Portal Berita Ekonomi Jum'at, 13 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:34 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,50% di akhir sesi I.
  • 09:27 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,61 USD/barel
  • 09:27 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 59,49 USD/barel
  • 09:26 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.468 USD/troy ounce
  • 09:26 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,45% terhadap Dollar AS pada level 13.969 IDR/USD
  • 09:25 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,42% terhadap Yuan pada level 6,97 CNY/USD
  • 09:24 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,20% terhadap Yen pada level 109,53 JPY/USD
  • 09:23 WIB. Valas - Dollar AS melemah 2,55% terhadap Poundsterling pada level 1,3494 USD/GBP
  • 09:23 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,46% terhadap Euro pada level 1,1179 USD/EUR
  • 09:22 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka positif 1,04% pada level 2.945
  • 09:21 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka positif 1,58% pada level 27.420
  • 09:20 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka positif 0,47% pada level 3.209
  • 07:28 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka 1,52% pada level 23.862
  • 07:27 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 1,41% pada level 2.167
  • 07:26 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 0,86% pada level 3.168

Serap Aspirasi, Kementan Klaim Produksi dan Pendapatan Petani Meningkat

Serap Aspirasi, Kementan Klaim Produksi dan Pendapatan Petani Meningkat - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sejumlah petani dari berbagai daerah di Indonesia mengakui bahwa kondisi sektor produksi pertanian saat ini semakin meningkat hasilnya. Banyak komoditas pertanian yang terbukti secara fakta lapangan menunjukkan capaian produksi memuaskan. 

Wakil Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Indramayu, Jawa Barat, Sutatang menuturkan, setiap tahun hasil produksi pertanian di wilayahnya tercatat terus mengalami peningkatan angka.

Misalnya saja, Sutatang menyebutkan, berdasarkan fakta di lapangan dan data riil baru-baru ini, hasil padi untuk gabah kering panen (GKP) di Indramayu mampu mencapai 7,8 ton per hektare.

"Setiap tahun sektor dan produksi pertanian di sini semakin bagus, hasilnya mencukupi, tidak ada hama lagi dan masalah kekurangan air yang selama ini kerap terjadi sudah bisa diantisipasi oleh Kementan," ujar Sutatang dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Baca Juga: Kementan: Pola Kemitraan Solusi Masalah Persusuan Nasional

Hal lainnya, Sutatang mengatakan, harga di tingkat petani sejauh ini dirasakan amat adil dan tidak bermasalah. Diakuinya, seperti untuk gabah dan beras, harga masih sesuai standarisasi rata-rata harga pembelian pemerintah (HPP).

Khusus di Indramayu, Sutatang mengungkapkan, untuk pembelian gabah dihargai di kisaran senilai Rp4.000 sampai Rp4.500 per kilogram.

"Harganya (gabah dan beras) masih bagus secara HPP. Nanti April, kami juga akan panen raya. Relatif di Indramayu tidak ada keluhan dari petaninya," ucap Sutatang.

Kerja sama yang dibangun Kementan bersama pemerintah, khususnya terkait harga komoditas pertanian, memberikan manfaat besar. Kementan selama ini dinilai menaruh perhatian utama kepada petani agar tingkat produksinya terus tumbuh dan otomatis ikut mendorong kesejahteraan mereka.

Sutatang menuturkan, infrastruktur pertanian maupun kebutuhan benih dan alat mesin pertanian (alsintan) telah cukup. Begitu juga untuk peternakan, misalnya mengenai penggemukan hewan.

"Kementan secara intensif melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para peternak mitra," jelasnya.

Berdasarkan sajian fakta dan data kondisi di lapangan tersebut, Sutatang mengimbau, jangan sampai ada segelintir orang mengaku sebagai petani Indramayu yang justru mengabarkan keburukan sektor pertanian di wilayahnya.

