Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:50 WIB. Acer - Acer rilis dua Chromebook khusus untuk pekerja frontliner.
  • 20:49 WIB. Huawei - Huawei pastikan ponsel layar lipatnya Mate X meluncur pertengahn tahun ini.
  • 20:49 WIB. SnapChat - Pengguna aktif harian SnapChat meningkat jadi 190 juta.
  • 20:48 WIB. Oppo - Oppo rilis F11 Pro edisi Avengers Endgame, harganya Rp5,299 juta.
  • 20:48 WIB. Danamart - Danamart target salurkan Rp200 miliar tahun ini.
  • 20:21 WIB. Alibaba - Alibaba Cloud kuasai 19,6% pasar Asia Pasifik untuk IaaS dan IUS.

Enggak Perlu Modal, Bisnis Jastip Bisa Raup Keuntungan Selangit

Enggak Perlu Modal, Bisnis Jastip Bisa Raup Keuntungan Selangit - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Siapa yang akan menolak jika dapat melancong secara gratis bahkan mereggut "cuan" dari hasil bepergian itu? Anda bisa melakukannya dengan mendalami profesi baru sebagai layanan jasa titip atau jastip, terutama jika Anda melancong ke luar negeri.

Awalnya, layanan jastip muncul karena masyarakat kesulitan mendapatkan suatu produk, terutama mereka yang bukan tinggal di kota besar. Bahkan orang-orang yang tinggal di kota besar seperti Jakarta pun terkendala jarak, waktu dan biaya manakala ingin berbelanja suatu produk yang lokasinya jauh dari tempat tinggalnya, apalagi luar negeri.

Itulah yang dirasakan Yunita Hayashi yang tinggal di Jakarta. Perempuan berusia 30 tahun itu mengaku kesulitan mencari barang yang hanya dijual di luar negeri dan tidak masuk pasar Indonesia.

Ia mencontohkan baju yang ingin dibelinya hanya ada di Thailand. Tapi, Yunita tentu akan banyak mengeluarkan uang untuk pergi langsung ke Negeri Gajah Putih sekadar membeli pakaian.

Baca Juga: Modal Sepiyik, Bisnis Jastip Buka Peluang Apik

Yunita mengaku alternatif membeli pakaian itu di toko pada situs layanan jual-beli dalam jaringan (online) punya kelemahan tentang kualitas barang yang ditawarkan. Maka, cara yang ditempuh adalah menitip ke temannya yang akan melancong ke Thailand.

"Kalau ke Thailand misalnya, ongkos perginya justru malah lebih mahal dibanding harga baju yang dijual. Tentu saya lebih memilih jastip," ujar Yunita kepada Antara, Kamis (21/3/2019).

Bukan hanya menikmati jasa, pengalaman sebagai penyedia jastip pun telah dijalani Yunita ketika jalan-jalan ke luar negeri. Sejumlah teman Yunita menitip barang, terutama untuk produk yang tidak tersedia di dalam negeri.

Alasan itulah yang mendorong Yunita bersama rekannya Daniel Wijono (40) untuk membuat aplikasi Gibby yang mempertemukan antara penyedia layanan jastip atau disebut "jastipers" dan pembeli barang.

Aplikasi Gibby menjadi perantara yang memudahkan setiap orang menjadi penjual dan menawarkan barang-barang kepada pembeli.

"Kami mengutamakan aspek keamanan para pengguna layanan jastip saat berbelanja karena Gibby menggunakan rekening bersama. Jadi setelah sepakat harga dan barang, pembeli mengirimkan uang ke Gibby setelah diterima akan diteruskan ke jastipers," kata Daniel.

Daniel pun memutuskan untuk fokus pada pengembangan Gibby dan melepaskan pekerjaan sebelumnya sebagai karyawan sebuah bank swasta di Jakarta menyusul potensi bisnis aplikasi buatannya itu.

Baca Juga: Apa Itu Personal Shopper?

Pakaian hingga pembasmi kecoa

Sejak dirintis pada 2017 dan diluncurkan pada 2018, permintaan demi permintaan barang jastip terus hadir dalam Gibby.

Daniel menuturkan barang-barang jastip dari luar negeri yang paling menjadi pilihan pengguna adalah pernak-pernik khas suatu negara, seperti pakaian, makanan, mainan, dan kosmetik. Tapi, ada juga pemesan yang menitip barang unik misalnya obat pengusir kecoa.

"Saya juga heran, ternyata ada juga yang titip itu. Barang yang sebelumnya tidak kami pikirkan," katanya.

Saat ini, aplikasi Gibby sudah memiliki lebih dari 3.000 pengguna, baik sebagai jastipers maupun pembeli. Gibby, lanjut Daniel, bukan menjadi pesaing para jastipers melainkan ikut membantu mereka dalam mendapatkan barang.

"Proses yang semula dilakukan manual melalui aplikasi Whatsapp atau Instagram menjadi melalui aplikasi kami," kata Yunita menimpali.

Gibby punya perbedaan mencolok dengan toko-toko online yaitu jaminan keaman dan kepercayaan pembelian barang.

Daniel mengatakan potensi penipuan seringkali muncul jika para pengguna memanfaatkan layanan toko online ataupun secara manual. Pembeli dapat berkomunikasi secara intens sekaligus melihat langsung barang yang diinginkan melalui Gibby, bahkan bertanya mengenai kualitas barang.

