Portal Berita Ekonomi Sabtu, 08 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Penggunaan Software Bajakan di Indonesia Tinggi, Akhirnya Kampanye Ini Digelar

Penggunaan Software Bajakan di Indonesia Tinggi, Akhirnya Kampanye Ini Digelar
WE Online, Jakarta -

BSA, asosiasi perangkat lunak asal Amerika Serikat, bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mendorong para pemimpin bisnis dalam mengatasi masalah penggunaan software tidak berlisensi. Per hari ini (18/3/2019), kedua pihak itu meluncurkan kampanye bertajuk "Legalize and Protect", bertujuan menjangkau puluhan ribu pemimpin bisnis untuk memahami manfaat penggunaan software legal secara hukum, produktivitas, dan keamanan.

BSA memang memberi perhatian khusus kepada para pebisnis yang masih menggunakan perangkat lunak ilegal, sebab mereka mencari keuntungan tetapi tak mau membayar biaya untuk itu. Hal itu diungkapkan oleh Senior Director BSA, Tarun Sawney, kepada Warta Ekonomi, Senin (18/3/2019).

"Kami tidak menindak pengguna perangkat lunak ilegal individu, tetapi lebih ke perusahaan. Karena yang membuat bisnis dapat keuntungan adalah software, tapi mereka tidak mau bayar atau cari perangkat lunak yang murah tapi tak berlisensi," kata Tarun.

Baca Juga: Dear Pelaku Usaha, Software Bajakan Bisa Buat Rugi Jutaan Dolar Loh

Ribuan perusahaan di Indonesia masih memakai perangkat lunak bajakan, yang dapat menimbulkan risiko bisnis dan keamanan serius. BSA berharap, hasil dari kampanye ini dapat mendorong ribuan perusahaan untuk melegalkan berbagai asetnya, dari software ilegal yang tidak aman menjadi aset software berlisensi.

"Tujuan utama kampanye ini membantu para pemimpin bisnis memahami manfaat dan kewajiban melegalisasikan software demi keamanan, reputasi, produktivitas, dan keuntungan perusahaan," ungkap Tarun.

Sementara itu, walaupun kesulitan, pemerintah telah aktif berupaya mengurangi penggunaan software tidak berlisensi dengan cara: sosialisasi, imbauan masyarakat, edukasi, serta membuka ruang untuk penegakkan hukum. Masyarakat dapat melakukan pengaduan sebagaimana yang diatur dalam UU Hak Cipta no. 28 tahun 2014.  

Baca Juga: Waduh, Pemerintah Sulit Tindak Software Ilegal?

"Kami pun sudah melakukan kampanye besar seperti ini di beberapa kota besar, seperti Medan, Surabaya, dan Makassar," sebut Kasubdit Pencegahan & Penyelesaian Sengketa Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kemenkumham, Irbar Susanto.

Rencananya, tiga hingga enam bulan setelah kampanye tersebut diadakan, BSA akan berkolaborasi dengan perusahaan telekomunikasi untuk menghubungi para perusahaan. Itu dilakukan untuk melakukan pengecekan, apakah perusahaan sudah menggunakan perangkat lunak resmi atau belum.

"Kami akan menyampaikan risiko jika belum memenuhi aturan itu, maka akan dikenakan hukuman yang berhubungan dengan regulasi," kata Tarun.

BSA berkolaborasi dengan pemerintah di kawasan ASEAN untuk membantu komunitas bisnis memahami manfaat ekonomi dari penggunaan software legal. International Data Corporation (IDC) memperkirakan, perusahaan yang meningkatkan manajemen softwarenya dapat meningkatkan laba hingga 11%. Oleh karena itu, pemerintah berwenang diharapkan dapat memacu komunitas bisnis untuk segera beralih ke aset legal demi meningkatkan daya saing nasional.

Pekan ini, BSA meluncurkan kampanye “Legalize and Protect” di Indonesia, Thailand, dan Filipina. Sebelumnya, BSA pun berkolaborasi dengan pemerintah Vietnam telah meluncurkan kampanye serupa dan menuai berbagai hasil positif. Target kampanye ini terdiri dari perusahaan yang bergerak dalam berbagai industri, termasuk tetapi tidak terbatas pada manufaktur, IT, keuangan, layanan profesional, konstruksi, perawatan kesehatan, barang keperluan sehari-hari, teknik, arsitektur, dan desain.

Dalam beberapa bulan ke depan, BSA akan meluncurkan upaya edukasi untuk memastikan para pemimpin bisnis sadar akan risiko dari penggunaan software tidak berlisensi. Usaha tersebut mencakup kegiatan pemasaran, komunikasi, konten media sosial dan dalam beberapa kasus, direct appeals pada perusahan-perusahaan untuk melegalisasikan aset softwarenya.

Wilayah Asia Pasifik memiliki tingkat penggunaan software tak berlisensi tertinggi di dunia, sebesar 57%. Sementara itu, pada 2017, penggunaan software bajakan di Indonesia tercatat mencapai angka 83%, sama seperti Pakistan.

Tag: software, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Tanayastri Dini Isna

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23