Portal Berita Ekonomi Minggu, 15 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Peringkat Kemudahan Berbisnis - Singapura (2), Malaysia (12), Thailand (21), China (31), India (63), Vietnam (70), Indonesia (73), Filipina (95)
  • 08:55 WIB. Peringkat Anti Korupsi - Singapura (3), Malaysia (61), India (78), China (87), Indonesia (89), Filipina (99), Thailand (99), Vietnam (117)

AirNav Indonesia Terus Dukung Peningkatan Pariwisata, Menpar Beri Apresiasi

AirNav Indonesia Terus Dukung Peningkatan Pariwisata, Menpar Beri Apresiasi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, memberikan apresiasi kepada Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang lebih dikenal AirNav Indonesia, atas dukungannya dalam meningkatkan sektor pariwisata Indonesia. 

Apresiasi tersebut disampaikan Arief secara langsung kepada Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto beserta jajarannya saat melakukan kunjungan kerja ke AirNav Indonesia Cabang JATSC (Jakarta Air Traffic Services Center), Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Kamis (21/3/2019).

“Saya selalu tenang setiap kali berkunjung ke AirNav Indonesia karena selalu memberikan solusi. Pariwisata tumbuh 22% tahun 2018 lalu, tiga kali pertumbuhan regional dan global. Terima kasih kepada AirNav Indonesia yang turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ini,” jelas Arief.

Baca Juga: Kurangi CAD, Pemerintah dan BI Genjot Devisa Pariwisata US$17,6 Miliar

Dijelaskannya, industri pariwisata dapat menjadi penghasil devisa terbesar dan terbaik bagi Indonesia.

“Pariwisata Indonesia masuk 10 terbaik dunia menurut lembaga-lembaga dunia yang kredibel. AirNav Indonesia bersama Airport dan Airlines memiliki peran strategis dalam mendukung upaya Pemerintah menciptakan 10 destinasi Bali baru untuk dapat mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019,” paparnya.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, menjadi faktor pendukung dalam tercapainya program tersebut.

Peningkatan kapasitas traffic movement di kedua bandara tersebut menurut Menpar akan memberikan dampak yang signifikan terhadap jumlah wisatawan mancanegara yang masuk.

“Bayangkan jika kita bisa meningkatkan satu saja jumlah traffic movement per jam, artinya kita bisa menambah sedikitnya 200 orang datang ke Jakarta dan Denpasar,” ungkapnya.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, menyatakan kesiapan AirNav dalam mendukung peningkatan pariwisata Indonesia. Peningkatan pergerakan pesawat udara di Jakarta dan Denpasar dilaporkan dapat ditingkatkan pada tahun ini.

“Kami mendapatkan informasi dari pengelola bandara bahwa east cross akan selesai tahun ini, diyakini dengan tambahan fasilitas tersebut Bandara Soekarno-Hatta dapat ditingkatkan dari 81 pergerakan per jam menjadi 86 pergerakan per jam sesuai dengan kajian dari konsultan Inggris, NATS UK. Demikian pula dengan Bali yang saat ini pergerakan per jamnya adalah 31 pergerakan per jam bisa ditingkatkan menjadi 35 pergerakan per jam tentunya dengan tambahan fasilitas bandara,” ucap Novie.

Selain Jakarta dan Bali, peningkatan traffic movement juga dapat dilakukan di Yogyakarta dengan dibangunnya NYIA (New Yogyakarta International Airport). 

“AirNav Indonesia siap mendukung New Yogyakarta International Airport bersama dengan Angkasa Pura I dan Kementerian Perhubungan, yang kita tahu bahwa bandara ini adalah salah satu gerbang pariwisata untuk mencapai Candi Borobudur. Tower pengendali lalu lintas kami akan segera rampung sesuai dengan target dan sudah disimulasikan dengan gempa 9 SR,” terangnya.

Baca Juga

Tag: AirNav Indonesia, Kementerian Pariwisata (Kemenpar)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Kumairoh

Foto: AirNav Indonesia

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52