Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:54 WIB. WEGE - Hingga kuartal I-2019, WIKA Gedung telah mendapatkan kontrak baru senilai Rp644,66 miliar.
  • 12:52 WIB. PLN - PLN mengaku tidak akan terganggu atas masalah hukum yang menimpa pimpinannya.
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup amblas 0,40% di akhir sesi I.
  • 10:48 WIB. BTN - Penghimpunan dana BTN tumbuh 10,98% yoy menjadi Rp215,83 triliun.
  • 10:46 WIB. PGN - PGN menggelar BUMN Goes to Campus di universitas Katolik Santo Thomas Medan.
  • 10:45 WIB. WIKON - Wijaya Karya Industri & Konstruksi meresmikan produksi perdana gelagar baja untuk pasar Filipina.
  • 10:04 WIB. Perundingan Dagang - AS-China akan kembali melakukan perundingan dagang pada akhir April 2019 mendatang. 
  • 10:02 WIB. Perang Dagang - Trump perkuat sinyal perang dagang dengan Uni Eropa. 

Setelah Indonesia Caplok Freeport, Apa Dampaknya?

Setelah Indonesia Caplok Freeport, Apa Dampaknya? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Saham PT Freeport Indonesia (PTFI) telah resmi dikuasai 51% oleh Pemerintah Indonesia sejak September 2018. Artinya, Indonesia memegang saham mayoritas di perusahaan tambang emas raksasa yang ada di bumi Nusantara. Namun, dengan kepemilikan tersebut, apa dampak bagi Republik Indonesia?

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menyampaikan dampak jangka panjang divestasi tersebut untuk Indonesia. 

Menurutnya, beralihnya mayoritas saham PTFI ke holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor tambang, PT Inalum (Persero), akan memberikan dampak positif seperti kelangsungan operasi PTFI, serta pada aspek sosial dan ekonomi di Papua, pendapatan meningkat, tercipta efek domino dari pengembangan smelter dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta adanya transfer teknologi pertambangan.

Baca Juga: Soal Pertemuan Diam-Diam Jokowi dan Bos Freeport, DPR Bilang...

"Perpanjangan izin usaha ini diharapkan membawa kemajuan ekonomi Indonesia menjadi lebih meningkat lagi, dari penerimaan negara dari pajak dan bukan pajak (PNBP) hingga pemanfaatan smelter secara maksimal yang memberikan lapangan pekerjaan bagi putra daerah Papua," jelas Bambang dalam keterangannya, Kamis (14/3/2019).

"Melalui pengembangan smelter, ada nilai tambah yang bisa didapatkan, dampak positifnya baru bisa dirasakan beberapa tahun mendatang," lanjut Bambang.

Dirinya menambahkan, misalnya saat ini PTFI hanya mengekspor dan menghasilkan konsentrat melalui pembangunan smelter sehingga produk yang dihasilkan bisa lebih beragam seperti emas batangan atau timah, nilainya jauh lebih besar. Lapangan pekerjaan pun akan otomatis terbuka bagi masyarakat Papua.

Baca Juga: Anak Buah Bantah Jokowi ada Deal-Deal dengan Freeport

Sebelumnya, perjalanan pergantian izin PTFI dari kontrak kerja (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sekarang ini melalui proses yang cukup panjang. Selain itu, sebelum perpanjangan diberikan, PTFI memiliki kesepakatan pokok dengan pemerintah. Kesepakatan ini adalah kewajiban PTFI antara lain membangunan smelter dalam kurun waktu paling lambat lima tahun, melaksanakan divestasi saham PTFI sebesar 51% kepada peserta Indonesia, dan menjaga stabilitas penerimaan negara dalam IUPK secara agregat lebih besar dibanding penerimaan negara dalam KK.

Penerbitan IUPK operasi produksi sebagai pengganti KK PTFI yang telah berjalan sejak 1967 dan diperbaharui di 1991 dengan masa berlaku hingga 2021 pun dilakukan sebagai komitmen negara saat menandatangani kerja sama pada 1967. PTFI pun mendapat jaminan fiskal dan regulasi.  "Divestasi 51% saham ini merupakan keberhasilan tersendiri," tandas Bambang.

Secara rinci kepemilikan saham 51,23% tersebut terdiri dari 41,23% untuk Inalum dan 10% untuk Pemerintah Daerah Papua. Saham Pemda Papua akan dikelola oleh perusahaan khusus PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPPM) yang 60% sahamnya akan dimiliki oleh Inalum dan 40% oleh BUMD Papua.

Tag: PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Rosmayanti

Foto: Freeport Indonesia

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,782.13 3,743.97
British Pound GBP 1.00 18,347.13 18,157.82
China Yuan CNY 1.00 2,110.41 2,089.28
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,183.00 14,041.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,986.25 9,883.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.85 1,790.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.96 10,334.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,907.65 15,742.77
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,433.31 3,396.47
Yen Jepang JPY 100.00 12,678.11 12,548.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6462.822 48.079 632
2 Agriculture 1471.418 6.415 21
3 Mining 1816.490 35.325 47
4 Basic Industry and Chemicals 835.511 4.182 71
5 Miscellanous Industry 1327.492 19.942 46
6 Consumer Goods 2506.880 31.053 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.243 -0.634 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.999 14.156 73
9 Finance 1303.709 2.892 91
10 Trade & Service 815.278 5.604 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 466 580 114 24.46
2 ABBA 147 169 22 14.97
3 LUCK 840 960 120 14.29
4 BCAP 149 170 21 14.09
5 ALMI 525 595 70 13.33
6 CNTX 505 570 65 12.87
7 GSMF 110 123 13 11.82
8 JSKY 1,080 1,200 120 11.11
9 ZINC 555 615 60 10.81
10 MYTX 75 83 8 10.67
No Code Prev Close Change %
1 TRIS 266 200 -66 -24.81
2 ARTA 535 406 -129 -24.11
3 MTPS 1,210 920 -290 -23.97
4 CPRI 168 131 -37 -22.02
5 TRIO 155 121 -34 -21.94
6 IIKP 125 99 -26 -20.80
7 MTSM 238 202 -36 -15.13
8 BBLD 565 480 -85 -15.04
9 GHON 1,500 1,275 -225 -15.00
10 MKPI 17,175 15,000 -2,175 -12.66
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 168 131 -37 -22.02
2 BGTG 82 83 1 1.22
3 TLKM 3,780 3,850 70 1.85
4 TRAM 111 112 1 0.90
5 ABBA 147 169 22 14.97
6 FREN 312 298 -14 -4.49
7 BUMI 113 125 12 10.62
8 ERAA 1,495 1,585 90 6.02
9 UNTR 26,075 27,200 1,125 4.31
10 ESTI 109 100 -9 -8.26