Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Investasi AI di Perusahaan Anda Belum Membuahkan Hasil? Sabar, AI Permainan Jangka Panjang!

Investasi AI di Perusahaan Anda Belum Membuahkan Hasil? Sabar, AI Permainan Jangka Panjang!
WE Online, Jakarta -

Dewasa ini, penggunaaan artificial intelligence (AI) oleh berbagai perusahaan di Indonesia masih banyak diwarnai dengan sentimen skeptis lantaran AI belum dianggap benar-benar memberikan imbal hasil atau return on investment (RoI) yang baik dan relatif cepat. Salah seorang data scientist senior Go-Jek bahkan mengakui, meski sering menemukan banyak problem yang nampaknya besar dan menggunakan AI untuk memecahkannya, nyatanya AI tidak terlalu berdampak terhadap bisnis perusahaan.

Head of Operation IDC Indonesia, Mevira Munindra menyatakan, AI adalah investasi jangka panjang dan terus berevolusi. Karenanya, keuntungan yang didapat tidak bisa dilihat dalam 1-2 tahun ke depan, melainkan di atas empat tahun. Menurut dia, RoI atas imbal hasil dari jutaan dolar yang perusahaan habiskan baru akan muncul ketika skala ekonominya tercapai, 4-5 tahun berikutnya. IDC Indonesia merekomendasikan strategi investasi AI jangka panjang, tidak hanya oleh satu unit atau fungsi bisnis, tapi strategi secara enterprise.

Baca Juga: 14% Perusahaan Indonesia Gunakan AI Sebagai Core Business Strategy

"Para pengambil keputusan di organisasi harus menjadikan AI sebagai bagian inti dari strategi mereka dan mengembangkan budaya yang tangkas dalam mempelajari hal baru. Selain itu, alokasi investasi ke teknologi transformatif ini diperlukan untuk kesuksesan jangka panjang, walaupun terkadang keuntungan tidak dapat terjadi dalam masa singkat," kata dia kepada Warta Ekonomi belum lama ini.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Haris Izmee menambahkan, implementasi AI sendiri masih dalam tahap awal. Namun, semakin lama ia digunakan, maka RoI akan mengikuti. Masalahnya, AI kerap kali diimplemetasikan di bagian kecil dari organisai, bukan di organisasi keseluruhan sehingga imbal hasilnya jarang terlihat. Pada dasarnya, semua aktivitas ekonomi dan bisnis yang belum mengimplementasikan AI berpotensi kehilangan manfaat kompetitif yang dicapai oleh mereka yang sadar akan peran penting AI.

"AI adalah teknologi yang secara signifikan dapat mempercepat transformasi bisnis, memungkinkan inovasi, mendorong produktivitas karyawan, dan memastikan pertumbuhan lebih lanjut dari sebuah negara," kata dia.

Baca Juga: Ini Alasan Pengembangan AI di Indonesia Belum Maksimal

Saat ini, Microsoft Indonesia berkolaborasi dengan beberapa mitra seperti Ernst & Young untuk mendorong transformasi digital melalui adopsi-adopsi teknologi data dan analitik, khususnya di bidang agrikultur agar tercipta inovasi dan produktivitas para pelaku usaha.

Microsoft juga konsisten mengadakan pertemuan-pertemuan yang menjembatani pelaku usaha dengan individual untuk bertukar ide mengenai langkah strategis untuk meningkatkan ekonomi Indonesia, seperti Microsoft Innovation Summit yang diselenggarakan secara bersamaan dengan media briefing. Pada Microsoft Innovation Summit ini, Microsoft turut didukung oleh pelaku industri di bidang transformasi digital, seperti dari Avnos, Plantronics, Polycom, Telkomtelstra, Hypernet, dan VibiCloud. 

Baca Juga

Tag: Artificial Intelligence, International Data Corporation (IDC) Indonesia, PT Microsoft Indonesia

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: TechCrunch

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43