Portal Berita Ekonomi Jum'at, 26 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:23 WIB. Tiket - Harga tiket pesawat masih mencekik dan menghambat ekonomi nasional.
  • 20:23 WIB. Tiket - Ketua Dewan Penasehat Asita NTB hingga kini masih menunggu realisasi harga tiket pesawat normal.
  • 20:22 WIB. Tiket - Bagi industri perhotelan dan travel agent, harga tiket pesawat pengaruhi okupansi dan jumlah wisatawan Nusantara.
  • 20:21 WIB. BTN - BTN bina 10.812 petani di Purwakarta.
  • 20:20 WIB. PPN - Pemeran Pangan Nusantara ke 16 kerek peluang investasi produk unggulan daerah.
  • 20:19 WIB. BGR - Kementerian BUMN rombak susunan direksi BGR Logistics.
  • 20:19 WIB. PLN - PLN kejar rasio elektrifikasi 98% di Sumbar tahun ini.
  • 20:18 WIB. Darmin - Menko Darmin Nasution sebut Kemenhub menyerah soal harga tiket pesawat.
  • 20:18 WIB. Lebaran - Uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Batam siap layani angkutan lebaran 2019.
  • 20:17 WIB. Vaksin - Sri Mulyani ingin Bio Farma pacu produksi vaksin.
  • 20:16 WIB. BSK - Wamen Arcandra: repsol akan mempercepat produksi Blok Saka Kemang.
  • 20:15 WIB. Tiket - Kemenhub punya hak mengatur tarif pesawat jika harganya tak wajar.
  • 20:14 WIB. Tani - Kementan dan Bappenas sepakat bersinergi untuk meningkatkan produksi pertanian.
  • 20:14 WIB. Menhub - Menteri Perhubungan dorong Ditjen Perhubungan Udara manfaatkan revolusi industri 4.0.
  • 20:13 WIB. Bandara - Terminal 2F Bandara Soekarno-hatta dijadikan khusus penerbangan berbiaya murah.

Tiket Pesawat Mahal, CBF Harapkan Maskapai Lakukan Efisiensi

Tiket Pesawat Mahal, CBF Harapkan Maskapai Lakukan Efisiensi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Meroketnya harga tiket pesawat sejak Januari 2019 kian menjadi polemik di masyarakat. Hal ini diakui Menteri Pariwisata, Arief Yahya, yang juga mengatakan kenaikan harga tiket pesawat berdampak pada dunia industri pariwisata.

Ketua Umum CEO Business Forum (CBF) Indonesia, Jahja B Soenarjo, mengatakan maskapai perlu melakukan efisiensi dan inovasi untuk mengatasi persoalan tiket mahal tersebut. Ia membandingkan dengan maskapai asing yang bisa menyediakan harga tiket pesawat lebih murah untuk rute-rute internasional.

"Aneh bila Jakarta-Tokyo PP (pulang-pergi) lebih murah daripada Jakarta-Jayapura PP," kata Jahja kepada Warta Ekonomi melalui pesan singkat di Jakarta.

Jahja menjelaskan ada banyak faktor yang menjadi penyebab harga tiket pesawat mahal, di antaranya adalah biaya operasional seperti avtur, SDM, ground-handling, dan lain-lain.

"Lalu beban sewa atau leasing biaya perawatan yang semuanya berbasis dolar. Belum lagi, loading factor yang tidak kalah penting dan untuk rute-rute tertentu masih rendah, tentunya harus dilakukan subsidi silang," ujarnya.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Mahal, Salah Siapa?

Akan tetapi, imbuhnya, setelah kebijakan bagasi berbayar yang membuat harga secara total menjadi kian mahal maka ditengarai adanya tujuan yang lebih tendensius kepada memaksimalisasi keuntungan maskapai penerbangan.  

"Mengenai isyu adanya kartel, saya rasa tak sudah tak terhindarkan dan kalau ingin dikatakan tidak sehat, mungkin saja. Di sisi lain secara bisnis maskapai tersebut tentunya berusaha selamat (survive) sekaligus mencetak laba yang gurih. Setelah beberapa terpaksa mengibarkan bendera putih seperti Merpati, Batavia, dan Sriwijaya," tutur Jahja.

Jahja mengharapkan agar pemerintah selaku pemangku kebijakan dapat memberikan arah yang jelas serta turut berperan mencari solusi bagi industri penerbangan. Pemerintah juga diharapkan dapat memfasilitasi program efisiensi terintegrasi dalam mata rantai industri penerbangan.

"Di antara semua pemangku kepentingan untuk mendapatkan rumusan yang tidak merugikan pihak manapun, dan prioritasnya adalah masyarakat pengguna jasa penerbangan menjadi puas dan senang, ekonomi berjalan lebih cepat dan sektor pariwisata lebih hidup lagi," paparnya.

Tag: Pesawat, CEO Business Forum (CBF) Indonesia, Jahja B Soenarjo

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,802.70 3,763.93
British Pound GBP 1.00 18,402.67 18,212.34
China Yuan CNY 1.00 2,118.50 2,097.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,259.00 14,117.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,024.08 9,917.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,817.92 1,799.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,480.71 10,374.81
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,883.10 15,722.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,453.38 3,416.51
Yen Jepang JPY 100.00 12,770.02 12,641.71

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6401.080 28.293 632
2 Agriculture 1425.748 3.867 21
3 Mining 1789.597 -4.457 47
4 Basic Industry and Chemicals 810.428 1.649 71
5 Miscellanous Industry 1323.098 15.290 46
6 Consumer Goods 2455.145 2.953 52
7 Cons., Property & Real Estate 484.000 -1.163 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1174.876 18.670 73
9 Finance 1296.486 6.756 91
10 Trade & Service 815.999 1.120 156
No Code Prev Close Change %
1 POOL 2,470 2,990 520 21.05
2 TFCO 520 620 100 19.23
3 ALKA 340 404 64 18.82
4 CPRI 101 114 13 12.87
5 RANC 380 418 38 10.00
6 SGRO 2,260 2,480 220 9.73
7 MBSS 655 715 60 9.16
8 TALF 284 310 26 9.15
9 PNSE 605 655 50 8.26
10 ASMI 635 685 50 7.87
No Code Prev Close Change %
1 MLPT 1,200 920 -280 -23.33
2 GOLD 500 390 -110 -22.00
3 INCF 585 480 -105 -17.95
4 HRME 440 372 -68 -15.45
5 OASA 360 306 -54 -15.00
6 TNCA 316 270 -46 -14.56
7 FAST 2,400 2,060 -340 -14.17
8 KONI 318 274 -44 -13.84
9 SOTS 216 190 -26 -12.04
10 YULE 153 136 -17 -11.11
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 101 114 13 12.87
2 BBRI 4,330 4,330 0 0.00
3 SWAT 125 127 2 1.60
4 JPFA 1,540 1,550 10 0.65
5 UNVR 46,400 45,500 -900 -1.94
6 LPPF 4,050 4,320 270 6.67
7 BMRI 7,650 7,725 75 0.98
8 GGRM 80,000 82,950 2,950 3.69
9 TLKM 3,830 3,910 80 2.09
10 FILM 850 850 0 0.00