Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:53 WIB. Ekspor - Tiga tahun terakhir penjualan CPO dan palm kernel Kapuas Hulu mencapai Rp2,49 triliun.
  • 16:52 WIB. Migas - Legislator menilai data eksplorasi migas di Indonesia masih lemah.
  • 16:51 WIB. Otomotif - Nissan Motor Indonesia kembali menyasar potensi pasar otomotif di Makassar.
  • 16:51 WIB. Inflasi - BI Maluku melakukan safari rapat dalam mengendalikan inflasi.
  • 16:50 WIB. Bisnis - Pakar ekonomi bilang dua pertiga dari kekayaan orang terkaya RI diperoleh dari bisnis kroni.
  • 16:49 WIB. Tol - Pengerjaan fisik ruas jalan tol Manado-Bitung seksi IIA mencapai 80,21 persen.
  • 16:48 WIB. BP2JK - Kementerian PUPR membentuk BP2JK di 34 provinsi menggantikan ULP.
  • 16:37 WIB. Toyota - Toyota tertarik ekspor SUV dan mobil hibrida ke Australia.

Kemendag Dorong Kayu Olahan Indonesia Kuasai Pasar Global

Kemendag Dorong Kayu Olahan Indonesia Kuasai Pasar Global - Warta Ekonomi
WE Online, Ho Chi Minh City -

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) secara konsisten berupaya memacu kinerja ekspor Indonesia. Salah satunya dengan memaksimalkan produk potensial Indonesia yaitu hasil olahan kayu ringan seperti jenis sengon dan jabon melalui kegiatan pertukaran informasi dalam ajang Business Support Organization (BSO) Exchange dan Business To Business (B2B) Matchmaking di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 5-10 Maret 2019.

Direktur Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda, mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pemain ekspor utama dalam produk kayu ringan dari jenis sengon dan jabon yang inovatif ke pasar global.

"Melalui kegiatan ini, kami berupaya dan berkomitmen memfasilitasi para pelaku usaha kayu ringan agar dapat memperluas pasar ekspornya, khususnya ke Vietnam. Mengingat, meningkatnya kebutuhan Vietnam akan kayu ringan sebagai bahan baku industri furnitur dan pangsa ekspor kita yang masih relatif kecil ke negara ini,” ujar Arlinda dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Baca Juga: Tingkatkan Ekspor Indonesia, Kemendag Terbitkan Aturan Baru

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Indonesia Light Wood Association (ILWA) dan Swiss Import Promotion Programme (SIPPO) Indonesia. Kegiatan ini terdiri atas beberapa rangkaian di antaranya kunjungan ke pameran Vietnam International Furniture & Home Accesories (VIFA). Pada ajang VIFA kali ini, Indonesia diwakili oleh lima perusahaan furnitur. VIFA merupakan pameran furnitur terbesar di Vietnam yang diikuti sekitar 400 peserta dan dikunjungi sekitar 15 ribu orang dari berbagai negara.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan, menambahkan, selama ini nilai tambah produk kayu ringan asal Indonesia masih didominasi China dan hanya sedikit yang yang diolah di Indonesia. Sebagian besar produk kayu ringan Indonesia diekspor ke China dalam bentuk setengah jadi. Setelah diolah, China mengekspor kembali produk kayu ringan ini ke negara lain seperti Amerika Serikat, dan negara-negara di kawasan Eropa, serta Vietnam.

“Kegiatan ini diperkirakan akan memberikan nilai tambah bagi sektor kayu ringan Indonesia untuk pasar produk inovasi kayu ringan sehingga dapat dinikmati para pelaku usaha kita,” tegas Marolop.

Di sela kegiatan tersebut telah dilakukan penandatanganan nota kerja sama (MoU) antara perusahaan Indonesia dengan HAWA dan BIFA. Sebanyak tujuh perusahaan eksportir kayu ringan Indonesia menandatangani MoU dengan 15 perusahaan anggota asosiasi tersebut. Diharapkan perusahaan Indonesia dapat memaksimalkan MoU ini, khususnya dalam memperkenalkan kayu ringan asli Indonesia sebagai pengganti bahan baku furnitur dan konstruksi yang selama ini memanfaatkan limbah kayu dari Chile dan Brasil. Dari pertemuan tersebut telah membuahkan percobaan pesanan sebesar US$5 juta.

