Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:17 WIB. Panasonic - Panasonic luncurkan mirorrless anyar full-frameĀ Lumix seri S.
  • 23:02 WIB. Samsung - Samsung tunda peluncuran global Galaxy Fold.
  • 22:53 WIB. Xiaomi - Xiaomi rilis Redmi 7 di Indonesia, harganya mulai Rp1 jutaan.
  • 22:39 WIB. iPhone - iPhone 5G bakal meluncur tahun depan.

Fungsi Televisi Bakal Tergantikan Ponsel?

Fungsi Televisi Bakal Tergantikan Ponsel? - Warta Ekonomi
WE Online, Singapura -

Produsen elektronika Samsung Electronics optimistis fungsi perangkat televisi tidak akan tergantikan ponsel pintar untuk menonton film ataupun konten-konten video, bahkan memainkan game digital menyusul kenyamanan pengguna dalam durasi yang lama menatap layar.

"Jumlah orang yang memakai televisi beresolusi tinggi akan semakin bertumbuh dan tidak tergerus pasar ponsel pintar," ujar Direktur Bisnis Produk Konsumen Samsung Electronics Indonesia, Vega Susantyo Adi, di Singapura, Selasa (26/3/2019).

Baca Juga: Galaxy M20, Jagoan Samsung di Ranah Smartphone Rp2 Jutaan | Review

Vega mengatakan perilaku konsumen perangkat televisi di Indonesia terus bergerak dengan memilih layar yang lebih besar ataupun resolusi tinggi.

"Sebelumnya, konsumen memilih televisi berukuran 32 inci ataupun 42 inci. Saat ini, ukuran seperti itu sudah tidak nyaman untuk mata. Konsumen Tanah Air lebih memilih ukuran televisi 43 inci, 49 inci, hingga 55 inci," ujarnya.

Produsen asal Korea Selatan itu terus membenamkan teknologi terbaru agar perangkat televisi tidak tertinggal dibanding perangkat ponsel pintarnya. Setelah memperkenalkan televisi pintar (Smart TV) pada 2014, Samsung juga menyertakan kemampuan pada aplikasi asistensi digital bernama Bixby yang mendukung konektivitas pintar sesuai perkembangan Internet of Things (IoT).

Fungsi perangkat televisi penayang gambar seni berupa televisi bernama The Frame atau produk The Wall yang menjadi panel iklan menjadi strategi Samsung agar produk televisi tidak tenggelam oleh ponsel pintar.

Namun, Manajer Senior Pemasaran TV dan Audio Visual Samsung Electronics Indonesia Ubay Bayanudin mengaku durasi menonton televisi di Indonesia rata-rata 4,5 jam setiap harinya.

"Fungsi televisi sebagai sarana yang menyatukan keluarga di rumah tidak dapat hilang," ujar Ubay tentang manfaat perangkat televisi.

Baca Juga: Ketika Milenial Lakukan Transaksi Gadai Lewat Smartphone

Ubay lantas memaparkan harga televisi pintar berukuran 65 inci di Indonesia yang semakin menurun sejak 2015 hingga 2018. Pada 2015, televisi pintar 65 inci dijual seharga Rp47,5 juta dan turun menjadi Rp25,1 juta pada 2018. Selain itu, data penjualan televisi ukuran itu meningkat sebesar 110 persen sejak 2015 ke 2018.

Hanya saja, Samsung Indonesia masih mengakui sejumlah kendala infrastruktur untuk mendukung fitur konektivitas pintar di Tanah Air seperti kecepatan jaringan Internet ataupun jaringan listrik yang belum merata di seluruh daerah.

"Infrastrukur jaringan Internet dan listrik itu sangat penting bagi produk elektronik yang mengarah pada Internet of Things. Tapi, bukan berarti Indonesia tidak bisa. Samsung akan berjalan searah dengan kemajuan infrastruktur teknologi di Indonesia dengan memilih produk yang sesuai dengan pasar Tanah Air," ujar Vega.

Tag: Disrupsi Digital, Samsung Electronics Indonesia

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Unsplash/Rawpixel

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.33 3,735.70
British Pound GBP 1.00 18,375.19 18,187.78
China Yuan CNY 1.00 2,109.36 2,088.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,087.54 9,986.33
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,803.65 1,785.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,436.64 10,331.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,920.17 15,755.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,426.15 3,388.15
Yen Jepang JPY 100.00 12,659.93 12,531.31

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6462.822 48.079 632
2 Agriculture 1471.418 6.415 21
3 Mining 1816.490 35.325 47
4 Basic Industry and Chemicals 835.511 4.182 71
5 Miscellanous Industry 1327.492 19.942 46
6 Consumer Goods 2506.880 31.053 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.243 -0.634 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.999 14.156 73
9 Finance 1303.709 2.892 91
10 Trade & Service 815.278 5.604 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 466 580 114 24.46
2 ABBA 147 169 22 14.97
3 LUCK 840 960 120 14.29
4 BCAP 149 170 21 14.09
5 ALMI 525 595 70 13.33
6 CNTX 505 570 65 12.87
7 GSMF 110 123 13 11.82
8 JSKY 1,080 1,200 120 11.11
9 ZINC 555 615 60 10.81
10 MYTX 75 83 8 10.67
No Code Prev Close Change %
1 TRIS 266 200 -66 -24.81
2 ARTA 535 406 -129 -24.11
3 MTPS 1,210 920 -290 -23.97
4 CPRI 168 131 -37 -22.02
5 TRIO 155 121 -34 -21.94
6 IIKP 125 99 -26 -20.80
7 MTSM 238 202 -36 -15.13
8 BBLD 565 480 -85 -15.04
9 GHON 1,500 1,275 -225 -15.00
10 MKPI 17,175 15,000 -2,175 -12.66
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 168 131 -37 -22.02
2 BGTG 82 83 1 1.22
3 TLKM 3,780 3,850 70 1.85
4 TRAM 111 112 1 0.90
5 ABBA 147 169 22 14.97
6 FREN 312 298 -14 -4.49
7 BUMI 113 125 12 10.62
8 ERAA 1,495 1,585 90 6.02
9 UNTR 26,075 27,200 1,125 4.31
10 ESTI 109 100 -9 -8.26