Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Wakaf, Solusi Jitu Keluar dari Tragedi Kemiskinan

Wakaf, Solusi Jitu Keluar dari Tragedi Kemiskinan
WE Online, Jakarta -

Ketidakmampuan masyarakat dalam mengelola bahan baku dinilai jadi penyebab akar kemiskinan yang ada di desa. Masyarakat cenderung menjual barang mentah sehingga tidak mendapat nilai tambah dari bahan baku tersebut.

Demikian yang disampaikan ekonom dan politikus asal Indonesia, Faisal Basri, sembari menunjukkan data-data yang tampil di layar, dalam acara yang bertajuk Sharing with The Master: Meneropong Masa Depan Makro Ekonomi Nasional dan Peran Strategis Wakaf dalam Pengentasan Kemiskinan, di Aula Andalusia, Menara 165 Jakarta, Kamis (21/3/2019).

“Jumlah orang miskin absolut itu ada di Desa 60%. Di desa itu kegiatan utamanya pertanian, jadi akar kemiskinan ada di sektor pertainan yang lokasinya di desa," lanjut pakar ekonomi tersebut.

Faisal menyebutkan, angka terbaru tahun 2017 menunjukkan, 1% orang terkaya itu, menguasai 46.6% kekayaan nasional.

Faisal mencontohkannya pada petani. Menurut Faisal, di sektor pertanian kondisi ini terjadi bisa karena beberapa faktor. Diantaranya adalah produktivitas petani yang rendah karena waktu kerja petani yang terbatas antara menanam hingga panen. Jadi perlu ada upaya untuk meningkatkan produktivitas petani ketika mereka sedang menunggu panen.

Baca Juga: Jokowi Janji Kabulkan Harapan 17 Ribu Penyuluh Pertanian

“Sembari menunggu bisa ada indutrialisasi di sektor pertanian. Salah satunya misal mengolah cabe menjadi keripik. Seperti yang terjadi di Sumatera Barat, suami ke sawah, istrinya mengolah (keripik)," Ia menambahkan.

Dengan sarat data, seluruh paparan data dari Faisal cenderung menunjukkan bahwa kesenjangan ekonomi di Indonesia sebenarnya masih sangat lebar.

Dalam kesempatan yang sama, Ahyudin, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang turut hadir pada acara tersebut, mengungkapkan bahwa memang kemiskinan yang saat ini terjadi di Indonesia, adalah termasuk tragedi kemanusiaan.

“Kami sadar sekali, tragedi kemanusiaan bukan sekadar bencana alam. Bukan konflik atau perang. Tapi ada konflik lebih hebat dari itu, yaitu kemiskinan," kata Ahyudin.

Seolah menjawab hal tersebut, Ahyudin menjelaskan bahwa ACT melalui Global Wakaf telah mencari solusi dari kemiskinan dengan menggunakan solusi wakaf. Baginya, wakaf adalah alat dari yang maha kuasa sebagai solusi untuk mengentaskan kemiskinan.

“Mengapa umat ini tetap miskin? Karena umat tidak menggunakan instrumen wakaf.” ujarnya. Karena dengan adanya wakaf ini, masyarakat dapat produktif dalam mengelola aset-aset yang telah mereka wakafkan.

Ahyudin memberi contoh peternakan yang kini dikelola oleh Global Wakaf – ACT di Desa Labangka, Sumbawa. Mereka kini telah mengkolaborasikan potensi lokal di Sumbawa dengan hadirnya program-program dari Global Wakaf ACT.

Di lahan seluas 3500 hektar, mereka telah memberdayakan 1200 kepala keluarga. Lahan tersebut kini berfokus pada pengelolaan jagung dengan kapasitas 50.000 ton per tahun yang hasilnya akan didistribusikan demi kebutuhan masyarakat sekitar. Faisal menyambut baik gagasan ini. Menurutnya dengan hadirnya program-program dari Global Wakaf-ACT, umat akan lebih mandiri.

“Tiap umat itu akan kuat kalau dia punya kemandirian, punya energi, dan tidak terlalu bergantung pada siapapun," pungkasnya.

Baca Juga: Global Wakaf Resmi Luncurkan Warung Wakaf 

Baca Juga

Tag: Aksi Cepat Tanggap (ACT), Kemiskinan

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: ACT

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43