenakan cukai atas emisi karbon. Skemanya, semakin rendah emisi karbon maka cukai semakin rendah dan sebaliknya. Pengenaan cukai atas emisi karbon ini sering disebut 'double dividend' karena selain mendatangkan tambahan penerimaan negara, juga mendorong kelestarian lingkungan," kata Yustinus.

Instrumen lain yang dapat digunakan adalah PPnBM. PPnBM diatur dalam UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan bertujuan mengatur konsumsi atas barang yang bersifat mewah demi memenuhi rasa keadilan masyarakat, berbeda dengan cukai yang mengatur eksternalitas negatif.

Pengelompokan barang-barang yang dikenai PPnBM terutama didasarkan pada tingkat kemampuan golongan masyarakat yang mempergunakan barang tersebut, di samping didasarkan pada nilai gunanya bagi masyarakat pada umumnya.

"Tarif tinggi dikenakan terhadap barang yang hanya dapat dikonsumsi masyarakat berpenghasilan tinggi," ujarnya.

Yustinus mengatakan, pada prinsipnya ide memberikan insentif terhadap setiap upaya pengurangan emisi karbon telah menjadi tren global dan dipraktikkan banyak negara maju. Hal ini juga sejalan dengan upaya menjaga lingkungan hidup, mengantisipasi dampak perubahan iklim, dan menciptakan lingkungan yang berdaya lanjut bagi ekosistem. Rencana Pemerintah untuk mengatur ini patut diapresiasi.

Dalam praktiknya, terdapat beberapa alternatif skema insentif yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, disesuaikan dengan konteks tiap negara, tantangan fiskal, dan ketersediaan regulasi.

"Para prinsipnya insentif yang ada harus dapat mendorong industri yang ramah lingkungan dan menjadi disinsentif bagi industri atau praktik yang menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan," ujar Yustinus.

Baca Juga

Tag: Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Unsplash/Takahiro Taguchi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,656.32 3,619.56
British Pound GBP 1.00 17,913.47 17,729.80
China Yuan CNY 1.00 1,977.29 1,957.47
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,715.24 13,578.77
Dolar Australia AUD 1.00 9,260.53 9,161.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,763.16 1,745.50
Dolar Singapura SGD 1.00 10,098.10 9,993.94
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,112.82 14,961.09
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,359.93 3,324.06
Yen Jepang JPY 100.00 12,589.72 12,461.02
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6111.184 -22.024 675
2 Agriculture 1342.102 1.779 21
3 Mining 1445.408 10.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 913.079 -15.488 77
5 Miscellanous Industry 1185.978 9.745 51
6 Consumer Goods 2036.313 -5.665 57
7 Cons., Property & Real Estate 467.626 3.824 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1067.972 -5.588 76
9 Finance 1357.820 -8.491 92
10 Trade & Service 732.723 1.034 167
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 89 115 26 29.21
2 AMIN 272 340 68 25.00
3 PDES 680 850 170 25.00
4 PICO 555 685 130 23.42
5 ASBI 212 260 48 22.64
6 INPP 860 1,030 170 19.77
7 LUCK 635 720 85 13.39
8 LPLI 89 100 11 12.36
9 TURI 905 1,005 100 11.05
10 KAYU 74 82 8 10.81
No Code Prev Close Change %
1 ERTX 144 95 -49 -34.03
2 YULE 220 166 -54 -24.55
3 DNAR 262 198 -64 -24.43
4 HITS 675 540 -135 -20.00
5 MTSM 206 166 -40 -19.42
6 GHON 1,225 1,000 -225 -18.37
7 BRAM 8,600 7,025 -1,575 -18.31
8 PKPK 83 68 -15 -18.07
9 ARTO 4,000 3,310 -690 -17.25
10 TAMU 300 250 -50 -16.67
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 840 850 10 1.19
2 LUCK 635 720 85 13.39
3 BBRI 4,650 4,620 -30 -0.65
4 BBCA 34,200 33,950 -250 -0.73
5 ADRO 1,295 1,325 30 2.32
6 TCPI 6,500 6,325 -175 -2.69
7 TLKM 3,840 3,830 -10 -0.26
8 PGAS 1,815 1,810 -5 -0.28
9 MNCN 1,645 1,605 -40 -2.43
10 BMRI 7,725 7,750 25 0.32