Portal Berita Ekonomi Kamis, 04 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Yuan pada level 7,12 CNY/USD.
  • 17:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,44% pada level 6.354.
  • 17:03 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,17% pada level 24.366.
  • 17:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,25% pada level 2.707.
  • 17:01 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,36% pada level 22.695.
  • 17:00 WIB. Bursa Indeks Shanghai ditutup negatif 0,14% pada level 2.919.
  • 16:59 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,19% pada level 2.151.

NAS Jadi Solusi Permasalahan Cloud Publik

NAS Jadi Solusi Permasalahan Cloud Publik
WE Online, Jakarta -

Network-attached storage (NAS) disebut sebagai solusi akan permasalahan yang sering timbul pada layanan cloud publik. Berbeda dari layanan cloud publik, NAS merupakan arsitektur cloud privat yang menyediakan layanan sinkronisasi fail, ruang kolaborasi, aplikasi komunikasi perusahaan, layanan pesan, dan layananan lainnya sekaligus sehingga membantu bisnis meminimalkan risiko dan kerugian yang disebabkan oleh gangguan pada layanan cloud publik seperti Google Drive.

Chad Chiang, Synology Product Manager, mengungkapkan bahwa layanan cloud publik memang berbiaya rendah. Namun, begitu terjadi gangguan, maka kerugiannya pun akan sangat besar. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi para pelaku bisnis untuk memiliki dan membangun sistem cloud privat mereka sendiri untuk memastikan layanan yang selalu maksimal dan otonomi dalam mengelola data.

Menurut Chad, layanan cloud memudahkan pengguna untuk bertukar data dan informasi, tetapi ada risiko tersendiri dalam penggunaan cloud publik. Namun, secara tidak sadar, pengguna menyerahkan kendali atas data-data penting mereka kepada pihak ketiga.

Baca Juga: Gara-gara Downtime Cloud, Perusahaan Merugi US$300.000

"Banyak perusahaan yang memercayakan informasi dan aplikasi penting mereka ke dalam cloud publik, dan mengalami konsekuensi yang tidak terduga," ujar Chad melalui siaran pers yang diterima Warta Ekonomi.

Terhadap persoalan tersebut, para penyedia software as a service (SaaS) memang bertanggung jawab untuk menyimpan data pengguna. Tetapi, seharusnya penggunalah yang bertanggung jawab penuh untuk menjaga keamanannya. Sebab, salah satu penyebab kehilangan data yang paling umum dalam skema SaaS adalah kelalaian pengguna dalam menghapus data, baik sengaja maupun tidak disengaja.

Ketika terjadi pada dunia bisnis, insiden ini akan merugikan semua pihak. Layanan cloud publik biasanya hanya menyediakan durasi terbatas untuk menyimpan data pengguna sebelum hilang secara permanen. Oleh karena itu, untuk menjaga dokumen-dokumen penting selama bertahun-tahun, pengguna perlu menyimpan data mereka dari cloud publik ke NAS. Pelaku bisnis tidak perlu khawatir harus membayar biaya langganan atau biaya migrasi data yang mahal.

Untuk menghindari risiko kehilangan pada layanan cloud, saat ini telah ada banyak solusi back-up data yang telah dikembangkan. Namun, tetap saja, melakukan back-up data dari berbagai layanan cloud yang berbeda akan membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga. Karena itu, untuk menjaga efektivitas dan efisiensi dari back-up data, pengguna bisa mencadangkan datanya ke server dan melakukan pengelolaan dari satu interface saja.

Baca Juga: Hybrid Cloud Jawab Tantangan Platform Digital Masa Depan

Jenn Yeh, Synology Product Marketing Manager, mengatakan, saat ini, mengandalkan layanan dari cloud publik saja tidak cukup. Itu sama halnya seperti meletakkan semua telur dalam satu keranjang. Solusinya, pengguna bisa mem-back-up data mereka dari cloud publik ke NAS untuk menjaga data-data penting seperti email, kontak, kalender, dan cloud drive

Baca Juga

Tag: Network-Attached Storage (NAS), Cloud

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: VMware

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,792.68 3,753.94
British Pound GBP 1.00 17,847.46 17,668.46
China Yuan CNY 1.00 1,997.28 1,977.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,235.83 14,094.18
Dolar Australia AUD 1.00 9,818.45 9,717.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,836.79 1,818.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,167.72 10,060.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,974.02 15,809.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,336.26 3,296.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,072.39 12,938.75
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4916.704 -24.302 693
2 Agriculture 1003.733 6.008 22
3 Mining 1269.161 -12.889 49
4 Basic Industry and Chemicals 761.610 -6.134 78
5 Miscellanous Industry 863.716 -13.173 52
6 Consumer Goods 1822.498 -15.789 58
7 Cons., Property & Real Estate 337.177 4.167 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 902.810 2.821 78
9 Finance 1022.924 -4.415 93
10 Trade & Service 608.678 -5.629 173
No Code Prev Close Change %
1 TECH 160 216 56 35.00
2 KBLV 382 470 88 23.04
3 NOBU 635 770 135 21.26
4 MASA 372 450 78 20.97
5 BOLT 665 800 135 20.30
6 BRNA 1,000 1,200 200 20.00
7 ASRM 1,685 1,985 300 17.80
8 MLPT 705 820 115 16.31
9 POLU 700 800 100 14.29
10 ZINC 148 168 20 13.51
No Code Prev Close Change %
1 DIVA 1,145 1,065 -80 -6.99
2 VICO 101 94 -7 -6.93
3 BYAN 14,450 13,450 -1,000 -6.92
4 KBLM 318 296 -22 -6.92
5 BIKA 188 175 -13 -6.91
6 NATO 464 432 -32 -6.90
7 NICK 348 324 -24 -6.90
8 SINI 725 675 -50 -6.90
9 GTBO 87 81 -6 -6.90
10 HRME 131 122 -9 -6.87
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,100 3,060 -40 -1.29
2 PURA 75 77 2 2.67
3 BBCA 28,900 28,950 50 0.17
4 PGAS 970 955 -15 -1.55
5 TLKM 3,290 3,300 10 0.30
6 BBTN 1,010 975 -35 -3.47
7 WSKT 665 705 40 6.02
8 BMRI 4,860 4,730 -130 -2.67
9 BBNI 4,130 4,140 10 0.24
10 TKIM 4,750 4,850 100 2.11