Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:16 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.488 USD/troy ounce
  • 16:15 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 58,99 USD/barel
  • 16:14 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,87 USD/barel
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,69% pada level 26.848
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,32% pada level 3.124
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,41% pada level 7.197
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,05% pada level 2.977
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,09% pada level 22.451
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,23% pada level 2.077
  • 16:07 WIB. Valas - Yuan ditutup negatif 0,20% terhadap USD pada level 7,0789 Yuan/USD
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar menguat 0,06% terhadap Yen pada level 108,82 Yen/USD
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar menguat 0,24% terhadap Poundsterling pada level 1,2801 USD/Pound
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar melemah 0,19% terhadap Euro pada level 1,1093 USD/Euro
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,12% terhadap USD pada level Rp.14.155/USD
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 0,19% di akhir sesi II.

Apa Itu Literasi Keuangan?

Apa Itu Literasi Keuangan? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Masih segar dalam ingatan kita bagaimana Triple M (Manusia Membantu Manusia/Mavrodi Manial Moneybox) atau Koperasi Pandawa begitu mudah meraup uang masyarakat dengan iming-iming investasi yang menguntungkan. Tawaran mereka begitu menggiurkan yakni memberikan imbal hasil yang begitu tinggi sehingga banyak masyarakat mengelontorkan uangnya untuk berinvestasi.

Namun seiring berjalannya waktu, hasil investasi yang tinggi seperti yang dijanjikan tak sesuai harapan. Pasalnya, mereka merupakan salah satu pelaku investasi ilegal dengan skema ponzi atau piramida. Skemanya adalah anggota bisa mendapatkan uang jika ada anggota baru yang mengirimkan uang tapi ketika tak ada lagi yang mengirimkan maka permainan akan terhenti.

Skema ini memang dirancang untuk bangkrut atau tidak bertahan lama. Biasanya, skema ini berakhir dengan kejadian bahwa uang yang telah diinvestasikan dibawa lari oleh sekelompok atau seseorang dari pencetus "usaha" tersebut.

Sebenarnya masyarakat tidak akan mudah tertipu bila tingkat literasi keuangan Indonesia tinggi. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan merupakan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan.

Baca Juga: OJK: Literasi Keuangan Berdampak Positif bagi Pendidikan Anak

Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD (2016) mendefinisikan literasi keuangan sebagai pengetahuan dan pemahaman atas konsep dan risiko keuangan, berikut keterampilan, motivasi, serta keyakinan untuk menerapkan pengetahuan dan pemahaman yang dimilikinya tersebut dalam rangka membuat keputusan keuangan yang efektif, meningkatkan kesejahteraan keuangan (financial well being) individu dan masyarakat, dan berpartisipasi dalam bidang ekonomi.

Data survei OJK pada 2016 mencatat tingkat literasi keuangan Indonesia hanya sebesar 29,7%. Artinya dari 100 orang baru sekitar 30 orang yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan yang memadai mengenai produk dan layanan keuangan (well literate).

Dengan kondisi seperti ini, ditengarai masyarakat Indonesia belum sepenuhnya memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bagaimana mengoptimalkan uang untuk kegiatan yang produktif. Di samping itu, masyarakat juga belum memahami dengan baik berbagai produk dan layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan formal dan lebih tertarik pada tawaran-tawaran investasi lain yang berpotensi merugikan mereka.

Kurang pahamnya masyarakat terhadap produk dan jasa keuangan inilah yang dimanfaatkan pelaku investasi ilegal untuk mengeruk dana di masyarakat dengan iming-iming imbal hasil tinggi. Sebagai contoh MMM yang menjanjikan imbal hasil atau bunga 30% per bulan. Padahal bila kita orang yang well literate, imbal hasil tersebut sangat tidak masuk akal dan tidak wajar. Pasalnya perbankan saja yang mempunyai modal dan aset besar hanya memberikan bunga deposito sekitar 5-10% per tahun.

Baca Juga: Hadapi Industri 4.0, Literasi Digital untuk Generasi Milenial Dinilai Penting

Selain bisa mencegah hal-hal yang merugikan, tingginya tingkat literasi keuangan diyakini juga mampu meningkatkan kesejahteraan karena dengan bertambahnya tingkat literasi keuangan maka masyarakat dapat membuat keputusan keuangan dengan lebih baik sehingga perencanaan keuangan keluarga atau pribadi menjadi lebih optimal, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan.

Manfaat literasi keuangan dari sisi makro ekonomi juga sangat penting karena semakin tinggi tingkat literasi keuangan masyarakat maka semakin banyak masyarakat yang akan menggunakan produk dan jasa keuangan. Konsekuensinya adalah semakin tinggi pula potensi transaksi keuangan yang terjadi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan maupun menciptakan pemerataan pendapatan dan keadilan.

Di samping itu, dengan semakin meningkatnya literasi keuangan masyarakat, diharapkan semakin banyak masyarakat yang menabung dan berinvestasi, yang pada akhirnya menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan.

