Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:12 WIB. Suspensi - BEI suspensi saham Kertas Basuki Racmat Indonesia Tbk (KBRI).
  • 13:59 WIB. Perindo - Perindo menggelar aksi menukar sampah dengan ikan konsumsi.
  • 13:16 WIB. Migas - Elnusa gunakan teknologi nodal untuk tingkatkan kualitas eksplorasi migas. 
  • 12:11 WIB. E-Commerce - Gojek rambah bisnis e-commerce dengan hadirkan fitur layanan Go-Mall. 
  • 12:10 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,06% ke level Rp14.084 per dolar AS. 
  • 12:10 WIB. Surplus - Sari Roti surplus Rp64,8 miliar di kuartal pertama tahun 2019. 
  • 12:06 WIB. Holding - Kementerian BUMN menargetkan pembentukan holding penerbangan rampung pada 2019.
  • 12:06 WIB. BBM - Pertumbuhan konsumsi BBM bergerak dinamis sepanjang Januari-April 2019.
  • 12:02 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,69% ke level 6.458,86 di akhir sesi I.
  • 11:57 WIB. BNI - BNI membidik penambahan jumlah kartu debit sebanyak 100.000 keping hingga akhir tahun ini.
  • 11:56 WIB. BNI - BNI menargetkan dapat menambah sekitar 5 juta rekening baru pada tahun ini.
  • 09:22 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,02% ke level Rp14.078 per dolar AS. 

Indef Cium Motif Rente Ekonomi di Impor Bawang Putih

Indef Cium Motif Rente Ekonomi di Impor Bawang Putih - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kebijakan pemerintah mengistimewakan Bulog untuk mengimpor bawang putih tanpa kewajiban menanam 5% dari total volume impor dipandang hanya akan menimbulkan rente komoditas ini semakin besar. Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai hal ini juga bertendensi melanggar persaingan usaha.

Alih-alih bisa menstabilkan harga, hak konsumen untuk mendapatkan harga bawang putih lebih murah pun dipertaruhkan.

"Bawang putih itu apa harus semua diurusi pemerintah? Saya justru curiga kalau itu dilakukan pemerintah hanya motif rente-rente ekonomi," kata peneliti Indef, Sugiyono Madelan melalui keterangan tertulisnya, Senin (25/3/2019).

Baca Juga: Duh, Impor Bawang Putih Bisa Ganggu Persaingan Usaha

Ia pun terang tidak setuju akan diskresi terhadap BUMN secara umum, maupun Bulog secara khusus. Perlakuan istimewa terhadap BUMN membuat persaingan usaha menjadi rusak karena menepiskan kesempatan untuk mencari keunggulan komparatif dan kompetitif dari suatu komoditas atau produk.

Pasalnya, kedua keunggulan tersebut baru bisa diperoleh apabila terjadi persaingan usaha yang sehat. Apabila BUMN semacam Bulog juga diberi perlakuan spesial, produk yang bagus dari luar akan terhambat untuk masuk ke dalam negeri.

Hambatan ini dikarenakan jatah untuk swasta bersaing menjadi berkurang. Sebaliknya, hal ini bisa menguntungkan pihak tertentu, jika kemudian Bulog menggamit pihak lain sebagai perpanjangan tangan.

"Nanti kan swasta yang tidak leluasa mendapatkan impor, kan belinya juga dari Bulog. Termasuk yang dulu-dulu kan juga begitu," ulas akademisi dari Universitas Mercubuana ini.

Sugiyono pun mengingatkan diskresi kepada Bulog ini sangat bisa mendapatkan protes keras dari dunia internasional. Pasalnya, hal yang sama pernah terjadi. Jelang reformasi, Bulog sempat mengurusi berbagai impor komoditas. World Trade Organization (WTO) pun melakukan protes keras sehingga ujungnya Bulog hanya ditugasi mengurusi komoditas-komoditas penting untuk hajat hidup orang banyak, seperti beras dan gula.

Baca Juga: Penugasan Bulog Jadi Importir Bawang Putih Dinilai Munculkan Persaingan Tak Sehat

Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga bawang putih memang bervariasi. Di beberapa daerah, harga bawang putih sudah menembus Rp40 ribu ke atas. Namun, di kawasan Barat Indonesia, harga komoditas yang satu ini masih berkisar Rp24-30 ribuan.

Tag: Bawang Putih, Perum Bulog

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Oky Lukmansyaha

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.33 3,735.70
British Pound GBP 1.00 18,375.19 18,187.78
China Yuan CNY 1.00 2,109.36 2,088.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,087.54 9,986.33
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,803.65 1,785.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,436.64 10,331.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,920.17 15,755.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,426.15 3,388.15
Yen Jepang JPY 100.00 12,659.93 12,531.31

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6414.743 -92.478 632
2 Agriculture 1465.003 -23.397 21
3 Mining 1781.165 -2.123 47
4 Basic Industry and Chemicals 831.329 -16.797 71
5 Miscellanous Industry 1307.550 -48.206 46
6 Consumer Goods 2475.827 -70.443 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.877 -6.552 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1148.843 -15.603 73
9 Finance 1300.817 -9.558 91
10 Trade & Service 809.674 -1.726 156
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 134 168 34 25.37
2 HRME 374 466 92 24.60
3 ESTI 94 109 15 15.96
4 RAJA 262 302 40 15.27
5 MDLN 260 286 26 10.00
6 IKBI 254 278 24 9.45
7 CSAP 585 640 55 9.40
8 LUCK 780 840 60 7.69
9 VOKS 260 280 20 7.69
10 FREN 290 312 22 7.59
No Code Prev Close Change %
1 KIOS 1,100 930 -170 -15.45
2 MAYA 8,100 7,000 -1,100 -13.58
3 IIKP 144 125 -19 -13.19
4 PTIS 306 266 -40 -13.07
5 AHAP 69 61 -8 -11.59
6 ABBA 163 147 -16 -9.82
7 LMPI 155 140 -15 -9.68
8 BMSR 138 125 -13 -9.42
9 INTD 166 151 -15 -9.04
10 JSKY 1,185 1,080 -105 -8.86
No Code Prev Close Change %
1 HMSP 3,630 3,440 -190 -5.23
2 MABA 55 52 -3 -5.45
3 JAYA 134 168 34 25.37
4 FREN 290 312 22 7.59
5 BBRI 4,460 4,440 -20 -0.45
6 CPRI 177 168 -9 -5.08
7 TLKM 3,860 3,780 -80 -2.07
8 BBCA 28,125 28,125 0 0.00
9 ANTM 885 855 -30 -3.39
10 WIKA 2,420 2,380 -40 -1.65