Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

RIM Direlaksasi, BI Yakin Kredit Bank Masih Bisa Dioptimalkan

RIM Direlaksasi, BI Yakin Kredit Bank Masih Bisa Dioptimalkan - Warta Ekonomi
WE Online, Yogyakarta -

Bank Indonesia (BI) melakukan relaksasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif dengan menaikkan kisaran batasan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dari 80-92% menjadi 84-94%.

Relaksasi ini dikeluarkan karena BI menilai perbankan belum lakukan ekspansi dalam penyaluran pembiayaan, meskipun pertumbuhan kredit dalam tren menanjak. Tercatat, pada Januari 2019 kredit perbankan tumbuh 12%.

"Kita lihat bank justru belum ekspansi wlaupun kredit growth sudah diatas tapi hanya di titik tertentu saja. Secara long term kita masih di bawah (rasio kredit tidak berlebihan)," kata Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Ita Rulina, saat Pelatihan Wartawan Ekonomi dan Moneter di Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019).

Baca Juga: BI Yakin Neraca Pembayaran Kembali Surplus di Triwulan I 2019

Berdasarkan penelurusan BI, kata Ita, masih banyak bank yang rasio RIM-nya di batas bawah ketentuan rasio RIM sebelum dilakukan relaksasi.

"Ada 21 bank yang RIM-nya dibawah 80%. Artinya ada bank yang kalau kita berikan kebijakan lebih akomodatif dia bisa akselerasi lagi kreditnya," jelas Ita.

Apalagi, lanjutnya, bila melihat likuiditas perbankan, ternyata masih banyak perbankan yang menaruh Dana Pihak Ketiga (DPK)-nya pada alat likuid. Pada Januari 2019 rasio AL/DPK perbankan Indonesia berada di level 20,25%, menunjukkan tren yang meningkat dibandingkan Desember 2018 yang berada di level 19,3%.

Ita menuturkan relaksasi ini juga akan memberikan kesempatan kepada perbankan untuk menyalurkan pembiayaan produktif kepada korporasi melalui pembelian Surat Berharga korporasi.

"RIM memperluas komponen kredit atau pembiayaan dengan memasukkan surat surat berharga yang dibeli oleh bank. Dampak langsungnya apa, bank buku III dan IV nggak ada isu. Tapi bank buku lain, dia bisa tetap salurkan kredit ke sektor produktif dengan membeli surat berharga korporasi," tuturnya.

Baca Juga: Kurangi CAD, Pemerintah dan BI Genjot Devisa Pariwisata US$17,6 Miliar

Tag: Bank Indonesia (BI), kredit perbankan

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading