Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:40 WIB. BUMN - BUMN membuka kesempatan bagi 9.000 mahasiswa untuk mengikuti program magang bersertifikat.
  • 22:40 WIB. Dahana - Dahana menggelar acara pengiriman pertama ekspor Cartridge Emulsion ke Australia.
  • 22:39 WIB. Pelindo IV - Pelindo IV diminta terus tingkatkan pelayanannya di Indonesia Timur.
  • 22:33 WIB. PLN - PLN Disjaya siap sediakan 52 juta VA untuk pengembangan kawasan Astra Modern Land.
  • 22:33 WIB. BTN - BTN menginisiasi sekolah properti bagi pengembang perumahan.
  • 22:33 WIB. MTF - MTF menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan Rp15 miliar dari ajang MTF Autofiesta 2019.
  • 22:32 WIB. Pelindo I - Pelindo I merencanakan belanja modal Rp8 triliun tahun ini.
  • 22:31 WIB. Pelindo I - Pelindo I tengah mencari mitra strategis untuk mengelola kawasan industri Kuala Tanjung.
  • 22:29 WIB. KAI - KAI masih memiliki tujuh lahan potensial untuk dibangun TOD.
  • 21:45 WIB. KA - Progres pengerjaan rel KA Trans Sulawesi Tahap I sudah dalam masa perampungan.
  • 21:44 WIB. Pelindo II - DPR memparpanjang kerja Pansus Pelindo II.
  • 21:43 WIB. KAEF - Kimia Farma berharap dapat menyelesaikan proses akuisisi Phapros sebelum Maret 2019.
  • 21:43 WIB. KAEF - Kimia Farma menyebutkan nilai akuisisi saham Phapros berada pada rentang Rp1 triliun-Rp1,5 triliun.
  • 21:42 WIB. BNI - BNI bidik transaksi EDC Rp107 triliun tahun ini.
  • 21:42 WIB. BNI - BNI menargetkan pertumbuhan sebesar 94,5% secara yoy transaksi mesin EDC.

Suara Anda Termasuk Data Buat Perusahaan, Kok Bisa?

Suara Anda Termasuk Data Buat Perusahaan, Kok Bisa? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Setiap suara menyimpan rahasia. Sebuah perusahaan di Israel menggunakan analisis suara real-time selama melakukan panggilan untuk menilai apakah seseorang cenderung gagal bayar terkait pinjaman mereka ke bank, membeli produk yang lebih mahal, atau menjadi calon pelamar terbaik untuk sebuah pekerjaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti dan startup telah mencatat banyak sekali informasi yang dapat ditambang dari suara, terutama karena popularitas asisten rumah seperti Amazon Alexa yang telah membuat konsumen semakin nyaman berbicara dengan perangkat mereka.

Pasar teknologi suara sedang tumbuh dan diperkirakan akan mencapai $15,5 miliar pada tahun 2029, menurut sebuah laporan oleh perusahaan analisis bisnis IdTechEx. Satrajit Ghosh, seorang ilmuwan riset di MIT's McGovern Center for Brain Research menyatakan saat ini hampir semua orang berbicara dan ada banyak perangkat yang menangkap suara, baik itu smartphone, Amazon Alexa dan Google Home.

Meskipun jumlahnya berlimpah, setiap suara sifatnya personal, sulit untuk dipalsukan. Saat ini, orang sudah banyak sadar bahwa tweet dan unggahan Instagram mereka akan dipantau, tetapi lebih sedikit yang memikirkan suara mereka sebagai bentuk data lain yang dapat memberi tahu tentang siapa diri mereka dan memberikannya (data) kepada orang lain.

Baca Juga: Seperti Apa Kesiapan Praktisi PR pada Era Artificial Intelligence?

Kunci analisis suara bukanlah pada apa yang seseorang katakan, tapi bagaimana mereka mengatakannya: nada, kecepatan, penekanan, jeda. Ini semua bisa dianalisa oleh mesin yang belajar.

Ambil contoh ada dua kelompok, orang yang penuh kecemasan dan orang yang tenang, masukkan data itu ke suatu algoritma. Algoritma kemudian belajar untuk mengambil tanda-tanda untukmengindikasikan apakah seseorang itu adalah bagian dari Grup A atau Grup B. Ini sudah pernah dilakukan oleh Louis-Philippe Morency, seorang ilmuwan komputer di Carnegie Mellon University yang membuat program SimSensei untuk mendeteksi tingkat depresi seseorang menggunakan suara.

Morency menemukan bahwa orang-orang dengan suara lembut, mendesah, bukan orang-orang dengan suara tegang atau marah, lebih mungkin untuk mencoba kembali, katanya. Namun penelitian ini masih sangat tahap awal. dan penggunaan algoritma untuk mengalaisa suara makin meluas, misalnya untuk membantu mengidentifikasi segala sesuatu mulai dari penyakit Parkinson hingga gangguan stres pascatrauma. 

David Ahern, doktor yang bekerja di Digital Behavioral Health di Brigham and Women's Hospital dan juga peneliti utama pada uji klinis startup CompanionMx, sistem pemantauan kesehatan mental yang diluncurkan Desember lalu meyakni algoritma bisa menghasilkan sebuha peringatan dini terkait gangguan keseatan mental.

Baca Juga: Tembus! Jumlah Startup di Indonesia Ada 2000-an, Ini Sektor Paling Diminati

Startup lain, seperti Sonde Health dan Ellipsis Health juga melakukan hal yang sama. Pasien mereka merekam diaries audio menggunakan aplikasi. Program ini menganalisis diaries bersama dengan metadata seperti catatan panggilan dan lokasi untuk menentukan bagaimana skor pasien berdasarkan empat faktor - suasana hati yang tertekan, berkurangnya minat, penghindaran, dan kelelahan. Informasi ini, sudah dilindungi oleh undang-undang privasi federal HIPAA, dan dibagikan ke pasien dan juga disajikan di dashboard ke dokter yang ingin mengawasi bagaimana keadaan pasien mereka.

Perusahaan telah menguji produk selama tujuh tahun dan dengan lebih dari 1.500 pasien, menurut kepala eksekutif CompanionMx, Sub Datta. Produk yang keluar dari perusahaan analisis suara lain bernama Cogito, telah menerima dana dari DARPA dan National Institutes of Mental Health. Hasil yang dipublikasikan dalam Journal of Medical Internet Research menunjukkan bahwa teknologi ini dapat memprediksi gejala depresi dan PTSD, meskipun diperlukan validasi lebih lanjut.

Dalam studi percontohan, 95 persen pasien telah meninggalkan buku harian audio setidaknya sekali seminggu, dan dokter mengakses dashboard setidaknya sekali sehari, menurut Datta. Angka-angka ini menjanjikan, meskipun Ahern menunjukkan bahwa masih banyak pertanyaan tentang komponen mana yang paling bermanfaat. Apakah itu aplikasi itu sendiri? Umpan balik? Dasbor? Kombinasi itu semua? 

Baca Juga: Dari BIM, AI, Hingga Big Data, Ini Peta Jalan Digitalisasi Wika

Disatu sisi, startup seperti Voicesense, CallMiner ,RankMiner, dan Cogito juga berencana menggunakan analitik suara dalam konteks bisnis. CEO Voicesense, Yoav Degani bahkan berani menjamin bahwa perusahaannya bisa menghasilkan profil kepribadian yang lengkap,mulai dari prediksi kredit macet, prediksi klaim asuransi, mengungkapkan gaya investasi pelanggan, penilaian kandidat in-house untuk SDM, menilai apakah karyawan kemungkinan akan resign.

"Akurasinya mendekati 100%. Kami dapat memberikan prediksi tentang perilaku kesehatan, perilaku kerja, hiburan, dan sebagainya," kata dia. 

Dalam satu studi kasus yang dibagikan Degani, Voicesense menguji teknologinya bersama salah satu bank besar Eropa. Bank menyediakan sampel suara dari beberapa ribu debitur. (Bank sudah tahu siapa yang telah dan belum melunasi pinjaman mereka). Voicesense lalu menjalankan algoritme pada sampel ini dan mengklasifikasikan rekaman ke dalam risiko rendah, sedang, dan tinggi.

Dalam analisisnya, 6 persen orang yang diprediksi "berisiko rendah" mengalami kegagalan oleh bank, dibandingkan dengan 27 persen kelompok Voicesense yang dianggap berisiko tinggi. Intinya, makin banyak sampel yang diuji, keakuratan analisanya makin meningkat. 

Tag: Teknologi, Artificial Intelligence, Big Data, Startup

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,813.97 3,775.19
British Pound GBP 1.00 18,965.88 18,770.50
China Yuan CNY 1.00 2,131.41 2,110.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,302.00 14,160.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,112.94 10,011.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.93 1,803.82
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.62 10,471.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,228.48 16,065.94
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,511.42 3,473.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,814.26 12,685.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6482.710 2.434 629
2 Agriculture 1498.343 -4.886 21
3 Mining 1882.238 9.191 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.733 0.232 71
5 Miscellanous Industry 1285.573 -3.740 46
6 Consumer Goods 2667.555 5.523 52
7 Cons., Property & Real Estate 460.673 -0.670 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.648 -9.651 72
9 Finance 1248.066 3.719 91
10 Trade & Service 828.180 -0.981 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 198 336 138 69.70
2 CAKK 160 216 56 35.00
3 JSKY 1,245 1,460 215 17.27
4 TFCO 580 680 100 17.24
5 INCI 560 640 80 14.29
6 URBN 1,795 2,030 235 13.09
7 TALF 308 340 32 10.39
8 MDIA 136 150 14 10.29
9 VIVA 153 168 15 9.80
10 DART 280 300 20 7.14
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 396 298 -98 -24.75
2 JAYA 202 165 -37 -18.32
3 TRIS 236 206 -30 -12.71
4 KPAL 312 274 -38 -12.18
5 LPLI 146 130 -16 -10.96
6 AKPI 675 605 -70 -10.37
7 HERO 990 900 -90 -9.09
8 FREN 348 324 -24 -6.90
9 ABMM 2,200 2,050 -150 -6.82
10 TCPI 4,880 4,550 -330 -6.76
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 100 101 1 1.00
2 VIVA 153 168 15 9.80
3 SIMA 396 298 -98 -24.75
4 JAYA 202 165 -37 -18.32
5 MYRX 103 104 1 0.97
6 TLKM 3,780 3,780 0 0.00
7 FREN 348 324 -24 -6.90
8 STAR 84 88 4 4.76
9 UNTR 27,500 27,825 325 1.18
10 LPPF 4,010 4,140 130 3.24