Portal Berita Ekonomi Senin, 09 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:03 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.462 USD/troy ounce.
  • 16:02 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,00 USD/barel.
  • 16:02 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,78 USD/barel.
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,11% di akhir sesi II.
  • 16:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,17% terhadap Poundsterling pada level 1,3162 USD/GBP.
  • 16:00 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Euro pada level 1,1064 USD/EUR.
  • 15:59 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Yen pada level 108,49 JPY/USD.
  • 15:58 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,12% terhadap Dollar AS pada level 7,04 CNY/USD.
  • 15:57 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,20% terhadap Dollar AS pada level Rp.14.010/USD.
  • 15:56 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,37% pada level 3.182.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,08% pada level 2.914.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,01% pada level 26.494.
  • 15:33 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,20% pada level 7.225.
  • 13:59 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,33% pada level 23.430.
  • 13:58 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,33% pada level 2.088.

Johnson & Johnson Harus Bayar Ganti Rugi Rp4 Triliun

Johnson & Johnson Harus Bayar Ganti Rugi Rp4 Triliun - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Seorang wanita bernama Terry Leavitt, yang mengklaim bahwa bahan asbes dalam bedak bayi Johnson & Johnson menyebabkan dia terkena kanker mematikan, memenangi persidangan dan diganjar US$29,4 juta (sekira Rp4 triliun) oleh juri di California pada Rabu (13/3/2019).

Time melansir pada Kamis (14/3/2019) bahwa juri di Pengadilan Tinggi California, Oakland menetapkan produk bedak bayi yang cacat adalah faktor yang berkontribusi besar terhadap terjadinya mesothelioma, yakni sejenis kanker agresif yang memengaruhi jaringan yang melapisi organ dalam. Demikian laporan Associated Press.

Leavitt mengatakan dia sering menggunakan dua produk Johnson & Johnson, yakni bedak-bedak bayi dan bedak mandi di 1960an dan 1970an, dan mengklaim dua produk itu berkontribusi pada diagnosis kanker yang dideritanya pada 2017.

Johnson & Johnson mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada Time bahwa mereka berencana untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut dengan mengutip "kesalahan prosedur dan pembuktian yang serius."

"Kami kecewa dengan putusan hari ini dan akan mengajukan banding karena Johnson Baby Powder tidak mengandung asbes atau menyebabkan kanker," kata pernyataan itu.

"Pengacara penggugat pada dasarnya gagal menunjukkan Johnson Baby Powder mengandung asbes, dan para ahli mereka sendiri mengakui bahwa mereka tidak mengakui definisi asbes yang diterima dan mengabaikan perbedaan penting antara mineral yang asbes dan mineral yang bukan asbes. Kami menghormati proses hukum dan menegaskan kembali bahwa putusan juri bukanlah simpulan medis, ilmiah, atau peraturan tentang suatu produk."

Baca Juga: Bedak Bayinya Diduga Tercemar Asbes, Johnson & Johnson Justru Lakukan Buyback Saham $5 Miliar

Meski demikian, penyelidikan pada 2018 dari New York Times dan Reuters menyatakan, perusahaan selama beberapa dekade khawatir bahwa sebagian dari bedak bayinya dapat dinodai oleh asbes, sejenis mineral karsinogenik yang telah dikaitkan dengan kanker paru-paru, laring, dan ovarium, juga sebagai mesothelioma, menurut National Cancer Institute.

Asbes ditemukan pada insulasi, atap dan beberapa plastik, tetapi menurut American Cancer Society (ACS), mineral yang terjadi secara alami juga muncul dalam bentuk talc murni, yang merupakan dasar untuk bedak seperti yang digunakan dalam produk Johnson & Johnson (pada 1970-an, perusahaan-perusahaan kosmetik AS mulai memformulasikan produk mereka dengan bedak yang bebas dari jumlah asbes yang terdeteksi).

Sementara asbes diklasifikasikan sebagai karsinogen yang diketahui oleh Badan Internasional untuk penelitian kanker (ACS) dan kelompok lain, ACS mengatakan, pengetahuan soal apakah bedak talc menyebabkan kanker lebih ambigu.

Johnson & Johnson telah berulang kali menunjuk penelitian yang belum menunjukkan tautan seperti itu. Meski demikian, hal itu tidak menghentikan orang di seluruh negeri untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap Johnson & Johnson.

AP melaporkan, perusahaan itu saat ini terlibat dalam sekitar 13.000 tuntutan hukum yang diajukan oleh orang-orang yang mengklaim produk-produk perusahaan menyebabkan atau berkontribusi pada masalah kesehatan yang serius.

Tahun lalu juri memutuskan bahwa Johnson & Johnson harus membayar ganti rugi lebih dari US$4 miliar kepada sekelompok wanita yang mengklaim bahwa asbes dalam produknya menyebabkan mereka menderita kanker ovarium.

Sebelum itu, pada 2016, perusahaan diperintahkan untuk membayar US$55 juta kepada seorang wanita yang mengaku menderita kanker akibat bedaknya.

Baca Juga

Tag: Johnson & Johnson

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Reuters/Lucas Jackson/File Photo

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,757.83 3,720.04
British Pound GBP 1.00 18,524.17 18,338.46
China Yuan CNY 1.00 2,004.08 1,983.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,091.11 13,950.90
Dolar Australia AUD 1.00 9,631.27 9,528.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,799.88 1,781.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,358.83 10,255.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,580.54 15,421.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.85 3,349.56
Yen Jepang JPY 100.00 12,976.43 12,843.77

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6186.868 34.751 667
2 Agriculture 1434.346 37.746 20
3 Mining 1474.400 -6.728 50
4 Basic Industry and Chemicals 979.828 11.348 76
5 Miscellanous Industry 1201.074 10.720 50
6 Consumer Goods 2055.194 19.613 56
7 Cons., Property & Real Estate 510.207 10.418 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1137.751 -1.677 76
9 Finance 1298.193 3.365 90
10 Trade & Service 766.195 1.154 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 100 170 70 70.00
2 VRNA 67 90 23 34.33
3 KARW 62 79 17 27.42
4 VINS 121 152 31 25.62
5 MSKY 1,000 1,250 250 25.00
6 AGAR 392 490 98 25.00
7 KPAL 232 290 58 25.00
8 MKPI 13,500 16,200 2,700 20.00
9 BWPT 104 121 17 16.35
10 DART 276 312 36 13.04
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 326 246 -80 -24.54
2 MASA 466 390 -76 -16.31
3 PDES 730 615 -115 -15.75
4 FORZ 70 59 -11 -15.71
5 DWGL 230 194 -36 -15.65
6 YULE 150 131 -19 -12.67
7 FILM 190 167 -23 -12.11
8 BCAP 165 146 -19 -11.52
9 IKAI 115 102 -13 -11.30
10 ICON 83 74 -9 -10.84
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 530 525 -5 -0.94
2 MNCN 1,390 1,395 5 0.36
3 TOWR 740 745 5 0.68
4 MAMI 326 246 -80 -24.54
5 ACES 1,550 1,485 -65 -4.19
6 WSKT 1,290 1,420 130 10.08
7 BBRI 4,220 4,170 -50 -1.18
8 BNLI 1,140 1,255 115 10.09
9 TLKM 4,060 4,100 40 0.99
10 ERAA 1,490 1,520 30 2.01