Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:59 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,31% ke level 5.925,42 di awal sesi I. 
  • 08:56 WIB. BRI Agro - BRI Agro akan menerbitkan saham baru maksimal 3 miliar saham dengan skema HMETD.
  • 08:55 WIB. Internasional - Ekonomi Singapura tumbuh 3,8 persen pada kuartal I 2019.
  • 08:14 WIB. PLN - Power Bank jumbo milik PLN suplai Listrik acara Jakarta Fair Kemayoran 2019.
  • 08:13 WIB. PLN - PLN suplai listrik ke industri tambang bauksit Antam di Sanggau Kalbar.
  • 08:11 WIB. PLN - PLN menambah kapasitas setrum 141,53 MW sepanjang kuartal-I 2019.
  • 08:09 WIB. Transportasi - Pegadaian, Garuda, PTPN III, & Taspen bekerja sama dalam penerbangan Jakarta-Denpasar.

Wow, Ilmuwan Indonesia Siap ‘Hidupkan’ Robot Gundam Lewat AI

Wow, Ilmuwan Indonesia Siap ‘Hidupkan’ Robot Gundam Lewat AI - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Tak pernah ada batasan dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Baru-baru ini para ilmuwan di Jepang tengah berusaha menjembatani dunia fantasi anak-anak dengan ilmu sains berbasis teknolgi terkini.

Adalah Gundam, tokoh robot fiksi ilmiah legendaris yang pertama kali muncul pada April 1979, yang kini coba 'dihidupkan' oleh para ilmuwan tersebut dengan mengimplementasikan teknologi robotik, machine learning, dan juga artificial intelligence (AI). Yang menarik, salah satu dari ilmuwan tersebut merupakan seorang profesor ilmu neuro-network dan teknologi robotik yang berasal dari Indonesia.

"Proyek ini kami beri nama Gundam Global Challenge (GGC). Saya terlibat di dalamnya dengan beberapa ilmuwan lain. Total core member-nya ada 10 orang. Lead engineer-nya ada tiga orang. Kami akan coba bagaimana menghidupkan robot Gundam setinggi 18 meter," ujar Prof Pitoyo Hartono dalam bincang santai tentang teknologi bertajuk VisionAIre yang digagas oleh Nodeflux di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Baca Juga: Robot Gundam Buatan Ilmuan Indonesia Akan Dipamerkan di Tokyo Olympic 2020 Mendatang

Melalui proyek GGC tersebut, menurut pria rendah hati yang lebih senang disapa Mas Pitoyo ini, timnya ingin mengetahui lebih jauh tentang sejauh mana batas capaian perkembangan sains dan teknologi sejauh ini. Dengan mengetahui batas dari sains itu, Pitoyo dan kolega meyakini bakal memantik inspirasi kalangan ilmuwan untuk meneliti lebih jauh dan memperluas cakupan batas tadi.

"Karena memang benar-benar tidak mudah. Robot dengan tinggi 18 meter itu sangat besar. Karena ini robot, maka dia punya volume seperti manusia. Dengan tinggi 10 kali lipat lebih besar, maka lebarnya juga 10 kali lipat, ketebalannya juga. Artinya secara volume, dia 1.000 kali lipat dari manusia," tutur Pitoyo.

Dengan tantangan pengerjaan sebesar itu, lanjut Pitoyo, maka diperlukan desain mekanika hingga bahan-bahan material baru, yang selama ini belum pernah ada. Termasuk juga konsep mekanika untuk menggerakkan benda fisik sebesar itu.

Baca Juga: Apa Itu Artificial Intelligence?

"Saat memulainya dulu, saya kerap ditanya untuk apa proyek ini dijalankan? Apa manfaatnya? Tapi saya jawab bahwa teknologi itu tidak hanya hadir untuk menjawab kebutuhan hari ini, tapi juga kebutuhan di masa akan datang. Kita tidak akan pernah tahu. Misal suatu saat manusia sudah mengirimkan koloninya ke Mars dan harus tinggal di sebuah gedung dan ternyata penempatan gedung itu kurang tepat. Dengan temuan dari proyek ini mungkin kami bisa kasih solusi. Jadi, jangan anggap ini sekadar robot. Bisa saja proyek ini dimaknai sebagai upaya membuat gedung setinggi 18 meter yang bisa bergerak dan berpindah," tegas pria yang sangat menggandrungi kerakter Doraemon ini.

Tag: Robot, Artificial Intelligence

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Rosmayanti

Foto: Yosi Winosa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,880.41 3,841.09
British Pound GBP 1.00 18,536.70 18,346.04
China Yuan CNY 1.00 2,109.06 2,088.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,550.00 14,406.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,059.87 9,957.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,853.83 1,835.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.20 10,468.72
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,240.71 16,075.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,485.03 3,448.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,203.27 13,069.04

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5907.121 80.253 633
2 Agriculture 1351.935 -9.947 21
3 Mining 1609.598 10.601 47
4 Basic Industry and Chemicals 707.320 17.072 71
5 Miscellanous Industry 1203.823 30.883 46
6 Consumer Goods 2359.388 12.835 52
7 Cons., Property & Real Estate 435.075 5.924 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1079.565 21.890 74
9 Finance 1184.407 20.731 90
10 Trade & Service 783.451 0.917 156
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 140 180 40 28.57
2 JAST 460 575 115 25.00
3 HRME 260 324 64 24.62
4 MTPS 915 1,140 225 24.59
5 DUTI 4,440 5,500 1,060 23.87
6 BELL 386 458 72 18.65
7 MKPI 12,000 13,975 1,975 16.46
8 JSKY 1,065 1,230 165 15.49
9 MYTX 65 74 9 13.85
10 SSTM 352 400 48 13.64
No Code Prev Close Change %
1 RELI 244 202 -42 -17.21
2 LPGI 4,100 3,400 -700 -17.07
3 INPP 840 710 -130 -15.48
4 BIPP 88 75 -13 -14.77
5 PEHA 1,800 1,550 -250 -13.89
6 MTSM 202 176 -26 -12.87
7 IBFN 228 200 -28 -12.28
8 NICK 322 286 -36 -11.18
9 TRIS 266 238 -28 -10.53
10 NIPS 288 260 -28 -9.72
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,790 3,750 -40 -1.06
2 SRIL 328 342 14 4.27
3 MNCN 920 925 5 0.54
4 CPRI 67 73 6 8.96
5 TLKM 3,510 3,600 90 2.56
6 BBCA 25,900 26,900 1,000 3.86
7 ESTI 96 95 -1 -1.04
8 BMRI 7,075 7,225 150 2.12
9 SMGR 10,550 11,250 700 6.64
10 UNTR 24,825 24,500 -325 -1.31