Portal Berita Ekonomi Senin, 01 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:21 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka menguat 0,05% pada level 24.399.
  • 09:20 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,51% terhadap Poundsterling pada level 1,2406 USD/GBP.
  • 09:19 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,28% terhadap Euro pada level 1,1132 USD/EUR.
  • 09:19 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,31% terhadap Yuan pada level 7,11 CNY/USD.
  • 09:18 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,10% terhadap Yen pada level 107,72 JPY/USD.
  • 09:16 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.737 USD/troy ounce. 
  • 09:16 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 37,61 USD/barel.
  • 09:15 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 35,25 USD/barel.

DPR: Bisa Saja Cukongnya Si A, Pelakunya Si B

DPR: Bisa Saja Cukongnya Si A, Pelakunya Si B
WE Online, Jakarta -

Dwan Perwakilan Rakyat (DPR) kembali menyuarakan kritik keras terhadap kebijakan impor bawang putih oleh Perusahaan Umum Badan Logistik (Perum Bulog). Komisi VI DPR mempertanyakan penunjukan ini.

Anggota Komisi VI Nasril Bahar mengatakan bahwa stabilisasi harga bawang putih bukanlah tugas Bulog, yang sesuai peraturan untuk bahan pokok. Jika kebijakan ini tetap dipaksakan, diprediksi akan membuat citra pemerintah buruk.

"Hari ini banyak pengusaha gulung tikar dan merampingkan perusahaannya karena pemerintah tidak berpihak pada peran swasta, tetapi lebih berperan pada BUMN. Saatnya BUMN yang bergerak di impor tidak perlu masuk lagi di situ karena mengecilkan peran swasta ke depan," kata Nasril Bahar melalui siaran pers yang diterima, Senin (25/3/2019).

Nasril menduga ada yang aneh dari kebijakan impor 100 ribu ton ke Bulog. "Setahu saya, Bulog enggak punya kemampuan finansial untuk melakukan hal seperti ini. Jadi, bisa saja cukongnya si A, tapi pelakunya si B. Ini yang kita pelajari," tukasnya.

Baca Juga: Indef Cium Motif Rente Ekonomi di Impor Bawang Putih

Karena proses penugasan tersebut banyak kejanggalan, Nasril meminta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tidak memberikan rekomendasi impor ke Bulog, begitu pun dengan Kementerian Perdagangan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani pun mengingatkan, penugasan Bulog sebagai importir bawang putih, jangan sampai membuat monopoli terhadap impor komoditas ini terjadi.

Menurutnya, perusahaan swasta seharusnya juga mendapatkan kesempatan yang serupa sehingga persaingan di komoditas ini pun menjadi adil. "Supaya harga (bawang putih) itu juga bisa kompetitif," ujarnya mengingatkan.

Di sisi lain, ia menyayangkan adanya kabar bahwa swasta terkesan dihambat dalam impor bawang putih ini. Mengingat banyak rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) untuk impor bawang putih oleh swasta belum keluar.

Tidak hanya untuk bawang putih, ia melihat adanya kesan yang sama terhadap cara Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan izin impor bagi komoditas lain. "Selalu begitu. Terjadi di komoditas jagung juga begitu," keluhnya.

Ketua Apindo Anton J Supit bersuara senada. Dia mengharapkan agar tidak semua kebijakan yang strategis diberikan kepada BUMN karena jika peran swasta dikecilkan akan memengaruhi sistem perekonomian bangsa.

"Semestinya kita harus melihat bahwa tidak semua harus dilakukan oleh BUMN. Swasta harus diberikan peran juga. Kalau perlu dilelang saja, siapa yang paling mampu, paling murah, paling cepat, dan paling berkualitas," kata Anton.

Baca Juga: Penugasan Bulog Jadi Importir Bawang Putih Dinilai Munculkan Persaingan Tak Sehat

Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga bawang putih memang bervariasi. Di beberapa daerah, harga bawang putih sudah menembus Rp40 ribu ke atas. Namun, di kawasan Barat Indonesia, harga komoditas yang satu ini masih berkisar Rp24-30 ribuan.

Baca Juga

Tag: Bawang Putih, Perum Bulog

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Yusuf Nugroho

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43