Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:17 WIB. Panasonic - Panasonic luncurkan mirorrless anyar full-frameĀ Lumix seri S.
  • 23:02 WIB. Samsung - Samsung tunda peluncuran global Galaxy Fold.
  • 22:53 WIB. Xiaomi - Xiaomi rilis Redmi 7 di Indonesia, harganya mulai Rp1 jutaan.
  • 22:39 WIB. iPhone - iPhone 5G bakal meluncur tahun depan.

AI Facebook Gagal Deteksi Video Aksi Teroris Masjid Selandia Baru

AI Facebook Gagal Deteksi Video Aksi Teroris Masjid Selandia Baru - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Perusahaan raksasa media sosial Facebook mengakui pada Kamis lalu algoritma Artificial Intelligence (AI) perusahaan gagal mendeteksi secara otomatis video streaming langsung pembunuhan massal di Christchurch minggu lalu.

Facebook sebelumnya mengumbar kemampuan kecerdasan buatannya dan teknik machine learning bisa mendeteksi dan mencegah penyebaran konten berbahaya di platformnya. Faktanya, perangkat lunak pengenal gambar mereka tidak bisa menangkap semua konten berbahaya, bahkan dengan mempekerjakan insinyur terbaik dan digaji tinggi di Silicon Valley sekalipun.

Di Facebook, ada satu tim yang terdiri dari 15.000 moderator konten yang diberi kewenangan meninjau, mengizinkan atau menghapus, tumpukan dan tumpukan gambar dan video yang secara psikologis berbahaya yang dikirimkan ke Facebook setiap jamnya. Pekerjaan ini sangat merepotkan jika dikerjakan secara manual, makanya pekerjaan itu diserahkan pada algoritma.

Baca Juga: Sosok Pembunuh Keji Jamaah Masjid Christchurch Dinilai Jenius

Jumat lalu, seorang pria bersenjata melakukan streaming langsung di Facebook Live pada 17 menit pertama pembunuhan di Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, menewaskan 50 orang dan banyak yang terluka. Video ini tidak memicu sistem deteksi otomatis Facebook. Facebook kemudian menghapus 1,5 juta salinan rekaman itu dari situs webnya ketika para troller, rasis, dan orang gila membagikan videonya di seluruh web.

Veep of Product Management Facebook, Guy Rosen menyatakan kegagalan itu karena kurangnya pelatihan data. Jaringan saraf saat ini perlu memeriksa ribuan atau jutaan contoh untuk mempelajari pola dalam data untuk mulai mengidentifikasi hal-hal seperti konten pornografi atau kekerasan.

"Pendekatan ini telah bekerja sangat baik untuk konten seperti pornografi, propaganda teroris dan juga kekerasan grafis di mana ada sejumlah besar contoh yang dapat kita gunakan untuk melatih sistem kita. Namun, video ini tidak memicu sistem deteksi otomatis kami. Untuk mencapai itu kami masih perlu menyediakan sistem kami dengan volume data yang besar dari jenis konten seperti ini, sesuatu yang sulit karena peristiwa ini sangat jarang," kata dia belum lama ini.

Baca Juga: Facebook Hapus 1,5 Juta Video Tragedi Berdarah Selandia Baru

Sistem komputer vision juga dapat dengan mudah dibodohi dengan false positif. Sulit bagi mereka untuk membedakan ketika tembakan berasal dari serangan teroris yang nyata, atau dari film aksi atau permainan menembak orang pertama (FPS). Jadi akan selalu diperlukan moderator manusia yang dapat membedakannya sampai Facebook dapat melatih AI-nya dengan lebih baik.

Setelah video tersebar ke ribuan orang yang ditandai di Facebook, video itu tidak dihapus sampai polisi di Selandia Baru langsung menghubungi Facebook dan menintanya untuk menghapusnya. Rekaman itu dilaporkan oleh satu netizen dengan alasan "alasan selain bunuh diri," dan untuk alasan itu, tampaknya telah terbentur daftar prioritas moderator.

“Sebagai pembelajaran dari ini, kami sedang memeriksa kembali logika pelaporan dan pengalaman kami untuk video langsung dan baru-baru ini untuk memperluas kategori yang akan mendapatkan quick review,” tambah dia.

Video sulit dideteksi secara visual dan oral

Setelah siaran berakhir, video ditonton 4.000 kali lagi, dan satu atau lebih pengguna berhasil menangkap rekaman tersebut, dan mengoleskannya di situs berbagi gambar lainnya seperti 8chan. Perusahaan telekomunikasi Australia dan Selandia Baru memblokir akses ke situs web itu dan yang lainnya. 

Dalam 24 jam pertama, sistem Facebook, setelah mengetahui rekamannya, berhasil menghapus 1,2 juta salinan video yang diunggah ke platformnya. Bahkan kemudian, 300.000 video lainnya berhasil melewati filter, dan dihapus setelah di-posting.

Baca Juga: Stop di Kamu, Jangan Viralkan Konten Aksi Penembakan Selandia Baru

Ini karena ada cara untuk mengakali algoritma. Rekaman dapat dipotong ulang dengan bingkai yang sedikit berbeda, dan dapat memiliki tingkat kualitas yang berbeda-beda, untuk menghindari deteksi. Facebook juga sebenarnya mencoba mengidentifikasi video dengan mencocokkan konten audio, tapi itu tidak terlalu efektif karena mudah untuk menghapus suara asli dan menggantinya dengan suara lain yang terdengar tidak berbahaya.

"Secara total, kami menemukan dan memblokir lebih dari 800 varian video yang berbeda secara visual yang beredar. Video ini berbeda dari propaganda resmi teroris dari organisasi seperti ISIS - yang sementara didistribusikan kepada sejumlah pengikut inti, tidak disiarkan ulang oleh organisasi media mainstream dan tidak dibagikan ulang secara luas oleh individu," tambah Rosen.

Namun Facebook tidak menyerah, dan berharap untuk menggunakan sebagian dari keuntungan $22 miliar mereka tahun lalu untuk meningkatkan "teknologi yang cocok" sehingga dapat "menghentikan penyebaran video viral seperti ini," dan bereaksi lebih cepat untuk video langsung sedang ditandai.

“Apa yang terjadi di Selandia Baru sangat mengerikan. Hati kami bersama para korban, keluarga dan komunitas yang terkena dampak serangan mengerikan ini,”  tambah Rosen

Tag: Masjid Al Noor, Selandia Baru, Facebook

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Kumairoh

Foto: Reuters/Dado Ruvic

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.33 3,735.70
British Pound GBP 1.00 18,375.19 18,187.78
China Yuan CNY 1.00 2,109.36 2,088.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,087.54 9,986.33
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,803.65 1,785.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,436.64 10,331.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,920.17 15,755.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,426.15 3,388.15
Yen Jepang JPY 100.00 12,659.93 12,531.31

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6462.822 48.079 632
2 Agriculture 1471.418 6.415 21
3 Mining 1816.490 35.325 47
4 Basic Industry and Chemicals 835.511 4.182 71
5 Miscellanous Industry 1327.492 19.942 46
6 Consumer Goods 2506.880 31.053 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.243 -0.634 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.999 14.156 73
9 Finance 1303.709 2.892 91
10 Trade & Service 815.278 5.604 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 466 580 114 24.46
2 ABBA 147 169 22 14.97
3 LUCK 840 960 120 14.29
4 BCAP 149 170 21 14.09
5 ALMI 525 595 70 13.33
6 CNTX 505 570 65 12.87
7 GSMF 110 123 13 11.82
8 JSKY 1,080 1,200 120 11.11
9 ZINC 555 615 60 10.81
10 MYTX 75 83 8 10.67
No Code Prev Close Change %
1 TRIS 266 200 -66 -24.81
2 ARTA 535 406 -129 -24.11
3 MTPS 1,210 920 -290 -23.97
4 CPRI 168 131 -37 -22.02
5 TRIO 155 121 -34 -21.94
6 IIKP 125 99 -26 -20.80
7 MTSM 238 202 -36 -15.13
8 BBLD 565 480 -85 -15.04
9 GHON 1,500 1,275 -225 -15.00
10 MKPI 17,175 15,000 -2,175 -12.66
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 168 131 -37 -22.02
2 BGTG 82 83 1 1.22
3 TLKM 3,780 3,850 70 1.85
4 TRAM 111 112 1 0.90
5 ABBA 147 169 22 14.97
6 FREN 312 298 -14 -4.49
7 BUMI 113 125 12 10.62
8 ERAA 1,495 1,585 90 6.02
9 UNTR 26,075 27,200 1,125 4.31
10 ESTI 109 100 -9 -8.26