Portal Berita Ekonomi Selasa, 20 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:03 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,02% di akhir sesi II.
  • 14:38 WIB. Korea - Rasio kredit macet bank di Korsel turun 0,07 poin di Q2 dibanding Q1
  • 13:09 WIB. Mandiri - Mandiri berencana melepas saham asuransi Mandiri Axa General Insurance.
  • 12:26 WIB. INKA - INKA telah memulai pembangunan pabrik kedua di Banyuwangi.
  • 11:33 WIB. Garuda - Drone milik Garuda Indonesia sudah disertifikasi Kemenhub.
  • 10:43 WIB. LondonĀ - Gubernur bank sentral Carney: Inggris tak akan menerapkan suku bunga negatif.

Setelah Indonesia Caplok Freeport, Apa Dampaknya?

Setelah Indonesia Caplok Freeport, Apa Dampaknya? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Saham PT Freeport Indonesia (PTFI) telah resmi dikuasai 51% oleh Pemerintah Indonesia sejak September 2018. Artinya, Indonesia memegang saham mayoritas di perusahaan tambang emas raksasa yang ada di bumi Nusantara. Namun, dengan kepemilikan tersebut, apa dampak bagi Republik Indonesia?

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menyampaikan dampak jangka panjang divestasi tersebut untuk Indonesia. 

Menurutnya, beralihnya mayoritas saham PTFI ke holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor tambang, PT Inalum (Persero), akan memberikan dampak positif seperti kelangsungan operasi PTFI, serta pada aspek sosial dan ekonomi di Papua, pendapatan meningkat, tercipta efek domino dari pengembangan smelter dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta adanya transfer teknologi pertambangan.

Baca Juga: Soal Pertemuan Diam-Diam Jokowi dan Bos Freeport, DPR Bilang...

"Perpanjangan izin usaha ini diharapkan membawa kemajuan ekonomi Indonesia menjadi lebih meningkat lagi, dari penerimaan negara dari pajak dan bukan pajak (PNBP) hingga pemanfaatan smelter secara maksimal yang memberikan lapangan pekerjaan bagi putra daerah Papua," jelas Bambang dalam keterangannya, Kamis (14/3/2019).

"Melalui pengembangan smelter, ada nilai tambah yang bisa didapatkan, dampak positifnya baru bisa dirasakan beberapa tahun mendatang," lanjut Bambang.

Dirinya menambahkan, misalnya saat ini PTFI hanya mengekspor dan menghasilkan konsentrat melalui pembangunan smelter sehingga produk yang dihasilkan bisa lebih beragam seperti emas batangan atau timah, nilainya jauh lebih besar. Lapangan pekerjaan pun akan otomatis terbuka bagi masyarakat Papua.

Baca Juga: Anak Buah Bantah Jokowi ada Deal-Deal dengan Freeport

Sebelumnya, perjalanan pergantian izin PTFI dari kontrak kerja (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sekarang ini melalui proses yang cukup panjang. Selain itu, sebelum perpanjangan diberikan, PTFI memiliki kesepakatan pokok dengan pemerintah. Kesepakatan ini adalah kewajiban PTFI antara lain membangunan smelter dalam kurun waktu paling lambat lima tahun, melaksanakan divestasi saham PTFI sebesar 51% kepada peserta Indonesia, dan menjaga stabilitas penerimaan negara dalam IUPK secara agregat lebih besar dibanding penerimaan negara dalam KK.

Penerbitan IUPK operasi produksi sebagai pengganti KK PTFI yang telah berjalan sejak 1967 dan diperbaharui di 1991 dengan masa berlaku hingga 2021 pun dilakukan sebagai komitmen negara saat menandatangani kerja sama pada 1967. PTFI pun mendapat jaminan fiskal dan regulasi.  "Divestasi 51% saham ini merupakan keberhasilan tersendiri," tandas Bambang.

Secara rinci kepemilikan saham 51,23% tersebut terdiri dari 41,23% untuk Inalum dan 10% untuk Pemerintah Daerah Papua. Saham Pemda Papua akan dikelola oleh perusahaan khusus PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPPM) yang 60% sahamnya akan dimiliki oleh Inalum dan 40% oleh BUMD Papua.

Tag: PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Rosmayanti

Foto: Freeport Indonesia

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,821.73 3,783.66
British Pound GBP 1.00 17,391.66 17,217.94
China Yuan CNY 1.00 2,034.38 2,014.22
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,333.00 14,191.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,720.64 9,617.24
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,826.88 1,808.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,348.74 10,244.73
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,891.00 15,732.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,428.95 3,392.54
Yen Jepang JPY 100.00 13,448.11 13,313.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6295.738 -0.977 651
2 Agriculture 1349.159 -17.863 21
3 Mining 1600.305 -2.201 49
4 Basic Industry and Chemicals 848.690 -0.631 72
5 Miscellanous Industry 1151.944 -0.538 49
6 Consumer Goods 2425.964 18.526 53
7 Cons., Property & Real Estate 504.801 0.125 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1229.883 12.971 74
9 Finance 1260.435 -9.035 91
10 Trade & Service 788.732 -1.689 162
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 1,685 2,000 315 18.69
2 DAYA 304 360 56 18.42
3 ARTA 340 390 50 14.71
4 VINS 96 109 13 13.54
5 JKON 478 540 62 12.97
6 FORU 89 100 11 12.36
7 COWL 200 220 20 10.00
8 CCSI 266 292 26 9.77
9 DWGL 172 188 16 9.30
10 PSDN 154 168 14 9.09
No Code Prev Close Change %
1 PDES 1,330 1,000 -330 -24.81
2 BLUE 740 635 -105 -14.19
3 FISH 2,890 2,500 -390 -13.49
4 ITIC 875 780 -95 -10.86
5 IBFN 222 202 -20 -9.01
6 APEX 575 525 -50 -8.70
7 ICON 108 99 -9 -8.33
8 ARMY 232 214 -18 -7.76
9 MKNT 57 53 -4 -7.02
10 KBLM 338 316 -22 -6.51
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 4,180 4,100 -80 -1.91
2 MDKA 5,750 5,975 225 3.91
3 MCOR 174 174 0 0.00
4 PGAS 1,995 1,920 -75 -3.76
5 TLKM 4,340 4,470 130 3.00
6 MNCN 1,275 1,260 -15 -1.18
7 ERAA 1,930 1,875 -55 -2.85
8 BTPS 3,350 3,200 -150 -4.48
9 MAMI 89 90 1 1.12
10 BMRI 7,350 7,375 25 0.34