Portal Berita Ekonomi Senin, 21 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,06% pada level 23.950.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,95% pada level 2.389.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,18% pada level 23.360.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,63% pada level 3.316.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,59% pada level 2.483.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 3,08% pada level 5.822.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yuan pada level 6,77 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,24% terhadap Dollar AS pada level 14.700 IDR/USD.

Enggar Fokus Genjot Peningkatan Nilai Perdagangan, Ini Caranya

Enggar Fokus Genjot Peningkatan Nilai Perdagangan, Ini Caranya
WE Online, Jakarta -

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) siap menghadapi berbagai tantangan global dan domestik yang akan memengaruhi kinerja perdagangan saat ini. Untuk itu, pihaknya akan meningkatkan perdagangan yang bernilai tambah dan berdaya saing di tingkat global guna mencapai target kinerja sektor perdagangan di 2019.

"Target kinerja sektor perdagangan tahun ini, yaitu menjaga tingkat inflasi pada angka 3,5%, meningkatkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5%, dan membangun atau merevitalisasi 1.037 pasar rakyat," kata Enggar sapaan akrabnya di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Enggar mengatakan, agar dapat unggul dan berdaya saing di kancah global, pihaknya telah melakukan  berbagai upaya yang telah dijalankan selama ini dalam mewujudkan peningkatan nilai tambah dan daya saing perdagangan Indonesia, yaitu dengan optimalisasi distribusi perdagangan, optimalisasi peran ekonomi digital, dan pengembangan perdagangan luar negeri terpadu.

Baca Juga: Kemendag Klaim Omzet Pasar yang Direvitalisasi Naik 20%

Untuk optimalisasi distribusi perdagangan dilakukan dengan membangun atau merevitalisasi 5.000 pasar rakyat secara fisik maupun nonfisik, memanfaatkan gerai maritim untuk menurunkan disparitas harga dan dapat menjangkau daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan perbatasan, serta menjadikan sistem resi gudang menjadi bagian dari upaya stabilisasi harga bahan pokok dan mendorong kinerja ekspor komoditas.

Sementara untuk optimalisasi peran ekonomi digital dilakukan dengan mendorong peningkatan produk UMKM Indonesia memasuki laman pemasaran (marketplace) lokal. Pertumbuhan nilai transaksi perdagangan elektronik Indonesia tumbuh 49% per tahun pada periode 2015-2018 dan nilainya mencapai US$27 miliar pada 2018.

Diprediksi nilainya akan menjadi US$130 miliar pada 2020 dengan jumlah pembeli mencapai 65 juta orang. Sementara berdasarkan survei idEA, baru sekitar 16% UMKM memanfaatkan niaga elektronik (e-commerce).

"Daya saing digital Indonesia masih perlu ditingkatkan. produk UMKM Indonesia harus menjadi tuan rumah di platform niaga elektronik lokal," tegas Enggar.

Sementara pengembangan perdagangan luar negeri terpadu akan berkontribusi pada peningkatan partisipasi Indonesia dalam rantai nilai global (global value chain/GVC). Mendag menekankan bahwa fokus pemilihan industri menjadi kunci penting bagi peningkatan ekspor produk bernilai tambah.

Saat ini, lanjut Mendag, Indonesia masih bergantung pada ekspor produk agrikultur dan barang tambang yang sedikit memberikan nilai tambah. Perjanjian dan kerja sama perdagangan juga harus ditingkakan karena terbukti meningkatkan nilai ekspor nonmigas.

"Untuk itu, kami akan mendorong promosi ekspor terpadu, di mana promosi ekspor tidak lagi terpisah, namun terintegrasi dengan perundingan kerja sama perdagangan dan pengamanan perdagangan," pungkasnya.

Baca Juga: Kemendag Dorong Kayu Olahan Indonesia Kuasai Pasar Global

Baca Juga

Tag: Perdagangan, Kementerian Perdagangan (Kemendag)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Kementerian Perdagangan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,944.92 3,905.57
British Pound GBP 1.00 19,170.50 18,978.28
China Yuan CNY 1.00 2,188.59 2,166.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,796.62 14,649.39
Dolar Australia AUD 1.00 10,825.21 10,716.03
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.27 1,890.20
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.77 10,800.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,553.23 17,374.18
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,600.15 3,560.00
Yen Jepang JPY 100.00 14,181.16 14,036.02
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4999.360 -59.863 707
2 Agriculture 1186.632 14.903 24
3 Mining 1356.542 -13.892 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.020 -15.931 80
5 Miscellanous Industry 852.292 -14.243 53
6 Consumer Goods 1868.676 -15.659 60
7 Cons., Property & Real Estate 344.831 -3.052 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 819.931 -18.145 79
9 Finance 1083.035 -10.759 94
10 Trade & Service 630.732 -5.803 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 66 89 23 34.85
2 PSGO 98 132 34 34.69
3 TFCO 412 510 98 23.79
4 SOHO 11,350 13,600 2,250 19.82
5 RDTX 5,325 6,325 1,000 18.78
6 PCAR 298 348 50 16.78
7 ATIC 545 635 90 16.51
8 ARGO 1,610 1,865 255 15.84
9 GSMF 85 98 13 15.29
10 SQMI 154 176 22 14.29
No Code Prev Close Change %
1 SGRO 1,500 1,395 -105 -7.00
2 GLOB 144 134 -10 -6.94
3 POLI 1,085 1,010 -75 -6.91
4 BBHI 145 135 -10 -6.90
5 TALF 290 270 -20 -6.90
6 SSTM 436 406 -30 -6.88
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 IFSH 350 326 -24 -6.86
9 NZIA 146 136 -10 -6.85
10 INTD 161 150 -11 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,150 28,025 -125 -0.44
2 DEAL 124 132 8 6.45
3 BBNI 4,740 4,590 -150 -3.16
4 BBRI 3,220 3,190 -30 -0.93
5 BEST 181 169 -12 -6.63
6 TLKM 2,890 2,810 -80 -2.77
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 BRIS 870 825 -45 -5.17
9 MEDC 430 402 -28 -6.51
10 ENVY 65 61 -4 -6.15