Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:40 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,01 USD/barel
  • 09:39 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 55,57 USD/barel
  • 09:38 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.561 USD/troy ounce
  • 09:37 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,05% terhadap Dollar AS pada level 13.615
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Yen pada level 109,47 JPY/USD
  • 09:34 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,3117 USD/GBP
  • 09:33 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Euro pada level 1,1053 USD/EUR
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,06% pada level 23.780
  • 09:31 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,30% pada level 27.820
  • 09:30 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka positif 0,04% pada level 3.235  
  • 09:29 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,93% pada level 2.246
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,10% di awal sesi I.

Bersama GBC, Schneider Bakal Galakkan Smart Building

Bersama GBC, Schneider Bakal Galakkan Smart Building - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Perusahaan digital di pengeloaan energi dan otomasi Schneider Electric, bersama dengan Green Building Council Indonesia berkomitmen merancang bangunan seefisien mungkin untuk meningkatkan praktik bisnis, mempromosikan efisiensi energi dan, pada akhirnya, memungkinkan kota-kota di seluruh Indonesia bertransisi dari bangunan pintar dan hijau ke kota pintar berkelanjutan.

 

Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly mengatakan, dampak dari banyak program kota pintar di seluruh dunia terhenti karena mengabaikan peran bangunan sebagai pendorong kota pintar berkelanjutan.

 

“Tidak mungkin, misalnya, bagi kota untuk menggunakan energi secara lebih efisien jika bangunan belum ditata ulang untuk mendukung tujuan tersebut,” ujarnya di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

 

Baca Juga: Resep Sukses Pabrik Pintar Versi Schneider Electric

 

Untuk menata ulang infrastruktur bangunan menjadi bangunan pintar perlu memperhatikan berbagai aspek yang mencakup infrastruktur jaringan komunikasi dalam gedung, sistem pengawasan distribusi jaringan listrik, dan sistem tata udara yang terpasang.

 

“Hal ini penting mengingat bahwa setiap bangunan pintar perlu memiliki sebuah platform yang dapat mengintegrasikan sistem dan fasilitas gedung yang berbeda jenis dan fungsi,” tuturnya.

 

Baca Juga: Schneider Electric Tawarkan Solusi Digitalisasi Sistem Listrik

 

Sektor bangunan diperkirakan menyumbang 40% konsumsi energi dunia. Diperkirakan pada 2040, total konsumsi energi dunia untuk bangunan meningkat 80%.

 

Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menetapkan target efisiensi energi di sektor bangunan yang tertuang dalam draf Rencana Induk Konservasi Energi Nasional (RlKEN) yaitu sebesar 10-30% untuk bangunan komersil dan 15-30% untuk bangunan residensial pada 2025.

 

“Untuk menjawab tantangan tersebut, konsep bangunan pintar dan hijau terus diusung dan digiatkan oleh para pelaku industri bangunan dan properti,” imbuhnya.

 

Baca Juga: Schneider Electric Tawarkan Solusi Pengelolaan Energi

 

Xavier menjelaskan, bangunan merupakan bagian yang terintegrasi dengan ekosistem kota dan sekarang bangunan menjadi entitas yang kompleks dengan beberapa sistem yang saling terhubung seperti penerangan, utilitas dan keamanan.

 

Kompleksitas meningkat dengan ukuran bangunan dan bangunan-bangunan ini rentan terhadap gangguan, yang berpotensi menimbulkan kerugian besar pada keselamatan jiwa dan aset.

 

“Bangunan pintar berpotensi mengurangi efek gangguan dan juga memungkinkan tindakan proaktif dan kecerdasan mengelola data untuk membantu mereka mengambil tindakan preventif,” jelasnya.

 

Baca Juga

Tag: PT Schneider Electric Indonesia, PT Schneider Electric Indonesia

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Annisa Nurfitriyani

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6249.210 15.757 675
2 Agriculture 1389.817 -4.000 21
3 Mining 1481.192 -1.004 49
4 Basic Industry and Chemicals 965.949 11.937 77
5 Miscellanous Industry 1228.455 7.753 51
6 Consumer Goods 2078.820 6.780 57
7 Cons., Property & Real Estate 472.686 0.757 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1096.781 5.772 76
9 Finance 1375.393 1.438 92
10 Trade & Service 745.215 -4.996 167
No Code Prev Close Change %
1 POLA 130 171 41 31.54
2 OMRE 750 930 180 24.00
3 PORT 500 600 100 20.00
4 GMTD 16,000 19,000 3,000 18.75
5 INAF 690 810 120 17.39
6 TIRA 256 300 44 17.19
7 LMAS 113 130 17 15.04
8 NIKL 610 695 85 13.93
9 ALKA 350 398 48 13.71
10 UNIT 161 181 20 12.42
No Code Prev Close Change %
1 PADI 75 50 -25 -33.33
2 GHON 1,580 1,210 -370 -23.42
3 PEGE 152 120 -32 -21.05
4 MTSM 236 190 -46 -19.49
5 PRIM 378 318 -60 -15.87
6 NZIA 690 585 -105 -15.22
7 ALMI 350 308 -42 -12.00
8 OCAP 176 155 -21 -11.93
9 PICO 895 800 -95 -10.61
10 ENVY 492 440 -52 -10.57
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 830 830 0 0.00
2 KPIG 127 129 2 1.57
3 LUCK 630 600 -30 -4.76
4 MNCN 1,720 1,700 -20 -1.16
5 TCPI 6,700 6,875 175 2.61
6 DMND 1,370 1,530 160 11.68
7 GMFI 114 126 12 10.53
8 BBRI 4,710 4,740 30 0.64
9 ABBA 92 92 0 0.00
10 NIKL 610 695 85 13.93