Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:07 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah-Masgroup bekerja sama biayai perumahan di Bogor.
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,07% ke level 6.484,61 di akhir sesi I. 

Theresa May Kalah, Indonesia Menang Banyak

Theresa May Kalah, Indonesia Menang Banyak - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Theresa May, Perdana Menteri Inggris kembali menelan pil pahit setelah mendapat penolakan dari parlemen tentang proposal kesepakatan Brexit. Ini menjadi kedua kalinya parlemen menolak kesepakatan Brexit yang diajukan May. 

 

Penolakan tersebut dinilai Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudistira memberikan berkah yang melimpah bagi Indonesia khususnya pasar modal. Pasalnya, dengan kondisi brexit yang belum pasti, akan membuat investor asing mengalikan dananya dari Eropa ke negara-negara berkembang. Dimana, Indonesia menjadi salah satunya negara berkembang yang diincar oleh investor asing dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih stabil di angka 5%. 

 

“Imbas dari belum disepakatinya proposal brexit membuat investor mencari aset beresiko di negara berkembang. Ini untungkan Indonesia sebagai negara berkembang yang posisinya paling prosepktif,” katanya, saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (13/3/2019). 

 

Baca Juga: Brexit Balaskan Dendam Dolar AS ke Rupiah

 

Bhima bahkan menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali meroket ke level tertingginya dikisaran 6.500 karena adanya aliran dana asing tersebut. Namun itu bukan hanya karena brexit tapi juga ada faktor lain yang akan mendorong IHSG.

 

“IHSG kemungkinan naik ke 6.500 kembali ke titik tertinggi. Selain brexit ada pula efek dari slowdown di China, resesi di Italia dan Jepang, instabilitas geopolitik di AS, Venezuela dan Iran,” jelasnya. 

 

Baca Juga: PM Inggris Minta Dukungan Pemimpin Uni Eropa Soal Brexit

 

Namun, Ia menuturkan bahwa musim bagi-bagi dividen di bulan Maret dan April bisa membuat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat melemah. Karena disaat itu, lanjut Bhima, emiten-emiten membutuhkan valas dalam jumlah yang besar untuk menyalurkan dividen kepada para investor asing. 

 

“Dengan kebutuhan valas besar maka permintaan rupiah turun. Itu bisa melemahkan Rupiah,” ucapnya. 

 

Baca Juga: Theresa May Lolos Mosi Tidak Percaya, Brexit Jalan Terus

 

Sebagai informasi, setelah menolak proposal Theresa May, anggota parlemen dijadwalkan untuk melakukan pengambilan suara lagi pada Rabu (13/3/2019) waktu Inggris untuk memilih apakah Inggris harus keluar dari blok perdagangan terbesar di dunia tanpa kesepakatan sebelum KTT Uni Eropa yang akan diselenggarakan pada 21-22 Maret 2019. Adapun, perbandingan suara kesepakatan Brexit kali ini berbeda sangat jauh dengan hanya 242 suara yang setuju dengan proposal dan sebanyak 391 suara menolak proposal baru yang diajukan Theresa May.

Tag: British Exit (Brexit), Theresa Mary May, Investor Asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,813.97 3,775.19
British Pound GBP 1.00 18,965.88 18,770.50
China Yuan CNY 1.00 2,131.41 2,110.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,302.00 14,160.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,112.94 10,011.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.93 1,803.82
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.62 10,471.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,228.48 16,065.94
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,511.42 3,473.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,814.26 12,685.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6480.276 -29.171 628
2 Agriculture 1503.229 -7.168 21
3 Mining 1873.047 3.764 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.501 -9.954 71
5 Miscellanous Industry 1289.313 -14.320 46
6 Consumer Goods 2662.032 -26.975 51
7 Cons., Property & Real Estate 461.343 1.179 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.299 -11.551 72
9 Finance 1244.347 -0.730 91
10 Trade & Service 829.161 2.341 155
No Code Prev Close Change %
1 MLPT 1,135 1,415 280 24.67
2 ATIC 825 990 165 20.00
3 JSKY 1,045 1,245 200 19.14
4 KPAL 262 312 50 19.08
5 MFMI 730 850 120 16.44
6 HDFA 156 180 24 15.38
7 MINA 720 825 105 14.58
8 TMAS 700 800 100 14.29
9 BALI 1,220 1,385 165 13.52
10 BBLD 442 496 54 12.22
No Code Prev Close Change %
1 INCF 386 290 -96 -24.87
2 JAYA 268 202 -66 -24.63
3 INCI 645 560 -85 -13.18
4 KDSI 1,175 1,025 -150 -12.77
5 BCAP 189 168 -21 -11.11
6 CSAP 640 575 -65 -10.16
7 KBLV 520 470 -50 -9.62
8 MFIN 1,100 995 -105 -9.55
9 AKRA 5,300 4,820 -480 -9.06
10 SAPX 740 675 -65 -8.78
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 268 202 -66 -24.63
2 SIMA 394 396 2 0.51
3 BNLI 980 920 -60 -6.12
4 BMRI 7,100 7,400 300 4.23
5 MYRX 105 103 -2 -1.90
6 LPPF 4,100 4,010 -90 -2.20
7 BBRI 4,040 3,990 -50 -1.24
8 AKRA 5,300 4,820 -480 -9.06
9 KBLI 316 352 36 11.39
10 TLKM 3,830 3,780 -50 -1.31