Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:38 WIB. Mobil listrik - VW bicara intensif dengan Northvolt untuk batrei mobil listrik.
  • 19:47 WIB. ISIS - 3 orang Prancis dihukum mati di Irak karena terlibat ISIS.
  • 18:39 WIB. EU - 400 juta orang sedang memilih parlemen di Uni Eropa.

Gunakan AI, GoBear Klaim Berikan Produk Terbaik

Gunakan AI, GoBear Klaim Berikan Produk Terbaik - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) semakin masif diadopsi oleh beragam bidang bisnis. Contoh terbaru, penerapan AI seperti dilakukan oleh GoBear, perusahaan financial technology (fintech) bidang market agregator, yang menyediakan beragam informasi tentang produk keuangan.

Tris Rasika, Country Director GoBear Indonesia, mengatakan, setiap orang memiliki profil yang berbeda sehingga produk yang dibutuhkan berbeda pula. Teknologi AI memungkinkan sebuah market agregator dapat memberikan rekomendasi produk yang tepat bagi siapa pun yang ingin mencari produk keuangan.

Menurut Tris, AI akan mulai bekerja saat seorang pengguna memasukkan profilnya di platform GoBear. Selanjutnya, saat seorang pengguna membandingkan beberapa produk, yang keluar hanyalah produk yang sesuai dengan profil pengguna tersebut. Sehingga produk apa pun yang dipilih, dipastikan produk tersebut sesuai dengan profil pengguna, dan kesempatan untuk disetujui akan lebih tinggi.

"Profiling meliputi umur, gender, pekerjaan, demografi, dan lain-lain. Machine learning akan otomatis menyaring sehingga masyarakat dapat produk yang tepat," jelas Tris.

Baca Juga: Kecerdasan Buatan dan Robot Siap Ambil Alih Peran Manusia di Dunia Kerja

Dengan teknologi tersebut, lanjut Tris, proses pengajuan juga dapat diproses dengan lebih cepat. Karena saat memutuskan memilih sebuah produk, pengguna akan diarahkan untuk mengisi beberapa aplikasi yang dibutuhkan secara online. Dengan demikian, saat pengajuan produk, aplikasi pemohon sudah dinyatakan lengkap. Proses terakhir adalah menunggu telepon dari pihak bank atau lembaga keuangan untuk menginformasikan pengajuan diterima atau ditolak.

"Kalau di Vietnam, sudah tidak perlu ditelepon lagi. Kalau di Indonesia, masih perlu ditelepon untuk memastikan pengajuannya benar apa tidak," ujar Tris.

Tris menambahkan, pelaku fintech market agregator memiliki visi untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Dengan market agregator, masyarakat akan mendapatkan pemahaman tentang produk keuangan dan mendapatkan rekomendasi yang tepat saat memutuskan untuk menggunakannya.

GoBear adalah startup fintech asal Singapura yang berdiri sejak 2009, dan telah beroperasi di tujuh negara, Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, Hongkong, Philipina, dan Vietnam. Secara global GoBear telah digunakan oleh sebanyak 29 juta pengguna, di Indonesia sendiri sepanjang 2019 digunakan oleh sebanyak 500 ribu pengguna.

Baca Juga: OJK Kembali Hentikan 168 Fintech dan 47 Investasi Ilegal

Beberapa produk yang ditawarkan, antara lain kredit tanpa agunan (KTA), kartu kredit, asuransi perjalanan, dan asuransi mobil. Ke depan, GoBear juga akan menyasar lembaga keuangan nonbank lainnya termasuk fintech P2P lending untuk menyasar masyarakat unbankable.

"Ke depan kami akan mengakomodasi nonbank, tapi tentu yang sudah terdafar di OJK," ujar Tris. 

Tag: GoBear, Financial Technology (Fintech), Startup Fintech

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62