Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Nggak Salah Kok Utang ke Negara Lain

Nggak Salah Kok Utang ke Negara Lain
WE Online, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa meminjam dana dari luar negeri bukanlah suatu kesalahan, lantaran dana dari dalam negeri tak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan pendanaan.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, mengatakan, saat ini pendanaan perbankan domestik hanya Rp5.500 triliun atau sekitar 33 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, asuransi juga hanya sekitar Rp900-Rp1.000 triliun, serta finansial yang hanya Rp300-400 triliun.

"Jadi tidak salah kita pinjam dari luar negeri, karena dari dalam negeri tidak cukup. Perbankan hanya 33 persen dari PDB dan itu sudah komponen besar dari dana funding kita. Size asuransi hanya Rp900-Rp1.000 triliun, size perbankan Rp5.500 triliun. Kalau digabungin hanya sekitar 33 persen dari PDB Indonesia," ujar Mirza di Gedung BI Thamrin, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Baca Juga: Soal Ekonomi 2018, BI: Kita Patut Bersyukur

Adapun Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia, yang terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral serta swasta, hingga akhir Januari 2019 sebesar US$383,3 miliar atau sekitar Rp5.471,6 triliun (kurs Rp14.275 per dolar AS). Angka ini meningkat 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$357,6 miliar.

Dia mengatakan, pendanaan dari luar negeri saat ini sangat dibutuhkan lantaran Indonesia mengalami defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). Adapun penyebab melebarnya CAD adalah neraca perdagangan, neraca jasa, dan neraca pendapatan primer yang masih mencatatkan defisit. Selama 2018, neraca perdagangan mencatatkan defisit US$8,57 miliar, sementara neraca kasa defisit US$7,1 miliar, dan neraca pendapatan primer defisit US$30,4 miliar.

Meski demikian, bank sentral meyakini CAD akan membaik di tahun ini menjadi 2,5 persen terhadap PDB, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2,98 persen dari PDB. Berbagai upaya juga terus dilakukan pemerintah dan BI untuk memperbaiki CAD. Salah satunya adalah meningkatkan ekspor dan mendiversifikasi produk ekspor.

"Jadi bagaimana caranya kita supaya bisa mempunyai surplus? Pertama ekspor, kedua jadi diversifikasi ekspor, impor energi kita switch ke energi yang komponen nonfosilnya itu bisa jadi lebih kecil, mobil elektrik, kebijakan pajaknya lebih pro ke yang sifatnya renewable," tambahnya.

Baca Juga: Sinergi, Kunci Utama Genjot Kinerja Ekonomi 2019

Baca Juga

Tag: Bank Indonesia (BI), Ekonomi Indonesia

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Aprillio Akbar

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43