Baca Juga: Perhutani Kenalkan Pembelian Kayu Gelondong Lewat Daring

Asal tahu saja, berdasarkan data UN Comtrade, pada tahun 2017 nilai ekspor kayu ringan Indonesia ke China sebesar US$244,46 juta, sementara nilai ekspor China ke Vietnam sebesar US$181,31 juta. Pada tahun tersebut, nilai ekspor kayu ringan Indonesia ke Vietnam hanya sebesar US$10,48 juta sehingga Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar untuk meningkatkan ekspor produk kayu ringan ke Vietnam.

Sementara itu, Konsulat Jenderal RI di Ho Chi Minh City, Hanif Salim, menyampaikan, pihak ILWA
optimis dapat merebut pangsa ekspor dari China ke Vietnam, sekaligus mengembalikan kejayaan industri kayu Indonesia yang menurun beberapa tahun belakang ini.

“Kemendag bersama perwakilan RI di Vietnam akan terus mengawal peningkatan ekspor produk kayu ringan Indonesia ke Vietnam,” terang Hanif.

Pihak Vietnam menyambut baik kerja sama dengan ILWA dan telah sepakat mengirimkan buyer
anggota asosiasi pada acara Indonesian Lightwood Cooperation Forum (ILCF) pada November tahun ini. ILCF adalah acara tahunan yang diinisasi oleh Kemendag dan SIPPO Indonesia dan akan digelar setelah ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 selesai. Sehingga buyer Vietnam yang akan menghadiri TEI juga dapat mengunjungi kegiatan ILCF. Saat ini, sebanyak 20 buyer berminat hadir pada acara tersebut dan akan difasilitasi KJRI Ho Chi Minh City dan Atase Perdagangan Hanoi.

Tag: Indonesia Light Wood Association (ILWA), Ekspor, Kementerian Perdagangan (Kemendag)

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Cifor.org

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,779.27 3,741.20
British Pound GBP 1.00 18,745.21 18,551.79
China Yuan CNY 1.00 2,120.12 2,098.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,173.00 14,031.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,153.54 10,049.00
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,806.03 1,787.91
Dolar Singapura SGD 1.00 10,529.72 10,420.35
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,206.83 16,037.43
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,493.47 3,455.06
Yen Jepang JPY 100.00 12,815.81 12,683.96

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.776 19.066 629
2 Agriculture 1481.617 -16.726 21
3 Mining 1884.733 2.495 47
4 Basic Industry and Chemicals 915.611 21.878 71
5 Miscellanous Industry 1284.362 -1.211 46
6 Consumer Goods 2659.055 -8.500 52
7 Cons., Property & Real Estate 466.708 6.035 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.975 0.327 72
9 Finance 1250.875 2.809 91
10 Trade & Service 827.602 -0.578 155
No Code Prev Close Change %
1 CAKK 216 270 54 25.00
2 COCO 336 420 84 25.00
3 STAR 88 106 18 20.45
4 GAMA 52 62 10 19.23
5 BACA 266 304 38 14.29
6 INPP 735 840 105 14.29
7 DART 300 336 36 12.00
8 SKBM 412 460 48 11.65
9 VRNA 125 137 12 9.60
10 YULE 183 200 17 9.29
No Code Prev Close Change %
1 ECII 1,100 825 -275 -25.00
2 SIMA 298 224 -74 -24.83
3 PNSE 760 575 -185 -24.34
4 TGKA 3,660 3,010 -650 -17.76
5 GLOB 416 352 -64 -15.38
6 PUDP 424 370 -54 -12.74
7 ITMA 765 700 -65 -8.50
8 MINA 870 800 -70 -8.05
9 BBLD 496 458 -38 -7.66
10 TFCO 680 630 -50 -7.35
No Code Prev Close Change %
1 HOME 100 102 2 2.00
2 NUSA 101 101 0 0.00
3 MNCN 825 795 -30 -3.64
4 PWON 685 705 20 2.92
5 FREN 324 308 -16 -4.94
6 STAR 88 106 18 20.45
7 CTRA 930 975 45 4.84
8 BBTN 2,390 2,520 130 5.44
9 BMRI 7,450 7,500 50 0.67
10 UNTR 27,825 27,800 -25 -0.09