Portal Berita Ekonomi Jum'at, 15 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:42 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1017 USD/ Euro
  • 16:41 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,19% terhadap Yen pada level 108,63 Yen/USD
  • 16:40 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,01% pada level 26.326
  • 16:39 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,37% pada level 7.319
  • 16:38 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,64% pada level 2.891
  • 16:37 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,22% pada level 3.238
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,48% di akhir sesi II.
  • 14:37 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,70% pada level 23.303
  • 14:36 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,07% pada level 2.162
  • 14:09 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.464 USD/troy ounce
  • 14:08 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,38 USD/barel
  • 14:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,93 USD/barel

Ini Alasan Pengembangan AI di Indonesia Belum Maksimal

Ini Alasan Pengembangan AI di Indonesia Belum Maksimal - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Meski menjadi salah satu negara dengan ketertarikan dan adopsi AI (Artificial Intelligence) tertinggi di ASEAN, Indonesia belum memaksimalkan potensi dari penggunaan AI (use case) khususnya di ranah enterprise. Seringkali, problem-problem yang coba di selesaikan dengan AI oleh Unicorn seperti Go-Jek dan Tokopedia, belum berdampak besar bagi pengembangan bisnis perusahaan. Kok bisa ya?

Pitoyo Hartono, profesor bidang jaringan saraf buatan di Department of Electrical and Electronic engineering, School of engineering, Chukyo University, (SECU) Jepang menyatakan salah satu penyebab arah pengembangan AI di Indonesia belum matang adalah karena kurangnya pemahaman teoritik seputar neural mathematics, linear aljabar dan sebagainya. Meskipun dirinya akademisi dan memang bukan seorang industrialis, ia sangat yakin tidak sedikit yang menggunakan AI di Indonesia pada bidang atau produk yang salah lantaran kurangnya pengetahuan akan essence AI itu sendiri.

"Mungkin saja pendapat saya ini bias. Tapi yang saya rasakan selama 10 tahun belakangan ini waktu saya banyak berinteraksi dengan banyak peneliti di salah satu universitas negeri di Indonesia misalnya, kita sangat lemah dalam hal teori," ujar Pitoyo kepada Warta Ekonomi belum lama ini.

Baca Juga: Keren! AI Bisa Dipercaya Lakukan Panggilan '911'

Jadi, lanjutnya, banyak orang yang menggunakan program Neural Network dan Machine Learning ini seperti Deep Learning.

"Dia enggak tahu apa yang dia lakukan itu untuk apa, dia melakukannya hanya karena dia bisa dan sekarang banyak sekali online library tapi mereka tidak tahu essence dari algoritma-algoritma itu," kata dia.

Lantaran ketidaktahuan akan essence AI itu sendiri, mereka menggunakan AI pada bidang-bidang, produk atau fungsi yang kurang tepat. Yang sering terjadi adalah overkill it, satu problem yang sebenarnya itu tidak perlu diselesaikan dengan neural network (karena bisnis impact-nya juga kecil), hanya karena mereka bisa dan itu terlihat seksi sehingga mereka overacting dengan memakainya. 

"Saya rasa kita harus lebih tahu teorinya, bahasa science-nya yaitu matematika. Jarang sekali peneliti di universitas besar juga di Indonesia yang mau belajar matematika, matematika neurologi apalagi, sama kasusnya seperti di Jepang banyak orang menghindari Matematika. Sehingga banyak talent yang tersia-siakan sebenarnya. Mereka tidak tahu limitasinya neural network ini bisa dipakai di hal mana dan ini tidak bisa dipakai di hal mana, itu saya rasa membuat kerancuan sehingga arahnya salah," tambah dia.

Baca Juga: Peneliti IBM Uji Coba AI Berbasis Komputer Kuantum

Dianalogikan, menggunakan AI itu ibarat jangan membunuh gajah dengan obat nyamuk, sebaliknya jangan membubuh nyamuk dengan bazooka. Pengguna harus tahu alat apa yang tepat untuk ia pakai. Pun ketika menemukan problem, harus dikenali problemnya semacam apa. Kalau ingin serius memberikan arah pada perkembangan AI ke depan di Indonesia, pengguna harus lebih tahu tentang teorinya dan tidak segan untuk masuk ke dalam matematika neurologinya misalnya.

"Para peneliti Google dan Facebook itu mereka adalah orang-orang yang sangat kuat dalam matematika. Jadi harus tahu apa yang dipelajari saat ini akan berimpact pada teknologi yang seperti apa, tidak bisa terus belajar sesuatu dengan abstrak. Harus bisa menjawab misalnya apa gunanya aljabar linear? Kenapa saya harus belajar ini? Ini harus bisa dijawab dengan konteks teknologi-teknologi yang ada sekarang," tambah Pitoyo

Baca Juga

Tag: Artificial Intelligence, Digital Economy

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Kumairoh

Foto: Pixabay

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,770.39 3,732.68
British Pound GBP 1.00 18,217.14 18,034.47
China Yuan CNY 1.00 2,017.72 1,996.78
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,139.35 13,998.66
Dolar Australia AUD 1.00 9,604.86 9,506.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,805.75 1,787.60
Dolar Singapura SGD 1.00 10,391.23 10,282.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,592.88 15,432.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,408.72 3,372.36
Yen Jepang JPY 100.00 13,023.26 12,890.11

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6128.345 29.395 661
2 Agriculture 1385.589 -12.154 20
3 Mining 1478.551 26.308 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.622 15.563 76
5 Miscellanous Industry 1178.252 -5.733 50
6 Consumer Goods 2066.971 -6.238 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.022 -0.825 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1141.280 5.153 75
9 Finance 1264.100 13.290 90
10 Trade & Service 786.548 -7.094 165
No Code Prev Close Change %
1 CITY 180 242 62 34.44
2 MPOW 182 244 62 34.07
3 SINI 476 595 119 25.00
4 BOSS 240 300 60 25.00
5 ESIP 276 344 68 24.64
6 POLA 900 1,100 200 22.22
7 NICK 276 334 58 21.01
8 BRAM 11,725 14,050 2,325 19.83
9 KICI 340 400 60 17.65
10 HRTA 292 340 48 16.44
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 496 372 -124 -25.00
2 DEAL 1,150 865 -285 -24.78
3 PURE 1,130 850 -280 -24.78
4 ENVY 2,750 2,070 -680 -24.73
5 JSKY 730 550 -180 -24.66
6 IRRA 590 450 -140 -23.73
7 ARMY 90 71 -19 -21.11
8 RIMO 67 55 -12 -17.91
9 FORZ 326 268 -58 -17.79
10 POSA 71 60 -11 -15.49
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 242 244 2 0.83
2 BBRI 3,940 4,090 150 3.81
3 MNCN 1,405 1,410 5 0.36
4 TCPI 4,490 4,780 290 6.46
5 PURE 1,130 850 -280 -24.78
6 PSAB 264 262 -2 -0.76
7 RIMO 67 55 -12 -17.91
8 BRPT 1,025 1,075 50 4.88
9 SLIS 5,350 5,100 -250 -4.67
10 SKYB 89 79 -10 -11.24