Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:02 WIB. Samsung - Samsung tunda peluncuran global Galaxy Fold.
  • 22:53 WIB. Xiaomi - Xiaomi rilis Redmi 7 di Indonesia, harganya mulai Rp1 jutaan.
  • 22:39 WIB. iPhone - iPhone 5G bakal meluncur tahun depan.

NAS Jadi Solusi Permasalahan Cloud Publik

NAS Jadi Solusi Permasalahan Cloud Publik - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Network-attached storage (NAS) disebut sebagai solusi akan permasalahan yang sering timbul pada layanan cloud publik. Berbeda dari layanan cloud publik, NAS merupakan arsitektur cloud privat yang menyediakan layanan sinkronisasi fail, ruang kolaborasi, aplikasi komunikasi perusahaan, layanan pesan, dan layananan lainnya sekaligus sehingga membantu bisnis meminimalkan risiko dan kerugian yang disebabkan oleh gangguan pada layanan cloud publik seperti Google Drive.

Chad Chiang, Synology Product Manager, mengungkapkan bahwa layanan cloud publik memang berbiaya rendah. Namun, begitu terjadi gangguan, maka kerugiannya pun akan sangat besar. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi para pelaku bisnis untuk memiliki dan membangun sistem cloud privat mereka sendiri untuk memastikan layanan yang selalu maksimal dan otonomi dalam mengelola data.

Menurut Chad, layanan cloud memudahkan pengguna untuk bertukar data dan informasi, tetapi ada risiko tersendiri dalam penggunaan cloud publik. Namun, secara tidak sadar, pengguna menyerahkan kendali atas data-data penting mereka kepada pihak ketiga.

Baca Juga: Gara-gara Downtime Cloud, Perusahaan Merugi US$300.000

"Banyak perusahaan yang memercayakan informasi dan aplikasi penting mereka ke dalam cloud publik, dan mengalami konsekuensi yang tidak terduga," ujar Chad melalui siaran pers yang diterima Warta Ekonomi.

Terhadap persoalan tersebut, para penyedia software as a service (SaaS) memang bertanggung jawab untuk menyimpan data pengguna. Tetapi, seharusnya penggunalah yang bertanggung jawab penuh untuk menjaga keamanannya. Sebab, salah satu penyebab kehilangan data yang paling umum dalam skema SaaS adalah kelalaian pengguna dalam menghapus data, baik sengaja maupun tidak disengaja.

Ketika terjadi pada dunia bisnis, insiden ini akan merugikan semua pihak. Layanan cloud publik biasanya hanya menyediakan durasi terbatas untuk menyimpan data pengguna sebelum hilang secara permanen. Oleh karena itu, untuk menjaga dokumen-dokumen penting selama bertahun-tahun, pengguna perlu menyimpan data mereka dari cloud publik ke NAS. Pelaku bisnis tidak perlu khawatir harus membayar biaya langganan atau biaya migrasi data yang mahal.

Untuk menghindari risiko kehilangan pada layanan cloud, saat ini telah ada banyak solusi back-up data yang telah dikembangkan. Namun, tetap saja, melakukan back-up data dari berbagai layanan cloud yang berbeda akan membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga. Karena itu, untuk menjaga efektivitas dan efisiensi dari back-up data, pengguna bisa mencadangkan datanya ke server dan melakukan pengelolaan dari satu interface saja.

Baca Juga: Hybrid Cloud Jawab Tantangan Platform Digital Masa Depan

Jenn Yeh, Synology Product Marketing Manager, mengatakan, saat ini, mengandalkan layanan dari cloud publik saja tidak cukup. Itu sama halnya seperti meletakkan semua telur dalam satu keranjang. Solusinya, pengguna bisa mem-back-up data mereka dari cloud publik ke NAS untuk menjaga data-data penting seperti email, kontak, kalender, dan cloud drive

Tag: Network-Attached Storage (NAS), Cloud

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: VMware

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.33 3,735.70
British Pound GBP 1.00 18,375.19 18,187.78
China Yuan CNY 1.00 2,109.36 2,088.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,087.54 9,986.33
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,803.65 1,785.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,436.64 10,331.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,920.17 15,755.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,426.15 3,388.15
Yen Jepang JPY 100.00 12,659.93 12,531.31

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6462.822 48.079 632
2 Agriculture 1471.418 6.415 21
3 Mining 1816.490 35.325 47
4 Basic Industry and Chemicals 835.511 4.182 71
5 Miscellanous Industry 1327.492 19.942 46
6 Consumer Goods 2506.880 31.053 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.243 -0.634 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.999 14.156 73
9 Finance 1303.709 2.892 91
10 Trade & Service 815.278 5.604 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 466 580 114 24.46
2 ABBA 147 169 22 14.97
3 LUCK 840 960 120 14.29
4 BCAP 149 170 21 14.09
5 ALMI 525 595 70 13.33
6 CNTX 505 570 65 12.87
7 GSMF 110 123 13 11.82
8 JSKY 1,080 1,200 120 11.11
9 ZINC 555 615 60 10.81
10 MYTX 75 83 8 10.67
No Code Prev Close Change %
1 TRIS 266 200 -66 -24.81
2 ARTA 535 406 -129 -24.11
3 MTPS 1,210 920 -290 -23.97
4 CPRI 168 131 -37 -22.02
5 TRIO 155 121 -34 -21.94
6 IIKP 125 99 -26 -20.80
7 MTSM 238 202 -36 -15.13
8 BBLD 565 480 -85 -15.04
9 GHON 1,500 1,275 -225 -15.00
10 MKPI 17,175 15,000 -2,175 -12.66
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 168 131 -37 -22.02
2 BGTG 82 83 1 1.22
3 TLKM 3,780 3,850 70 1.85
4 TRAM 111 112 1 0.90
5 ABBA 147 169 22 14.97
6 FREN 312 298 -14 -4.49
7 BUMI 113 125 12 10.62
8 ERAA 1,495 1,585 90 6.02
9 UNTR 26,075 27,200 1,125 4.31
10 ESTI 109 100 -9 -8.26