Portal Berita Ekonomi Senin, 16 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Peringkat Kemudahan Berbisnis - Singapura (2), Malaysia (12), Thailand (21), China (31), India (63), Vietnam (70), Indonesia (73), Filipina (95)
  • 08:55 WIB. Peringkat Anti Korupsi - Singapura (3), Malaysia (61), India (78), China (87), Indonesia (89), Filipina (99), Thailand (99), Vietnam (117)

Kembangkan Komputer Kuantum dan AI, Intel Gandeng Universitas

Kembangkan Komputer Kuantum dan AI, Intel Gandeng Universitas - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kelompok riset ilmu komputer dari Hebrew University of Jerussalem telah membuktikan secara matematis bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat membantu kita memahami fenomena fisika kuantum. Hasil riset mereka telah dipublikasikan dalam riset bertajuk "Quantum Entanglement in Deep Learning Architectures".

Senior VP Intel yang juga CEO Mobileye, Amnon Shashua menyatakan penelitian bersama yang dilakukan Intel bersama mereka menunjukan bahwa algoritma AI dapat mewakili sistem kuantum yang sangat kompleks dengan jauh lebih efisien daripada pendekatan yang ada." 

"Mengapa ini penting? Meskipun lonjakan AI di hampir setiap industri, itu belum banyak diterapkan pada dunia fisika kuantum. Riset ini bertujuan untuk mengubah hal itu dengan membuktikan bagaimana perkembangan terbaru dalam pembelajaran mesin dapat membantu kita mempelajari beberapa bidang fisika kuantum yang sulit secara komputasi," kata dia.

Baca Juga: Intel Adds $15 Billion to Its Buyback Program

Riset ini menggunakan kemajuan terbaru dalam jaringan saraf dalam untuk melakukan simulasi yang tepat lebih cepat dan lebih teliti, para peneliti ini berpendapat, akan memberikan wawasan baru ke dalam partikel terkecil dan bagaimana mereka berinteraksi. Pandangan yang lebih dalam ke bidang fisika ini memiliki potensi untuk membuka revolusi berikutnya dalam komputasi, energi, dan transportasi.

Terkait cara kerja sendiri, tim riset menunjukkan bahwa algoritma yang didasarkan pada jaringan saraf yang dalam--algoritma yang telah merevolusi AI--dapat diterapkan pada dunia fisika kuantum. Algoritme ini, yang telah memberi komputer kemampuan pengenalan wajah dan suara, sekarang akan dapat memperbaiki pemahaman kita tentang perilaku kuantum alam.

Baca Juga: Amazon Rilis Speaker Artificial Intelligence

Riset ini juga bisa diperluas ke berbagai konteks. Memahami fenomena dalam sistem banyak partikel kuantum yang berinteraksi (partikel ukuran sangat kecil, seperti elektron) adalah salah satu subbidang yang paling populer dan menarik dalam penelitian fisika saat ini. Ini mempelajari bagaimana partikel di alam "bersatu" dan memunculkan sifat mengejutkan, seperti konduktivitas listrik dan magnetisme, antara lain.

Seperti yang telah terjadi dalam revolusi teknologi abad ke-20, pemahaman yang lebih mendalam dalam domain ini dapat sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan modern, karena berpotensi untuk memungkinkan revolusi berikutnya dalam komputasi, energi, transportasi - dan batasan hanya dapat dibayangkan. Koneksi AI ke bidang ini menjanjikan perkembangan menarik di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga

Tag: The Intel Corporation, Intel Corporation, Artificial Intelligence, Deep Learning

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Reuters/Dado Ruvic

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52