Melihat banyaknya manfaat yang didapat, pemerintah bersama OJK, industri jasa keuangan, dan pihak terkait lainnya telah mencanangkan berbagai program untuk menaikkan tingkat literasi keuangan Indonesia. Misalnya melakukan edukasi keuangan ke sekolah-sekolah formal, mewajibkan lembaga jasa keuangan melakukan edukasi ke masyarakat, membentuk Strategi Nasional Keuangan Inklusif, hingga membuat Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia atau SNLKI (Revisit 2017) yang merupakan penyempurnaan dari SNLKI 2013.

Ada tiga program strategis dalam SNLKI Revisit 2017. Pertama, Cakap Keuangan, yang bertujuan untuk meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat mengenai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan.

Program strategis kedua, Sikap dan Perilaku Keuangan Bijak yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang memiliki ketahanan keuangan yang kuat dalam menghadapi berbagai kondisi keuangan termasuk guncangan keuangan. Dan yang terakhir yakni Akses Keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan oleh masyarakat.

Baca Juga: Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Pengusaha dan Karyawan

Sementara melihat perkembangan teknologi informasi serta penetrasi pengguna internet di Indonesia, maka perlu disusun suatu strategi untuk memperbesar tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat dengan memanfaatkan jaringan internet.

Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI) telah merumuskan prinsip-prinsip terkait dengan inklusi keuangan digital dalam G20 High Level Principles for Digital Financial Inclusion tahun 2016. Terdapat delapan prinsip yang dapat menjadi pedoman dalam memacu pertumbuhan ekonomi dengan mendorong perkembangan layanan keuangan secara digital.

Pada prinsip ke-6 mengenai Strengthen Digital and Financial Literacy and Awareness merupakan prinsip yang penting sebagai upaya untuk membangun awareness masyarakat terhadap penggunaan layanan keuangan digital. Prinsip ke-6 ini juga memberikan pesan bahwa edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan layanan keuangan digital dalam transaksi keuangan sangat diperlukan.

Dengan membangun awareness disertai edukasi layanan keuangan digital tersebut diharapkan pengetahuan dan kepercayaan masyarakat semakin tinggi sehingga berpotensi semakin besar masyarakat menggunakan layanan keuangan digital dalam transaksi keuangan sehari-hari.

Menjawab hal itu, Bank Indonesia dan OJK telah menginisiasi program Layanan Keuangan Digital (LKD) dan Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai). Program ini mengizinkan masyarakat yang memiliki usaha warung kelontong, toko pulsa dan bidan dan usaha lainnya untuk menjadi agen perbankan.

Kemudian OJK juga mengeluarkan payung hukum atau aturan bagi kehadiran industri financial technology (fintech) peer to peer lending (P2P Lending) di Indonesia. Dengan demikian masyarakat menjadi semakin mudah dalam mengakses produk dan jasa keuangan meskipun tinggal di daerah terpencil.

Baca Juga

Tag: Literasi Keuangan, Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Unsplash/Thought Catalog

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,797.39 3,759.40
British Pound GBP 1.00 18,267.89 18,084.71
China Yuan CNY 1.00 2,007.25 1,986.44
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,242.86 14,101.14
Dolar Australia AUD 1.00 9,669.48 9,571.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,815.67 1,797.54
Dolar Singapura SGD 1.00 10,405.36 10,298.06
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,781.09 15,619.83
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,401.69 3,365.43
Yen Jepang JPY 100.00 13,094.47 12,960.61

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.592 11.426 658
2 Agriculture 1338.501 -6.170 20
3 Mining 1597.382 -11.011 48
4 Basic Industry and Chemicals 890.797 2.829 74
5 Miscellanous Industry 1143.334 -2.361 50
6 Consumer Goods 2176.766 2.655 54
7 Cons., Property & Real Estate 504.293 2.836 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.767 -5.181 75
9 Finance 1245.416 7.684 90
10 Trade & Service 801.521 -0.469 165
No Code Prev Close Change %
1 SLIS 785 980 195 24.84
2 YPAS 420 500 80 19.05
3 PURE 535 625 90 16.82
4 POOL 1,735 2,000 265 15.27
5 BBLD 434 496 62 14.29
6 CCSI 282 318 36 12.77
7 CMNP 1,930 2,130 200 10.36
8 DEAL 1,635 1,790 155 9.48
9 FILM 238 260 22 9.24
10 IMAS 1,455 1,580 125 8.59
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 1,495 1,125 -370 -24.75
2 SSTM 530 402 -128 -24.15
3 PBSA 360 306 -54 -15.00
4 FREN 180 159 -21 -11.67
5 BLUE 545 490 -55 -10.09
6 KONI 720 655 -65 -9.03
7 IRRA 560 510 -50 -8.93
8 MREI 4,550 4,190 -360 -7.91
9 HRME 1,080 995 -85 -7.87
10 TIRA 250 232 -18 -7.20
No Code Prev Close Change %
1 FREN 180 159 -21 -11.67
2 ESTI 98 100 2 2.04
3 TCPI 6,400 6,175 -225 -3.52
4 MAMI 216 220 4 1.85
5 PURE 535 625 90 16.82
6 BHIT 72 74 2 2.78
7 KPIG 138 139 1 0.72
8 INKP 7,000 6,975 -25 -0.36
9 MNCN 1,310 1,320 10 0.76
10 IPTV 515 510 -5 -0.97