Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Mantan Bos The Fed: Itu Bukan Sinyal Resesi

Mantan Bos The Fed: Itu Bukan Sinyal Resesi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Resesi, topik yang masih hangat sebab sepanjang perdagangan hari kemarin banyak diperbincangkan. Negara Paman Sam yang dijuluki sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu diramal akan mengalami resesi selama 18 bulan ke depan.

Ramalan tersebut timbul setelah rilis data obligasi yang menunjukkan bahwa imbal hasil (yield) untuk obligasi pemerintah bertenor pendek lebih tinggi daripada obligasi berteno panjang. Dalam waktu singkat ramalan tersebut menggemparkan pasar keuangan global hingga akhinya menyisakan koreksi aset keuangan di mana-mana, termasuk Indonesia. 

Namun, kegelisahan investor tersebut akhirnya dapat sedikit diredam oleh mantan bos The Fed, Janet Yellen. Gubernur The Fed periode 2014-2018 itu menyanggah ramalan dan mengatakan bahwa data obligasi tersebut bukan sinyal terjadinya resesi.

Baca Juga: Rupiah KO Lagi? Oh No!

Yellen justru mengatakan hal tersebut menjadi sinyal perlunya pemotongan suku bunga acuan oleh The Fed untuk mengakhiri tren pelemahan ekonomi AS. Asal tahu saja, pekan lalu The Fed kembali memberi pernyataan dovish untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 2,25% hingga 2,5%.

"Dan fakta ini mungkin menandakan bahwa The Fed di suatu titik perlu untuk menurunkan suku bunga. Namun, ini tentu saja tidak menandakan bahwa beberapa perkembangan ini akan menyebabkan resesi," jelas Yellen sebagaimana dikutip dari Reuters.

Pernyataan Yellen tersebut bak embun penyejuk di tengah dahaga yang melanda. Alhasil, kini investor global dapat lebih bijak dan tenang dalam bermain di pasar keuangan global, khususnya Indonesia. Tanda optimisme investor terhadap aset berisiko di Indonesia sudah nampak dengan rebound-nya IHSG sebesar 0,46% pagi tadi yang juga diikuti oleh penguatan rupiah terhadap dolar. 

Tag: Resesi, Nilai Tukar Rupiah, The Federal Reserve System (The Fed)

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Reuters/Jonathan Ernst

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading