Portal Berita Ekonomi Jum'at, 26 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:32 WIB. Saham - OJK rilis produk wakaf saham. 
  • 13:17 WIB. Bio Farma - WHO-Unicef menggandeng Bio Farma untuk menyediakan vaksin polio.
  • 13:09 WIB. Pertamina - Tahun 2018, total kontribusi Pertamina Grup untuk APBN mencapai Rp120,8 triliun.
  • 12:12 WIB. Pertamina - Pertamina mengaku tidak akan memaksa Aramco untuk menyetujui valuasi aset Kilang Cilacap.
  • 12:11 WIB. KRAS - Krakatau Steel mengangkat dua direksi baru.
  • 12:09 WIB. Mandiri - Mandiri mencatatkan penyaluran KUR senilai Rp5,17 triliun per kuartal I/2019.

Apa Itu Cloud Gaming?

Apa Itu Cloud Gaming? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Google baru saja memperkenalkan spek dari Stadia, layanan cloud gaming besutannya. Sebelum terlalu jauh, sebenarnya apa yang dimaksud dengan cloud gaming?

Mengutip dari website Compelo pada Rabu (20/3), cloud gaming biasanya dikenal sebagai game on-demand yang terkait erat dengan konsep streaming video. Cloud gaming ini bertujuan untuk menyediakan teknologi yang memungkinkan pemain menjalankan dan mengendalikan komputer pribadi melalui perantara koneksi internet dan bermain secara langsung dari bermacam perangkat.

Jelasnya, server cloud gaming akan menjalankan game dan mengalirkan video gameplay ke pengguna, yang di mana mouse dan keyboard-nya dapat berkomunikasi secara langsung dengan server jarak jauh.

Baca Juga: Google Kenalkan Stadia, Layanan Cloud Gaming Besutannya

Teknologi yang digadang-gadang akan menjadi masa depan industri game ini pertama kali diperagakan di E3 oleh G-cluster, konferensi terbesar dalam kalender video game edisi 2000. Namun, saat itu hanya menjadi dikomersilkan dalam beberapa tahun terakhir saja.

Menginjak tahun 2005, pengembang video game Crytek mulai meneliti sistem di cloud gaming untuk Crysis, tetapi pada tahun 2007 pengembangan di hentikan, pasalnya menunggu hingga meningkatnya infrastruktur dan penyedia kabel internet sesuai dengan perangkat yang dibutuhkan. Setelah itu, perusahaan raksasa seperti Nvidia (Nvidia GRID), Google (mulanya bernama Project Stream, namun saat ini Stadia), dan Microsoft (Xcloud) berlomba-lomba meluncurkan cloud gaming buatan mereka sendiri.

Di industri game, cloud gaming memiliki beberapa keunggulan yang menjanjikan untuk masa depan. Merujuk informasi dari How To Geek, secara teori, dengan cloud gaming PC atau perangkat keras Anda tidak memerlukan investasi atau upgrade yang bisa menghabiskan biaya mahal. Selain itu, cloud gaming juga akan memungkinkan untuk bermain game di semua OS maupun perangkat.

Baca Juga: Tingkatkan Pendapatan, Snap Akan Luncurkan Platform Game Bulan Depan

Ada pula keunggulan lainnya, dengan hadirnya cloud gaming, produsen televisi dapat mengintegrasikan dukungan untuk layanan cloud gamin ke dalam TV pintar mereka. Cloud gaming akan memungkinkan Anda untuk mulai memainkan game secara instan, karena server sudah memiliki game yang terinstal dan dapat segera mulai memainkannya.

Setelah mengupas mengenai keunggulannya, rasanya tak afdol apabila tak menilik dari segi kekurangan atau kerugian. Video yang Anda terima dari layanan cloud gaming tak akan memberikan hasil yang tajan dan sedetail apa yang bisa diberikan oleh PC gaming kelas atas, selain itu, layanan cloud gaming juga membutuhkan sejumlah besar bandwidth. Jika semua orang bermain game menggunakan layanan cloud, penggunaan bandwidth akan meningkat secara dramatis.

Tag: Cloud Gaming, Stadia, Industri Game, Teknologi

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Unsplash/Hardik Sharma

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,802.70 3,763.93
British Pound GBP 1.00 18,402.67 18,212.34
China Yuan CNY 1.00 2,118.50 2,097.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,259.00 14,117.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,024.08 9,917.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,817.92 1,799.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,480.71 10,374.81
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,883.10 15,722.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,453.38 3,416.51
Yen Jepang JPY 100.00 12,770.02 12,641.71

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6372.787 -75.098 632
2 Agriculture 1421.881 -21.070 21
3 Mining 1794.054 -17.227 47
4 Basic Industry and Chemicals 808.779 -14.126 71
5 Miscellanous Industry 1307.808 -18.810 46
6 Consumer Goods 2452.192 -53.986 52
7 Cons., Property & Real Estate 485.163 -8.513 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1156.206 -6.210 73
9 Finance 1289.730 -9.597 91
10 Trade & Service 814.879 -3.774 156
No Code Prev Close Change %
1 TMPO 160 190 30 18.75
2 MTPS 1,035 1,195 160 15.46
3 NIKL 2,410 2,620 210 8.71
4 APEX 750 815 65 8.67
5 TRST 370 400 30 8.11
6 LPIN 1,060 1,140 80 7.55
7 DVLA 2,120 2,280 160 7.55
8 CNTX 454 488 34 7.49
9 KBLI 382 410 28 7.33
10 RIGS 302 324 22 7.28
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 630 520 -110 -17.46
2 TRIO 108 93 -15 -13.89
3 PADI 715 625 -90 -12.59
4 KIOS 900 800 -100 -11.11
5 CPRI 112 101 -11 -9.82
6 HDTX 119 108 -11 -9.24
7 CAKK 141 129 -12 -8.51
8 ALMI 600 550 -50 -8.33
9 JPFA 1,675 1,540 -135 -8.06
10 GIAA 500 462 -38 -7.60
No Code Prev Close Change %
1 JPFA 1,675 1,540 -135 -8.06
2 SWAT 124 125 1 0.81
3 UNVR 48,650 46,400 -2,250 -4.62
4 BBRI 4,400 4,330 -70 -1.59
5 CPRI 112 101 -11 -9.82
6 MNCN 895 945 50 5.59
7 ESTI 99 98 -1 -1.01
8 PTBA 4,130 4,030 -100 -2.42
9 BBCA 28,150 27,975 -175 -0.62
10 CPIN 5,625 5,200 -425 -7.56