Portal Berita Ekonomi Minggu, 15 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Peringkat Kemudahan Berbisnis - Singapura (2), Malaysia (12), Thailand (21), China (31), India (63), Vietnam (70), Indonesia (73), Filipina (95)
  • 08:55 WIB. Peringkat Anti Korupsi - Singapura (3), Malaysia (61), India (78), China (87), Indonesia (89), Filipina (99), Thailand (99), Vietnam (117)

Indonesia Bersiap Cetak Keramik Pakai Mesin 3 Dimensi

Indonesia Bersiap Cetak Keramik Pakai Mesin 3 Dimensi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menperin Airlangga Hartarto menyatakan, dengan dukungan teknologi seperti mesin cetak tiga dimensi misalnya, Indonesia berpotensi mampu menduduki peringkat ke-4 dunia sebagai produsen keramik. Apalagi, saat ini kapasitas terpasang keramik nasional sebesar 560 juta meter persegi. Tentunya, setelah pemerintah memberikan keberpihakan pada industri dalam negeri, utilitas produksi harus bisa meningkat.

Seperti diketahui, pemerintah sedang menggalakkan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Salah satu aspirasinya adalah mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional hingga 1-2%. Di era digitalisasi saat ini, beberapa industri keramik nasional sudah menerapkan teknologi terbaru, seperti digital printing dan digital glazing yang mampu memproduksi keramik berukuran besar.

"Kami juga mendorong diversifikasi produk dengan memproduksi ubin terkini seperti ubin 3D (tiga dimensi), porcelain slab, dan ubin vitrifikasi, serta inovasi desain ubin keramik yang mengikuti tren terkini yang memiliki ciri khas dan original. Untuk itu, pemanfaatan teknologi 3D printing, otomatisasi, artificial intelligence (AI) dan big data perlu didorong," kata dia di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Baca Juga: Asaki Klaim Mampu Penuhi Kebutuhan Keramik dalam Negeri

Apalagi, Indonesia didukung dengan ketersediaan bahan baku berupa sumber daya alam (SDA) yang besar sehingga industri keramik diproyeksi bisa menunjukkan kinerja yang positif. Pada 2018, pertumbuhannya sebesar 2,75% dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 150 ribu orang.

"Program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur yang saat ini gencar, serta kebutuhan perumahan atau tempat tinggal oleh pekerja usia produktif yang meningkat, menjadi peluang bagi industri keramik nasional untuk meningkatkan konsumsi keramik nasional dan memperluas pangsa pasar dalam negeri," paparnya.

Airlangga menuturkan, pemerintah juga berharap para industri keramik dalam negeri agar terus berkontribusi sebagai salah satu motor penggerak akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

"Jadi, selain dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, kami juga mendorong agar mereka bisa memperluas pasar ekspor terutama di tingkat regional," tandasnya.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menargetkan produksi keramik nasional akan mencapai 420-430 juta meter persegi sepanjang 2019. Angka tersebut menunjukan pertumbuhan sebesar 7- 9% dibanding jumlah produksi di 2018. 

Menurutnya, sejumlah produsen keramik di dalam negeri mulai berani melakukan ekspansi dan menambah kapasitas produksi.

"Karena itu, dengan adanya safeguard, kami optimistis produksi keramik Indonesia akan kembali menjadi nomor empat terbesar di dunia dari posisi saat ini di posisi kesembilan," ujarnya.

Baca Juga

Tag: Industri Pengolahan, Airlangga Hartarto

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: Yosi Winosa

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52