Portal Berita Ekonomi Jum'at, 26 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:39 WIB. Bursa - LINK bukukan pendapatan Rp3,72 triliun di tahun 2018.
  • 16:38 WIB. Dividen - LPPF bagikan dividen Rp933,60 miliar. 
  • 16:37 WIB. Kredit - LinkAja targetkan bisa layani penyaluran kredit di semester I tahun 2020. 
  • 16:35 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,02% ke level Rp14.188 per dolar AS. 
  • 16:34 WIB. 5G - Ericsson rilis platform 5G terbaru. 
  • 16:33 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,44% ke level 6.401,08 di akhir sesi II. 
  • 16:32 WIB. Saham - OJK rilis produk wakaf saham. 

Jos Gandos, Ini Rahasia Sambal Khas "Bu Rudy" Bikin Gobyos

Jos Gandos, Ini Rahasia Sambal Khas
WE Online, Jakarta -

Berawal dari ketidaksengajaan, Sambal Khas “Bu Rudy” saat ini menjadi makanan yang wajib diicip seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, khususnya yang bertandang ke Surabaya. Tak menggunakan bahan kimia, dan promosi yang berlebihan Sambal Khas “Bu Rudy” mampu memikat lidah sesiapa saja yang mencoba.

Baca Juga: Sambal Khas "Bu Rudy": Sambal Hits di Surabaya yang Dibuat Tak Sengaja

Pantas saja sambal ini begitu melegenda dan disukai banyak orang, selain cita rasanya yang khas, Lanny juga memiliki trik tersendiri untuk produknya ini. Apa saja trik jiitu itu sampai-sampai sambal dengan tiga varian itu laris manis? Ini dia ulasan trik jitu yang bikin gobyos:

1. Pemasaran mulut ke mulut

Mengutip dari MoneySmart, ternyata Bu Rudy sama sekali tak melakukan promosi berlebihan seperti pemasangan iklan. Ia mengaku, Semua orang tahu produknya ini dari mulut ke mulut.

Promosi mulut ke mulut kerap dilakukan Lanny pada saat membuka usaha kuliner tahun 2000. Kenikmatan nasi sambal udang yang dibuatnya pun dengan mudah menyebar ke telinga banyak orang.

2. Open reseller

Masih menjadi owner satu-satunya, Lanny memperluas jaringannya dengan cara memanfaatkan sistem reseller atau perantara yang tersebar di berbagai Kota, di antaranya Jawa Timur, Yogyakarta, Jakarta, dan masih banyak lagi.

Dengan jasa reseller, produknya ini semakin laris manis dan ramai peminat. Bahkan Lanny bisa-bisa mengirim 500 hingga 1.000 botol ke Jakarta setiap minggunya.

Baca Juga: Kenapa Bisnis Makanan Bisa Jadi Pilihan Franchise Terbaik?

3. Jualan cemilan

Bukan hanya Sambal Bu Rudy, Lanny juga menggeluti bisnis oleh-oleh. Kalau kamu datang ke Surabaya dan mengunjungi Depot Bu Rudy, di sana kamu bisa menemukan kering kentang, dendeng balado, ikan wader, teri oven, kering teri kacang, sampai almond crispy pun ada. Tapi tetap saja sih, penjualan terbesar ada di produk sambal.

4. Tetap konsisten jalani bisnis warung makan

Selain itu, Lanny juga memiliki bisnis warung makan. Sambil tetap memproduksi sambal, Lanny tetap membagi fokusnya untuk berjualan warung makan yang kerap dikunjungi pejabat tinggi, salah satunya Kapolri Timur Pradopo.

5. Kemasannya enggak neko-neko

Sederhana, kesan pertama yang didapat ketika melihat kemasan dari Sambal Khas “Bu Rudy”. Alih-alih mencoba kreatif dengan kemasan unik, Lanny justru memilih botol sambal yang sama untuk bertahun-tahun. Lanny enggak mau repot-repot keluar biaya untuk desain botol yang aneh dan belum tentu pelanggan suka.

Dengan menggunakan botol yang sama, hal itu pun memudahkannya dalam melakukan perlindungan terhadap para pelanggan. Sebab, hanya Sambal Bu Rudy yang aslilah yang memiliki botol dan logonya.

Baca Juga: Jangan Abaikan Kemasan Produk! Ternyata Bisa Pengaruhi Tingkat Penjualan

6. Konsisten

Lanny sangatlah konsisten dalam urusan memberikan sambal yang segar kepada pelanggan. Patut kamu ketahui, Sambal Bu Rudy merupakan sambal tanpa pengawet. Ketika seal-nya dibuka maka sambal itu cuma bisa bertahan 10 hari dalam suhu normal. Lanny selalu mengutamakan kualitas dan kepuasan pelanggan.

Tag: Sambal Khas Bu Rudy, strategi bisnis, Inspirasi

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Instagram

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,802.70 3,763.93
British Pound GBP 1.00 18,402.67 18,212.34
China Yuan CNY 1.00 2,118.50 2,097.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,259.00 14,117.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,024.08 9,917.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,817.92 1,799.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,480.71 10,374.81
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,883.10 15,722.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,453.38 3,416.51
Yen Jepang JPY 100.00 12,770.02 12,641.71

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6401.080 28.293 632
2 Agriculture 1425.748 3.867 21
3 Mining 1789.597 -4.457 47
4 Basic Industry and Chemicals 810.428 1.649 71
5 Miscellanous Industry 1323.098 15.290 46
6 Consumer Goods 2455.145 2.953 52
7 Cons., Property & Real Estate 484.000 -1.163 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.876 18.670 73
9 Finance 1296.486 6.756 91
10 Trade & Service 815.999 1.120 156
No Code Prev Close Change %
1 POOL 2,470 2,990 520 21.05
2 TFCO 520 620 100 19.23
3 ALKA 340 404 64 18.82
4 CPRI 101 114 13 12.87
5 RANC 380 418 38 10.00
6 SGRO 2,260 2,480 220 9.73
7 MBSS 655 715 60 9.16
8 TALF 284 310 26 9.15
9 PNSE 605 655 50 8.26
10 ASMI 635 685 50 7.87
No Code Prev Close Change %
1 MLPT 1,200 920 -280 -23.33
2 GOLD 500 390 -110 -22.00
3 INCF 585 480 -105 -17.95
4 HRME 440 372 -68 -15.45
5 OASA 360 306 -54 -15.00
6 TNCA 316 270 -46 -14.56
7 FAST 2,400 2,060 -340 -14.17
8 KONI 318 274 -44 -13.84
9 SOTS 216 190 -26 -12.04
10 YULE 153 136 -17 -11.11
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 101 114 13 12.87
2 BBRI 4,330 4,330 0 0.00
3 SWAT 125 127 2 1.60
4 JPFA 1,540 1,550 10 0.65
5 UNVR 46,400 45,500 -900 -1.94
6 LPPF 4,050 4,320 270 6.67
7 BMRI 7,650 7,725 75 0.98
8 GGRM 80,000 82,950 2,950 3.69
9 TLKM 3,830 3,910 80 2.09
10 FILM 850 850 0 0.00