Portal Berita Ekonomi Kamis, 04 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Yuan pada level 7,12 CNY/USD.
  • 17:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,44% pada level 6.354.
  • 17:03 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,17% pada level 24.366.
  • 17:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,25% pada level 2.707.
  • 17:01 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,36% pada level 22.695.
  • 17:00 WIB. Bursa Indeks Shanghai ditutup negatif 0,14% pada level 2.919.
  • 16:59 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,19% pada level 2.151.

Enggak Perlu Modal, Bisnis Jastip Bisa Raup Keuntungan Selangit

Enggak Perlu Modal, Bisnis Jastip Bisa Raup Keuntungan Selangit
WE Online, Jakarta -

Siapa yang akan menolak jika dapat melancong secara gratis bahkan mereggut "cuan" dari hasil bepergian itu? Anda bisa melakukannya dengan mendalami profesi baru sebagai layanan jasa titip atau jastip, terutama jika Anda melancong ke luar negeri.

Awalnya, layanan jastip muncul karena masyarakat kesulitan mendapatkan suatu produk, terutama mereka yang bukan tinggal di kota besar. Bahkan orang-orang yang tinggal di kota besar seperti Jakarta pun terkendala jarak, waktu dan biaya manakala ingin berbelanja suatu produk yang lokasinya jauh dari tempat tinggalnya, apalagi luar negeri.

Itulah yang dirasakan Yunita Hayashi yang tinggal di Jakarta. Perempuan berusia 30 tahun itu mengaku kesulitan mencari barang yang hanya dijual di luar negeri dan tidak masuk pasar Indonesia.

Ia mencontohkan baju yang ingin dibelinya hanya ada di Thailand. Tapi, Yunita tentu akan banyak mengeluarkan uang untuk pergi langsung ke Negeri Gajah Putih sekadar membeli pakaian.

Baca Juga: Modal Sepiyik, Bisnis Jastip Buka Peluang Apik

Yunita mengaku alternatif membeli pakaian itu di toko pada situs layanan jual-beli dalam jaringan (online) punya kelemahan tentang kualitas barang yang ditawarkan. Maka, cara yang ditempuh adalah menitip ke temannya yang akan melancong ke Thailand.

"Kalau ke Thailand misalnya, ongkos perginya justru malah lebih mahal dibanding harga baju yang dijual. Tentu saya lebih memilih jastip," ujar Yunita kepada Antara, Kamis (21/3/2019).

Bukan hanya menikmati jasa, pengalaman sebagai penyedia jastip pun telah dijalani Yunita ketika jalan-jalan ke luar negeri. Sejumlah teman Yunita menitip barang, terutama untuk produk yang tidak tersedia di dalam negeri.

Alasan itulah yang mendorong Yunita bersama rekannya Daniel Wijono (40) untuk membuat aplikasi Gibby yang mempertemukan antara penyedia layanan jastip atau disebut "jastipers" dan pembeli barang.

Aplikasi Gibby menjadi perantara yang memudahkan setiap orang menjadi penjual dan menawarkan barang-barang kepada pembeli.

"Kami mengutamakan aspek keamanan para pengguna layanan jastip saat berbelanja karena Gibby menggunakan rekening bersama. Jadi setelah sepakat harga dan barang, pembeli mengirimkan uang ke Gibby setelah diterima akan diteruskan ke jastipers," kata Daniel.

Daniel pun memutuskan untuk fokus pada pengembangan Gibby dan melepaskan pekerjaan sebelumnya sebagai karyawan sebuah bank swasta di Jakarta menyusul potensi bisnis aplikasi buatannya itu.

Baca Juga: Apa Itu Personal Shopper?

Pakaian hingga pembasmi kecoa

Sejak dirintis pada 2017 dan diluncurkan pada 2018, permintaan demi permintaan barang jastip terus hadir dalam Gibby.

Daniel menuturkan barang-barang jastip dari luar negeri yang paling menjadi pilihan pengguna adalah pernak-pernik khas suatu negara, seperti pakaian, makanan, mainan, dan kosmetik. Tapi, ada juga pemesan yang menitip barang unik misalnya obat pengusir kecoa.

"Saya juga heran, ternyata ada juga yang titip itu. Barang yang sebelumnya tidak kami pikirkan," katanya.

Saat ini, aplikasi Gibby sudah memiliki lebih dari 3.000 pengguna, baik sebagai jastipers maupun pembeli. Gibby, lanjut Daniel, bukan menjadi pesaing para jastipers melainkan ikut membantu mereka dalam mendapatkan barang.

"Proses yang semula dilakukan manual melalui aplikasi Whatsapp atau Instagram menjadi melalui aplikasi kami," kata Yunita menimpali.

Gibby punya perbedaan mencolok dengan toko-toko online yaitu jaminan keaman dan kepercayaan pembelian barang.

Daniel mengatakan potensi penipuan seringkali muncul jika para pengguna memanfaatkan layanan toko online ataupun secara manual. Pembeli dapat berkomunikasi secara intens sekaligus melihat langsung barang yang diinginkan melalui Gibby, bahkan bertanya mengenai kualitas barang.

