Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:52 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2956 USD/Pound
  • 12:51 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Euro pada level 1,1076 USD/Euro
  • 12:50 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,10% terhadap Yen pada level 108,57 Yen/USD
  • 12:48 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.472 USD/troy ounce
  • 12:47 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,27 USD/barel
  • 12:47 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,82 USD/barel
  • 12:07 WIB. IHSG - IHSG melemah -0,00% di akhir sesi I.

Waduh, Indonesia Termasuk Negara dengan Penguasaan Bahasa Inggris Rendah

Waduh, Indonesia Termasuk Negara dengan Penguasaan Bahasa Inggris Rendah - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kecakapan dalam berkomunikasi menjadi salah satu faktor penting di tengah perkembangan industri dan dunia kerja yang semakin terbuka. Penguasaan terhadap bahasa asing, khususnya bahasa Inggris sebagai bahasa yang paling banyak dipakai di dunia menjadi tak terelakkan lagi. Sayangnya, dibanding negara-negara lain, sejauh ini masyarakat Indonesia dinilai tertinggal dalam hal kemampuan dan penguasaan bahasa Inggris.

"Dalam riset yang kami lakukan secara global pada tahun lalu, Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang penguasaan bahasa Inggrisnya cukup rendah. Dari 80 negara secara internasional, Indonesia ada di peringkat 51. Sedangkan dari 21 negara-negara Asia yang kami teliti, Indonesia ada di peringkat 13," ujar Head of Marketing EF English Centers for Adults, Evan Januli di sela peluncuran produk Career Track di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Career Track sendiri, menurut Evan, merupakan produk edukasi terbaru dari EF English Centers for Adults yang khusus diperuntukkan bagi kalangan profesional yang ingin lebih menguasai kebutuhan bahasa Inggris di dunia kerja.

Baca Juga: Persoalkan Bahasa Inggris, TKN: Cinta Laura Saja Jadi Presiden

Dengan perkembangan dunia kerja dan juga semangat entrepreneurship saat ini, Evan menjelaskan, sudah menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat Indonesia bila ingin terus dapat bersaing dan berkembang. Tak hanya untuk melamar kerja, kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan benar juga dibutuhkan bahkan bagi para entrepreneur agar bisnis yang dibangunnya dapat berkembang lebih maksimal.

"Sebagian orang masih berpikir bahwa bahasa Inggris hanya penting untuk mencari kerja. Padahal di era keterbukaan seperti saat ini, bahkan Anda berwirausaha pun perlu fasih berbahasa Inggris. Investor atau klien dari negara lain bisa saja tiba-tiba datang dan ingin join. Kalau Anda tidak siap, peluang perluasan bisnis ini jadi sia-sia," tutur Evan.

Soal kemampuan berbahasa Inggris itu, lanjut Evan, harus dipelajari dengan serius dengan panduan atau kurikulum yang tepat. Kemampuan berbahasa Inggris disebut Evan tidak bisa dipelajari sembarangan lewat online, misalnya dengan menonton video atau film.

"Kesalahan yang paling umum terjadi di orang kita (Indonesia) adalah berbicara bahasa Inggris, tapi tetap dengan struktur bahasa Indonesia. Kalau untuk sekadar dimengerti maksudnya ya it's oke. Tapi, untuk dunia kerja, kita sudah enggak bisa sembarangan lagi. Secara grammar, pronunciation, dan sebagainya ya harus betul. Ini yang masih kurang disadari di masyarakat kita," tegas Evan.

Baca Juga: Tim Prabowo-Sandi: Dua Calon Kami Jago Bahasa Inggris, Sindir Jokowi-Ma'ruf?

Baca Juga

Tag: English First, Bahasa Inggris

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/Nik

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,776.29 3,738.51
British Pound GBP 1.00 18,344.76 18,160.82
China Yuan CNY 1.00 2,015.87 1,995.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,161.46 14,020.55
Dolar Australia AUD 1.00 9,621.30 9,522.76
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.68 1,790.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.25 10,300.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,680.98 15,519.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.20 3,367.09
Yen Jepang JPY 100.00 13,034.02 12,903.14

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6122.625 -5.720 662
2 Agriculture 1388.559 2.970 20
3 Mining 1501.047 22.496 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.421 -0.201 76
5 Miscellanous Industry 1177.316 -0.936 50
6 Consumer Goods 2060.657 -6.314 54
7 Cons., Property & Real Estate 507.973 -0.049 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1128.813 -12.467 76
9 Finance 1266.233 2.133 90
10 Trade & Service 782.981 -3.567 165
No Code Prev Close Change %
1 TEBE 1,095 1,640 545 49.77
2 ESIP 344 430 86 25.00
3 SINI 595 740 145 24.37
4 ALMI 266 328 62 23.31
5 PORT 414 500 86 20.77
6 BYAN 13,300 15,800 2,500 18.80
7 PALM 208 242 34 16.35
8 ALKA 450 510 60 13.33
9 IMJS 280 316 36 12.86
10 VINS 119 134 15 12.61
No Code Prev Close Change %
1 FITT 84 55 -29 -34.52
2 RODA 175 115 -60 -34.29
3 ICON 99 72 -27 -27.27
4 JTPE 880 660 -220 -25.00
5 MPOW 244 183 -61 -25.00
6 TGRA 280 210 -70 -25.00
7 ENVY 2,070 1,555 -515 -24.88
8 DEAL 865 650 -215 -24.86
9 SQMI 372 280 -92 -24.73
10 HITS 550 414 -136 -24.73
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,410 1,410 0 0.00
2 MAMI 244 248 4 1.64
3 BBRI 4,090 4,120 30 0.73
4 IPTV 494 505 11 2.23
5 TLKM 4,080 4,000 -80 -1.96
6 TCPI 4,780 5,175 395 8.26
7 IRRA 450 498 48 10.67
8 ACES 1,695 1,700 5 0.29
9 BBTN 1,920 1,955 35 1.82
10 BRPT 1,075 1,130 55 5.12