Portal Berita Ekonomi Minggu, 26 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:38 WIB. Mobil listrik - VW bicara intensif dengan Northvolt untuk batrei mobil listrik.
  • 19:47 WIB. ISIS - 3 orang Prancis dihukum mati di Irak karena terlibat ISIS.
  • 18:44 WIB. Monaco GP - Hamilton start di posisi pole.
  • 18:39 WIB. EU - 400 juta orang sedang memilih parlemen di Uni Eropa.
  • 04:38 WIB. Scottish Cup Final: Hearts 1 vs 2 Celtic
  • 04:36 WIB. German DFB Cup: RB Leipzig 0 vs 3 Bayern Munchen

Keren, EF Klaim Tak Takut Terdisrupsi oleh ‘Yang Online-Online' Itu

Keren, EF Klaim Tak Takut Terdisrupsi oleh ‘Yang Online-Online' Itu - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Perkembangan bisnis rintisan (startup) berbasis aplikasi di Indonesia bisa dibilang sedang dalam puncak performanya. Berbagai sektor industri mulai dari layanan jasa keuangan, e-commerce, dunia pendidikan hingga bidang kesehatan tak luput dari sasaran perkembangan bisnis para pelaku startup Tanah Air.

Seperti dengan munculnya berbagai layanan edukasi berbasis aplikasi yang secara kasat mata diprediksi bakal bersaing ketat dengan lembaga belajar konvensional yang selama ini telah lama eksis.

"Ya kami tahu dalam hal english learning juga sudah mulai banyak pilihannya, mulai lewat aplikasi, video, e-book, dan semacamnya. Tapi sejauh ini kami belum merasakan (gangguan) ya. Soal kekhawatiran adanya disrupsi dan lain-lain, kami rasa belum ada," ujar Head of Marketing EF English Centers for Adults, Evan Januli di sela peluncuran produk Career Track di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Career Track sendiri, menurut Evan, merupakan produk edukasi terbaru dari EF English Centers for Adults yang khusus diperuntukkan bagi kalangan profesional yang ingin lebih menguasai kebutuhan bahasa Inggris di dunia kerja.

Baca Juga: Orang Indonesia Paling Jago Cari Duit, Tapi…

Menurut Evan, untuk menguasai serta memahami dengan baik dan benar sebuah ilmu pengetahuan tidak bisa dilakukan secara instan. Keyakinannya itu juga berlaku dalam proses mempelajari dan menguasai bahasa Inggris.

"Yang namanya belajar itu setahu saya harus dan memang perlu adanya peran guru, mentor atau instruktur. Tanpa itu, proses belajar kita akan tidak berjalan semestinya. Mungkin dengan hanya nonton film atau video berbahasa Inggris gitu, kita bisa tahu tentang bahasa Inggris. Tapi sekadar tahu dan benar-benar menguasai dengan baik dan benar itu dua hal yang berbeda," tuturnya.

Evan pun mencontohkan salah satu kesalahan umum yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia saat berbicara dalam bahasa Inggris. Menurut Evan, masih banyak kesalahan elementer, di mana bahasa yang dipakai memang bahasa Inggris, namun masih dengan menggunakan struktur dan logika bahasa Indonesia.

"Contohnya, seperti banyak orang kita menyebut 'I ever been there'. Maksudnya 'saya pernah ke sana'. Bisa dipahami sih artinya, tapi secara bahasa itu salah. Yang benar adalah 'I have been there' karena ever itu hanya bisa dipakai untuk bertanya. Nah, dari contoh ini bisa kita lihat peran guru atau mentor itu sangat penting. Soal infrastruktur misalnya, pertemuan langsung di kelas untuk kita bisa praktik langsung berbincang dengan mentor itu penting. Itu yang tidak dimiliki oleh layanan edukasi berbasis aplikasi tadi. Sehingga ketika orang benar-benar mau belajar, mereka pasti paham bahwa tidak bisa hanya mengandalkan belajar secara online. Inilah yang menurut saya menjadi value bisnis kami sehingga sejauh ini relatif tidak terganggu dengan kemunculan mereka," tegas Evan.

Baca Juga: Waduh, Indonesia Termasuk Negara dengan Penguasaan Bahasa Inggris Rendah

Tag: English First, Bahasa Inggris, Disrupsi

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/Rawpixel

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62