"Jadi, kami tidak menggunakan sistem stok seperti layanan toko online, tapi langsung beli saat menemukan barang. Ini sangat membantu pembeli dan penjual. Mereka sama-sama diuntungkan," katanya.

Baca Juga: Bisnis: Perjalanan dari Baik Menjadi Hebat

Keuntungan

Menurut Daniel, keuntungan yang didapatkannya dari Gibby berasal dari pembagian komisi antara penjual dan pembeli, di luar biaya transfer dan biaya kartu kredit.

Daniel optimistis pendapatan Gibby tidak hanya berasal dari pembagian komisi itu tapi juga dari hasil kerjasama dengan sejumlah merek-merek barang yang di-inginkan para pengguna.

"Saat ini, kami lebih fokus pada peningkatan jumlah para pengguna. Berikutnya, kami akan jalin kerja sama dengan pihak-pihak lain," katanya.

Berkembangnya layanan jastip itu menjadi peluang bagi para pengembang aplikasi. Selain Gibby, pengguna juga dapat menemukan berbagai aplikasi jastip lain seperti HelloBly, Jaztip, Airfrov, dan Bistip.

Fathia Uqimul (23), warga Bandung, mengaku sangat diuntungkan dengan layanan jastip.

"Biasanya, biaya yang dikenakan tergantung dari harga barang. Misal, pakaian seharga Rp100 ribu maka jasa titipnya Rp20 ribu. Tapi, harga itu juga tergantung dari kemampuan kita untuk menawar," katanya.

Interaksi yang dilakukan pun dapat disaksikan langsung melalui aplikasi panggilan video. Setelah barang yang diminta telah ditemukan jastipers, pembeli dan penjual menyepakati ongkos jasa dan ongkos kirim.

Bukan hanya sebagai pembeli, Fathia juga merasakan keuntungan sebagai penyedia jastip saat berbelanja di sebuah jaringan ritel yang menjual aneka ragam barang di Bandung.

Fathia mengunggah foto cerita lewat Instagram saat berada di toko itu. Permintaan penitipan barang berupa alat kosmetik, aksesoris hingga tas kecil, dari lingkungan pertemanan di media sosial itu pun muncul satu-per-satu.

Dalam sekali jastip, dia meraup keuntungan hingga ratusan ribu rupiah. Fathia bahkan tidak perlu mengeluarkan uang untuk barang yang dibelinya karena telah terbayar dari hasil biaya jastip.

"Pertama kali dapat Rp200 ribu. Itu bersihnya, bukan plus ongkos kirim," kata dia.

Ongkos jastip ini bukan menjadi satu-satunya pendapatan utama para jastipers. Fathia mengaku punya keuntungan lain yang bisa diperoleh seperti voucher belanja, diskon, dan cash back lantaran belanja dalam jumlah besar.

Baca Juga

Tag: Jasa Titip (Jastip), Tips Bisnis

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Kumairoh

Foto: Unsplash/freestocks

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,792.68 3,753.94
British Pound GBP 1.00 17,847.46 17,668.46
China Yuan CNY 1.00 1,997.28 1,977.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,235.83 14,094.18
Dolar Australia AUD 1.00 9,818.45 9,717.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,836.79 1,818.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,167.72 10,060.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,974.02 15,809.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,336.26 3,296.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,072.39 12,938.75
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4916.704 -24.302 693
2 Agriculture 1003.733 6.008 22
3 Mining 1269.161 -12.889 49
4 Basic Industry and Chemicals 761.610 -6.134 78
5 Miscellanous Industry 863.716 -13.173 52
6 Consumer Goods 1822.498 -15.789 58
7 Cons., Property & Real Estate 337.177 4.167 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 902.810 2.821 78
9 Finance 1022.924 -4.415 93
10 Trade & Service 608.678 -5.629 173
No Code Prev Close Change %
1 TECH 160 216 56 35.00
2 KBLV 382 470 88 23.04
3 NOBU 635 770 135 21.26
4 MASA 372 450 78 20.97
5 BOLT 665 800 135 20.30
6 BRNA 1,000 1,200 200 20.00
7 ASRM 1,685 1,985 300 17.80
8 MLPT 705 820 115 16.31
9 POLU 700 800 100 14.29
10 ZINC 148 168 20 13.51
No Code Prev Close Change %
1 DIVA 1,145 1,065 -80 -6.99
2 VICO 101 94 -7 -6.93
3 BYAN 14,450 13,450 -1,000 -6.92
4 KBLM 318 296 -22 -6.92
5 BIKA 188 175 -13 -6.91
6 NATO 464 432 -32 -6.90
7 NICK 348 324 -24 -6.90
8 SINI 725 675 -50 -6.90
9 GTBO 87 81 -6 -6.90
10 HRME 131 122 -9 -6.87
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,100 3,060 -40 -1.29
2 PURA 75 77 2 2.67
3 BBCA 28,900 28,950 50 0.17
4 PGAS 970 955 -15 -1.55
5 TLKM 3,290 3,300 10 0.30
6 BBTN 1,010 975 -35 -3.47
7 WSKT 665 705 40 6.02
8 BMRI 4,860 4,730 -130 -2.67
9 BBNI 4,130 4,140 10 0.24
10 TKIM 4,750 4,850 100 2.11