Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:32 WIB. JSMR - Jasa Marga mencatatkan laba bersih sebesar Rp584,83 miliar pada kuartal I 2019.
  • 06:30 WIB. KSB - Krakatau Bandar Samudera membidik tender untuk menjadi pengelola pelabuhan milik PLN.
  • 06:30 WIB. GMFI - Pendapatan GMF AeroAsia kuartal I 2019 tumbuh, tapi laba tahun berjalan turun.
  • 06:29 WIB. BTN - BTN mengkaji akuisisi Asuransi Jiwasraya.
  • 06:17 WIB. BTN - BTN akan menerbitkan MTN sebesar Rp500 miliar untuk melunasi polis JS Saving Plan yang jatuh tempo.
  • 06:16 WIB. Holding Asuransi - Diperkirakan bakal ada sembilan perusahaan asuransi yang bergabung dalam holding asuransi.
  • 06:15 WIB. Holding Asuransi - Holding asuransu diperkirakan akan mengurangi capital outflow.
  • 00:10 WIB. Blue Bird - Blue Bird beli taksi listrik Tesla di importir umum.
  • 00:09 WIB. Tesla - Taksi robot Tesla meluncur tahun depan.
  • 00:09 WIB. Twitter - Twitter sebut tak hilangkan trending topic tertentu.
  • 00:07 WIB. Go-Food - Go-Food kini punya 400 ribu mitra pedagang makanan.
  • 23:55 WIB. CIA - CIA bakal punya akun Instagram.
  • 23:54 WIB. Go-Viet - Mantan bos Facebook Vietnam, Christy Trang Le kini pimpin Go-Viet.

Begini Langkah Xiaomi Hadapi Samsung di India

Begini Langkah Xiaomi Hadapi Samsung di India - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Xiaomi berencana untuk memperluas kemitraan dengan para ritel luring (offline) di wilayah India. Langkah untuk memperluas pasar luring itu diambil untuk menghadapi persaingan dengan produsen ponsel asal Korea Selatan, Samsung.

Rencana ekspansi itu juga bertujuan meningkatkan penjualan produk di luar ponsel pintar, seperti televisi, aksesoris berbasis bluetooth, produk smart home, dan sebagainya.

"Kisah sukses terbesar Xiaomi ialah perjalanan offline kami, termasuk dalam mendirikan mitra dengan menambah toko Mi Home," kata Wakil Presiden Xiaomi dan Managing Director Xiaomi India, Manu Kumar Jain, dilansir dari Gizmochina, Kamis (21/3/2019).

Baca Juga: Resmi Meluncur di Indonesia, Berapa Target Penjualan Redmi Note 7?

Perusahaan itu akan mendirikan Mi experience baru, serta meningkatkan jangkauan luring lewat peritel pihak ketiga. Untuk saat ini, mereka telah memiliki 50 toko Mi Home, 500 Mi Store, dan 4 ribu mitra pilihan di penjuru India. Mereka juga berencana untuk mendirikan 5 ribu outlet Mi kecil di pedesaan India. Bahkan, menurut Economic Times, Xiaomi juga ingin meningkatkan kehadiran di segmen ritel multimerek.

Juru bicara Xiaomi mengatakan, "2019 akan menjadi ekspansi ritel kami yang lebih berfokus pada saluran luring untuk mendukung kategori baru, seperti Mi LED TV. Sementara untuk ponsel, Xiaomi adalah merek terbesar kedua di pasar offline dengan pangsa pasar hampir 18%."

Xiaomi adalah produsen smartphone terbesar di India, sementara Samsung mengikutinya di tempat kedua. Sementara itu, mereka tengah mencari cara untuk melengserkan raksasa Korea yang saat ini memimpin pasar offline di negara itu.

Baca Juga: Xiaomi Redmi Go, Smartphone di Bawah Rp1 Juta

“Sepanjang 2018, menurut IDC, kami hampir 30 persen lebih besar daripada merek terbesar kedua (Samsung). Sementara di Q4 2018, kami 50 persen lebih besar dari merek terbesar kedua," ujar Jain.

Xiaomi memproduksi setiap smartphone yang dijual di India secara lokal. Kapasitas produksi mereka pun meningkat menjadi tiga smartphone per detik selama jam operasional.

Untuk memperluas kehadiran merek secara keseluruhan, Xiaomi selanjutnya mencari opsi untuk berinvestasi di India dan menghadapi Samsung di tengah meningkatnya persaingan di segmen online dan offline.

Di sisi lain, Samsung sekarang aktif bergerak di pasar smartphone kelas menengah. Mereka telah mengumumkan perangkat mid-range baru di bawah Seri Galaxy A dan Seri Galaxy M.

Tag: Xiaomi Inc, Samsung Electronics Co Ltd

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Tanayastri Dini Isna

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.33 3,735.70
British Pound GBP 1.00 18,375.19 18,187.78
China Yuan CNY 1.00 2,109.36 2,088.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,087.54 9,986.33
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,803.65 1,785.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,436.64 10,331.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,920.17 15,755.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,426.15 3,388.15
Yen Jepang JPY 100.00 12,659.93 12,531.31

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6462.822 48.079 632
2 Agriculture 1471.418 6.415 21
3 Mining 1816.490 35.325 47
4 Basic Industry and Chemicals 835.511 4.182 71
5 Miscellanous Industry 1327.492 19.942 46
6 Consumer Goods 2506.880 31.053 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.243 -0.634 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.999 14.156 73
9 Finance 1303.709 2.892 91
10 Trade & Service 815.278 5.604 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 466 580 114 24.46
2 ABBA 147 169 22 14.97
3 LUCK 840 960 120 14.29
4 BCAP 149 170 21 14.09
5 ALMI 525 595 70 13.33
6 CNTX 505 570 65 12.87
7 GSMF 110 123 13 11.82
8 JSKY 1,080 1,200 120 11.11
9 ZINC 555 615 60 10.81
10 MYTX 75 83 8 10.67
No Code Prev Close Change %
1 TRIS 266 200 -66 -24.81
2 ARTA 535 406 -129 -24.11
3 MTPS 1,210 920 -290 -23.97
4 CPRI 168 131 -37 -22.02
5 TRIO 155 121 -34 -21.94
6 IIKP 125 99 -26 -20.80
7 MTSM 238 202 -36 -15.13
8 BBLD 565 480 -85 -15.04
9 GHON 1,500 1,275 -225 -15.00
10 MKPI 17,175 15,000 -2,175 -12.66
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 168 131 -37 -22.02
2 BGTG 82 83 1 1.22
3 TLKM 3,780 3,850 70 1.85
4 TRAM 111 112 1 0.90
5 ABBA 147 169 22 14.97
6 FREN 312 298 -14 -4.49
7 BUMI 113 125 12 10.62
8 ERAA 1,495 1,585 90 6.02
9 UNTR 26,075 27,200 1,125 4.31
10 ESTI 109 100 -9 -8.26