"Petani dan pertanian ini kan isu yang menarik buat dipelintir untuk kepentingan tertentu. Padahal, kenyataannya berbanding terbalik dengan yang ditentangnya. Sebaiknya mereka turun ke lapangan, petani protes harus berbasis data obyektif," ujar Sutatang.

Baca Juga: Kementan Dorong Hilirisasi Industri Kakao dan Kopi di Sulsel

Sementara Ketua Umum KTNA Lampung Timur, Praptowo mengungkapkan, selama ini harga produksi dari berbagai komoditas pertanian masih adil dan sesuai dengan sarana produksi.

"Kementan hingga kini masih menyerap aspirasi petani di Lampung Timur. Apa yang sesuai dengan kebutuhan petani dan pertanian di sini. Ibaratnya, masih mengikuti kemauan petani untuk memeroleh hasil terbaik," ucap Praptowo.

Seperti untuk harga padi, Praptowo menilai sejauh ini amat cukup. Harga rata-rata dipatok di angka kisaran Rp4.300 sampai Rp5.000 per kilogram.

Kemudian untuk jagung, harga juga masih dibeli dengan tingkat wajar rata-rata antara Rp3.700 hingga Rp4.500 per kilogram. Praptowo mengatakan, pembelian jagung dengan harga Rp3.500 per kilogram sudah membuat petani untung berlimpah.

"Maka, di Lampung Timur baru saja panen jagung, dapat 13 ton per hektare. Dulu biasanya 8 sampai 10 ton per hektare panen jagung. Ini peningkatan luar biasa," ujar Praptowo.

Praptowo membeberkan, produksi panen jagung hingga 13 ton per hektare memberikan dampak kesejahteraan yang tinggi terhadap petani.

"Coba cerna saja, panen 1 hektare jagung itu bisa setara untung Rp50 juta. Itu dari mulai tanam sampai panennya," kata Praptowo.

Praptowo menuturkan, soal distribusi alsintan, pupuk organik, benih, serta infrastruktur juga nyata diwujudkan Kementan terhadap petani Lampung Timur.

Baca Juga

Tag: Kementerian Pertanian (Kementan), Petani

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Kementan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6139.397 -40.702 668
2 Agriculture 1414.657 -3.491 20
3 Mining 1502.047 -1.615 50
4 Basic Industry and Chemicals 960.180 -10.011 77
5 Miscellanous Industry 1172.074 -1.378 50
6 Consumer Goods 2014.450 -24.760 56
7 Cons., Property & Real Estate 508.320 -7.882 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1107.762 -14.770 76
9 Finance 1303.108 -1.236 90
10 Trade & Service 767.404 -4.271 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 54 72 18 33.33
2 NZIA 620 775 155 25.00
3 IFII 240 300 60 25.00
4 AGAR 416 520 104 25.00
5 YULE 160 199 39 24.38
6 REAL 214 266 52 24.30
7 HDFA 125 154 29 23.20
8 LMAS 69 84 15 21.74
9 OMRE 860 1,040 180 20.93
10 PICO 2,890 3,430 540 18.69
No Code Prev Close Change %
1 HOTL 95 63 -32 -33.68
2 INAF 496 372 -124 -25.00
3 MPRO 2,780 2,090 -690 -24.82
4 BVIC 144 119 -25 -17.36
5 KOIN 185 153 -32 -17.30
6 LAND 1,195 1,000 -195 -16.32
7 TAMU 310 260 -50 -16.13
8 ASBI 296 250 -46 -15.54
9 UNIT 181 153 -28 -15.47
10 KAEF 1,385 1,195 -190 -13.72
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 510 505 -5 -0.98
2 MNCN 1,525 1,485 -40 -2.62
3 TLKM 4,050 3,950 -100 -2.47
4 TCPI 5,725 6,175 450 7.86
5 BBRI 4,210 4,250 40 0.95
6 FILM 174 195 21 12.07
7 REAL 214 266 52 24.30
8 ANTM 825 835 10 1.21
9 TOWR 740 740 0 0.00
10 BNLI 1,255 1,310 55 4.38