Portal Berita Ekonomi Selasa, 16 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:54 WIB. Pilpres -  Amien Rais: Demokrasi tanpa oposisi adalah bodong.
  • 23:22 WIB. Milan - Huawei Technologies akan investasi di Italia senilai US$3,1 miliar, tapi menuntut kebijakan yang fair.
  • 23:04 WIB. Menag - Jokowi  menetapkan Menag sebagai Amirul Hajj   ibadah haji 1440 H/2019 M.
  • 22:37 WIB. Purwakarta - Pemkab Purwakarta akan beri sanksi PNS yang masih pakai LPG 3 kg.
  • 20:03 WIB. Kota kreatif - Bekraf ingin mendirikan Bekraf Creative District (BCD) untuk meningkatkan bisnis kreatif.
  • 19:04 WIB. Global bond - PLN menerbitkan global bond US$ 1,4 miliar.

Fraud Transportasi Online, Gimana Cara Tepat Memeranginya?

Fraud Transportasi Online, Gimana Cara Tepat Memeranginya? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Fraud atau penipuan tersebar di beberapa sektor bisnis Asia Tenggara, termasuk bisnis ride hailing di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), meminta para pelaku di sektor ride hailing untuk memerangi praktik kecurangan secara bersama-sama.

Dari hasil studi lapangan yang dilakukan oleh Kepala Sub-Direktorat Penyidikan Kemenkominfo, Teguh Arifiyadi, setidaknya tujuh dari sembilan pengemudi transportasi online menggunakan GPS palsu. Hal itu merupakan salah satu bentuk kecurangan terhadap sistem yang disediakan oleh platform, seperti Grab dan Go-Jek.

"Kalau dari segi bisnis, boleh berkompetisi (antarplatform). Namun, kalau bicara menghadapi fraud, platform-platform harus bekerja sama. Harus saling bertukar data untuk memerangi itu. Kalau perlu bisa menghasilkan sistem yang lebih besar untuk berbagai platform," jelas Teguh kepada Warta Ekonomi, Rabu (13/3/2019), di Restoran Gyan, Jakarta.

Menurut survei Indef, 61% dari pengemudi transportasi daring mengetahui para rekannya melakukan kecurangan. Tak hanya itu, 80% pengemudi juga kerap menerima pesanan fiktif dalam seminggu, 1/3 dari mereka bahkan mengalaminya setiap hari. Tipe penipuan yang terjadi beragam.

Pada kesempatan yang sama, Head of User Trust at Grab, Wui Ngiap Foo berujar, "Tipe penipuan yang paling banyak terjadi di GPS palsu, transaksi palsu, dan modifikasi aplikasi. Namun, saya tak bisa berikan rincian angka dari masing-masing jenisnya."

Baca Juga: Minimalisir Fraud, Akulaku Giatkan Literasi Keuangan

Untuk memerangi deretan jenis penipuan itu, berbagai hal dilakukan oleh penyedia platform. Sebab, Teguh berujar, berdasarkan regulasi yang berlaku (UU ITE), penyelenggara sistem elektronik wajib memastikan platformnya aman, andal, dan bertanggung jawab.

"Sistem kami mendeteksi lebih dari 80% pesanan fiktif berada di area dan waktu tertentu, hal itu membuat kami yakin kalau penipuan-penipuan tersebut dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk membawa pesanan fiktir ke platform kami," ujar VP of Corporate Communications Go-Jek, Michael Say, dikutip dari SCMP.

Teguh selaku pihak regulator menilai regulasi yang ada saat ini sudah cukup menjangkau tindak pidana terhadap penipuan di sektor transportasi online. Yang diperlukan selanjutnya, penegakkan aparat hukum dan langkah dari penyedia platform untuk memperbaiki sistem mereka agar tidak mudah diretas untuk keperluan kecurangan.

Ia mengatakan, "Yang pasti harus ada perbaikan, tidak hanya proses hukum. Kalau proses hukum dijalankan terhadap mitra itu juga baik, tetapi langkah selanjutnya pun penting."

Rancangan Undang-Undang (RUU) Data Pribadi yang saat ini masih dibahas di tahap kementerian juga diharapkan dapat menjadi solusi dari masalah penipuan transportasi online. Teguh juga berharap RUU itu dapat dirampungkan tahun ini.

Baca Juga: Seberapa Besar Kesadaran Keamanan Pengguna Transportasi Online?

Tag: Fraud, Transportasi Online

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Tanayastri Dini Isna

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,743.60 3,706.17
British Pound GBP 1.00 17,637.05 17,459.79
China Yuan CNY 1.00 2,044.35 2,023.97
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,040.00 13,900.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,871.52 9,771.70
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,793.70 1,775.75
Dolar Singapura SGD 1.00 10,341.02 10,237.15
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,821.68 15,658.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,418.55 3,381.17
Yen Jepang JPY 100.00 12,992.78 12,859.65

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6418.234 44.889 652
2 Agriculture 1366.222 -11.897 21
3 Mining 1629.732 -4.036 49
4 Basic Industry and Chemicals 807.835 9.666 72
5 Miscellanous Industry 1305.363 -4.209 49
6 Consumer Goods 2347.279 8.182 53
7 Cons., Property & Real Estate 499.532 4.688 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1240.428 20.008 74
9 Finance 1332.144 11.443 91
10 Trade & Service 818.752 2.912 163
No Code Prev Close Change %
1 BLUE 500 625 125 25.00
2 ARKA 550 685 135 24.55
3 ASBI 310 386 76 24.52
4 AKSI 266 320 54 20.30
5 KJEN 1,415 1,585 170 12.01
6 IBFN 212 232 20 9.43
7 ABBA 160 174 14 8.75
8 MBTO 126 137 11 8.73
9 POLL 1,200 1,300 100 8.33
10 BPII 7,050 7,600 550 7.80
No Code Prev Close Change %
1 INCF 125 82 -43 -34.40
2 POSA 570 428 -142 -24.91
3 TFCO 690 540 -150 -21.74
4 BIPP 85 70 -15 -17.65
5 FIRE 3,370 2,890 -480 -14.24
6 HDFA 169 150 -19 -11.24
7 YULE 200 180 -20 -10.00
8 GSMF 110 99 -11 -10.00
9 TRIM 159 145 -14 -8.81
10 LPLI 139 127 -12 -8.63
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 340 0 0.00
2 IPTV 230 242 12 5.22
3 MNCN 1,405 1,450 45 3.20
4 POSA 570 428 -142 -24.91
5 ANTM 845 880 35 4.14
6 ABBA 160 174 14 8.75
7 BBRI 4,510 4,530 20 0.44
8 WSKT 2,040 2,150 110 5.39
9 INCF 125 82 -43 -34.40
10 MAMI 95 94 -1 -1.05