Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:38 WIB. Mobil listrik - VW bicara intensif dengan Northvolt untuk batrei mobil listrik.
  • 19:47 WIB. ISIS - 3 orang Prancis dihukum mati di Irak karena terlibat ISIS.
  • 18:39 WIB. EU - 400 juta orang sedang memilih parlemen di Uni Eropa.

Dongkrak Pertumbuhan, BI Dorong Optimalisasi Sumber Ekonomi Baru di Riau

Dongkrak Pertumbuhan, BI Dorong Optimalisasi Sumber Ekonomi Baru di Riau - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Optimalisasi sumber ekonomi baru menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, baik nasional maupun daerah. Di Provinsi Riau, sektor pertanian dan pertambangan masih menjadi sektor andalan pertumbuhan ekonomi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengatakan, sektor pariwisata, optimalisasi ekonomi digital, pemberdayaan UMKM, dan dana wakaf untuk sektor produktif merupakan sumber ekonomi baru yang perlu dioptimalkan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Upaya mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru menjadi tantangan yang dihadapi Provinsi Riau untuk mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu dan menggali potensi sumber ekonomi baru lainnya.

"Untuk itu, peningkatan produktivitas yang berasal dari optimalisasi inovasi dan penggunaan teknologi dibutuhkan untuk mendorong kinerja," kata Sugeng pada serah terima jabatan (sertijab) Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau, hari ini, Senin (25/3/2019).

Sertijab dilakukan kepada Decymus selaku Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau yang baru, menggantikan Siti Astiyah.

Baca Juga: Stabilitas Harga Kunci Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta

Sugeng menuturkan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, BI senantiasa melakukan langkah-langkah penguatan peran Kantor Perwakilan BI dengan memperkuat bauran kebijakan dan mendorong pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru, antara lain dengan mendorong strategi pengembangan pariwisata dan mengoptimalkan potensi dari ekonomi digital. Dalam hal ini, dibutuhkan peningkatan produktivitas yang berasal dari optimalisasi inovasi dan penggunaan teknologi.

"Ekonomi digital diproyeksikan dapat menyumbang US$155 miliar terhadap PDB Indonesia dan pertumbuhan tenaga kerja sebesar 3,7 juta tenaga kerja pada 2025. Ekonomi digital juga dipandang mampu mengoptimalkan besarnya jumlah UMKM di Indonesia sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu, ekonomi syariah juga memiliki potensi yang besar dalam mendorong perekonomian melalui optimalisasi dana wakaf tunai untuk usaha produktif," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sugeng menyampaikan tiga poin penting kehadiran Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau. Pertama, pimpinan baru BI Riau diharapkan mampu meneruskan dan meningkatkan kontribusi BI di daerah, terutama dalam mendorong kinerja perekonomian di Riau melalui peran sebagai strategic advisor yang kredibel dan dapat diandalkan di daerah.

Kedua, penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam wadah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Ketiga, Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau diharapkan senantiasa memenuhi kebutuhan rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan dalam kondisi yang layak edar hingga ke daerah terpencil.

"Ke depan, BI akan senantiasa mengoptimalkan peran dan tugasnya guna menata sekaligus memperkuat peran kantor BI di daerah dengan memperhatikan perkembangan, tantangan, dan potensi ekonomi di wilayah setempat," tuturnya.

Baca Juga: Saat Gubernur Bank Indonesia Jadi "Tukang Jamu"

Tag: Bank Indonesia (BI), ekonomi daerah

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62