"Jadi, kami tidak menggunakan sistem stok seperti layanan toko online, tapi langsung beli saat menemukan barang. Ini sangat membantu pembeli dan penjual. Mereka sama-sama diuntungkan," katanya.

Baca Juga: Bisnis: Perjalanan dari Baik Menjadi Hebat

Keuntungan

Menurut Daniel, keuntungan yang didapatkannya dari Gibby berasal dari pembagian komisi antara penjual dan pembeli, di luar biaya transfer dan biaya kartu kredit.

Daniel optimistis pendapatan Gibby tidak hanya berasal dari pembagian komisi itu tapi juga dari hasil kerjasama dengan sejumlah merek-merek barang yang di-inginkan para pengguna.

"Saat ini, kami lebih fokus pada peningkatan jumlah para pengguna. Berikutnya, kami akan jalin kerja sama dengan pihak-pihak lain," katanya.

Berkembangnya layanan jastip itu menjadi peluang bagi para pengembang aplikasi. Selain Gibby, pengguna juga dapat menemukan berbagai aplikasi jastip lain seperti HelloBly, Jaztip, Airfrov, dan Bistip.

Fathia Uqimul (23), warga Bandung, mengaku sangat diuntungkan dengan layanan jastip.

"Biasanya, biaya yang dikenakan tergantung dari harga barang. Misal, pakaian seharga Rp100 ribu maka jasa titipnya Rp20 ribu. Tapi, harga itu juga tergantung dari kemampuan kita untuk menawar," katanya.

Interaksi yang dilakukan pun dapat disaksikan langsung melalui aplikasi panggilan video. Setelah barang yang diminta telah ditemukan jastipers, pembeli dan penjual menyepakati ongkos jasa dan ongkos kirim.

Bukan hanya sebagai pembeli, Fathia juga merasakan keuntungan sebagai penyedia jastip saat berbelanja di sebuah jaringan ritel yang menjual aneka ragam barang di Bandung.

Fathia mengunggah foto cerita lewat Instagram saat berada di toko itu. Permintaan penitipan barang berupa alat kosmetik, aksesoris hingga tas kecil, dari lingkungan pertemanan di media sosial itu pun muncul satu-per-satu.

Dalam sekali jastip, dia meraup keuntungan hingga ratusan ribu rupiah. Fathia bahkan tidak perlu mengeluarkan uang untuk barang yang dibelinya karena telah terbayar dari hasil biaya jastip.

"Pertama kali dapat Rp200 ribu. Itu bersihnya, bukan plus ongkos kirim," kata dia.

Ongkos jastip ini bukan menjadi satu-satunya pendapatan utama para jastipers. Fathia mengaku punya keuntungan lain yang bisa diperoleh seperti voucher belanja, diskon, dan cash back lantaran belanja dalam jumlah besar.

Tag: Jasa Titip (Jastip), Tips Bisnis

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Kumairoh

Foto: Unsplash/freestocks

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,782.13 3,743.97
British Pound GBP 1.00 18,347.13 18,157.82
China Yuan CNY 1.00 2,110.41 2,089.28
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,183.00 14,041.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,986.25 9,883.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.85 1,790.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.96 10,334.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,907.65 15,742.77
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,433.31 3,396.47
Yen Jepang JPY 100.00 12,678.11 12,548.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6447.885 -14.937 632
2 Agriculture 1442.951 -28.467 21
3 Mining 1811.281 -5.209 47
4 Basic Industry and Chemicals 822.905 -12.606 71
5 Miscellanous Industry 1326.618 -0.874 46
6 Consumer Goods 2506.178 -0.702 52
7 Cons., Property & Real Estate 493.676 2.433 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.416 -0.583 73
9 Finance 1299.327 -4.382 91
10 Trade & Service 818.653 3.375 156
No Code Prev Close Change %
1 CAKK 113 141 28 24.78
2 OASA 300 374 74 24.67
3 MBSS 600 705 105 17.50
4 WIIM 256 300 44 17.19
5 KONI 272 318 46 16.91
6 MKPI 15,000 17,175 2,175 14.50
7 FAST 2,100 2,400 300 14.29
8 HDFA 142 162 20 14.08
9 ARTA 406 458 52 12.81
10 MTPS 920 1,035 115 12.50
No Code Prev Close Change %
1 HRME 580 460 -120 -20.69
2 CNTX 570 454 -116 -20.35
3 CPRI 131 112 -19 -14.50
4 ALKA 390 340 -50 -12.82
5 TRIO 121 108 -13 -10.74
6 BUVA 124 111 -13 -10.48
7 LMSH 620 555 -65 -10.48
8 TMPO 178 160 -18 -10.11
9 GSMF 123 111 -12 -9.76
10 MYTX 83 75 -8 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 131 112 -19 -14.50
2 JPFA 1,765 1,675 -90 -5.10
3 CAKK 113 141 28 24.78
4 ERAA 1,585 1,655 70 4.42
5 SWAT 118 124 6 5.08
6 CPIN 6,050 5,625 -425 -7.02
7 TLKM 3,850 3,840 -10 -0.26
8 APII 184 185 1 0.54
9 ACES 1,625 1,630 5 0.31
10 BBRI 4,430 4,400 -30 -0.68