Portal Berita Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:53 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,52% pada level 27.065
  • 16:52 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,17% pada level 2.914
  • 16:51 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,84% pada level 3.267
  • 16:27 WIB. Valas - Yuan ditutup negatif 0,08% terhadap USD pada level 7,0064 Yuan/USD
  • 16:26 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,09% terhadap USD pada level Rp.14.054/USD
  • 13:57 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,81% pada level 23.520
  • 13:55 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,79% pada level 2.140

Perjalanan OVO di Indonesia

Perjalanan OVO di Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Era digital telah mengubah sebagian besar tata cara hidup masyarakat luas. Mulai dari kebiasaan, hingga sistem pembayaran. Masyarakat saat ini sudah tak asing lagi dengan platform pembayaran digital, seperti PT Visionet Internasional (OVO).

OVO merupakan aplikasi pembayaran digital yang memberikan pelanggannya kemudahan dalam bertransaksi (OVO Cash) dan juga memberikan kesempatan yang lebih besar untuk mengumpulkan poin di banyak tempat (OVO Points) yang telah digunakan 110 juta orang di Indonesia.

Tersebar di 300 kota di Indonesia, saat ini OVO tak hanya selami toko online saja. Mereka telah membuat langkah baru untuk memasuki toko offline dengan meningkatkan jumlah pedagang yang menerima metode pembayaran.

Baca Juga: Hadirkan Produk Investasi dan Kredit, OVO Gandeng Deretan Mitra Strategis Baru

“Pengecer lokal, pedagang, toko serba ada sangat penting bagi kesuksesan kami, dan itu penting untuk masa depan Indonesia dan inklusi keuangan. Indonesia masih merupakan pasar offline, dan pengecer terorganisir modern telah membantu kami. Kami memiliki lebih dari 300.000 outlet pengecer bergabung dengan kami tahun ini,” ucap Jason Thompson, Chief Executive Officer (CEO) OVO, melansir dari Entrepreneur (21/3).

Semenjak efektif kurang lebih dua tahun silam, OVO telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, salah satunya platform ojek online yang kini telah menyandang status sebagai decacorn, Grab.

OVO telah bermitra dengan Grab sejak Desember 2017. Tahun berikutnya, layanan pembayaran tanpa uang tunai yang didukung Lippo ini juga mengumumkan kemitraan dengan Tokopedia, platform e-commerce terbesar di Indonesia.

Baca Juga: Begini Upaya Grab Bawa Indonesia ke Ekonomi Digital Terbesar se-Asia Tenggara

Pihak OVO mengatakan kesepakatan itu akan membantu memperkuat posisinya sebagai platform pembayaran mobile terbesar di Tanah Air.

“Kami melihat kemitraan ini sebagai validasi dari strategi kami untuk memungkinkan pembayaran untuk semua perusahaan Indonesia, baik online maupun offline. Uang tunai adalah kebiasaan yang sangat sulit untuk dihilangkan dan konsumen hanya akan beralih ke non-uang tunai jika lebih mudah dan lebih aman daripada uang tunai,” kata Harianto Gunawan, Direktur Pembayaran Perusahaan di OVO.

Perusahaan itu mengatakan OVO sekarang tersedia di 90 persen pusat perbelanjaan di seluruh negeri, menawarkan opsi pembayaran tanpa uang tunai kepada pelanggan di hypermarket, department store, kedai kopi, bioskop, operator parkir, rumah sakit, gerai makanan dan minuman.

Baca Juga: Beli Saham Pakai Ovo dan Go-Pay, Mungkin Enggak Sih?

Merujuk data dari Entrerpreneur, OVO mengumumkan bahwa mereka telah menyaksikan 1 miliar transaksi pada tahun 2018, atau meningkat 75 kali sejak November 2017. Basis penggunanya juga mengalami pertumbuhan sebesar 400 persen selama periode yang sama.

"OVO telah mencapai Sabang hingga Merauke, dan 77 persen pengguna kami berasal dari wilayah Jabodetabek," kata Gunawan.

Dalam kesepakatan terbarunya, OVO dilaporkan telah mengakuisisi perusahaan pinjaman lokal peer-to-peer Taralite, akuisisi itu dijadikan sebuah langkah yang akan membuka jalan bagi OVO untuk memasuki bisnis pinjaman yang dipandang sebagai penghasil keuntungan potensial bagi perusahaan.

Baca Juga

Tag: OVO, Uang Digital, Kisah Sukses

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: OVO

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.71 3,730.02
British Pound GBP 1.00 18,160.39 17,978.29
China Yuan CNY 1.00 2,017.49 1,996.56
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,129.30 13,988.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,658.79 9,561.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,805.11 1,787.08
Dolar Singapura SGD 1.00 10,380.03 10,272.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,580.38 15,423.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.23 3,374.03
Yen Jepang JPY 100.00 12,944.85 12,814.87

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6180.992 32.252 660
2 Agriculture 1413.917 -1.493 20
3 Mining 1501.495 20.147 49
4 Basic Industry and Chemicals 949.967 8.159 75
5 Miscellanous Industry 1202.563 18.307 50
6 Consumer Goods 2087.173 16.534 54
7 Cons., Property & Real Estate 510.695 1.720 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1165.318 18.682 75
9 Finance 1264.361 -3.201 90
10 Trade & Service 807.538 2.872 165
No Code Prev Close Change %
1 MTWI 60 81 21 35.00
2 VINS 100 135 35 35.00
3 KARW 66 89 23 34.85
4 EAST 81 109 28 34.57
5 SKYB 79 106 27 34.18
6 ETWA 71 95 24 33.80
7 ANDI 171 226 55 32.16
8 BAJA 63 81 18 28.57
9 SINI 246 306 60 24.39
10 RELI 150 180 30 20.00
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 2,310 1,735 -575 -24.89
2 DFAM 825 620 -205 -24.85
3 FORZ 510 384 -126 -24.71
4 TGRA 555 418 -137 -24.68
5 LUCK 710 535 -175 -24.65
6 POLA 955 730 -225 -23.56
7 BOSS 298 230 -68 -22.82
8 DEAL 1,880 1,480 -400 -21.28
9 ARTA 410 336 -74 -18.05
10 ENVY 3,000 2,610 -390 -13.00
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 250 248 -2 -0.80
2 IRRA 830 800 -30 -3.61
3 PURE 1,200 1,215 15 1.25
4 ENVY 3,000 2,610 -390 -13.00
5 BBRI 4,000 4,000 0 0.00
6 JSKY 785 790 5 0.64
7 PTBA 2,600 2,620 20 0.77
8 TLKM 4,100 4,180 80 1.95
9 ANDI 171 226 55 32.16
10 ANTM 830 820 -10 -1.20