Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:11 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,62% pada level 23.148
  • 15:10 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,30% pada level 2.125
  • 13:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Poundsterling pada level 1,2906 USD/Pound
  • 13:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1073 USD/Euro
  • 13:01 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Yen pada level 108,52 Yen/USD
  • 12:59 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.475 USD/troy ounce
  • 12:59 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 60,70 USD/barel
  • 12:58 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 55,13 USD/barel
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,08% di akhir sesi II.

2018, BNI Syariah Catat Laba Rp416 M

2018, BNI Syariah Catat Laba Rp416 M - Warta Ekonomi
WE Online, Bandung -

Kinerja BNI Syariah tahun 2018 mengalami pertumbuhan yang positif. Per Desember 2018, Laba bersih mencapai Rp416,08 Miliar atau naik 35,67% pada periode yang sama di bulan Desember tahun 2017 sebesar Rp306,69 Miliar. 

Menurut Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, kenaikan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based, dan rasio dana murah yang optimal.

Per Desember 2018, Aset BNI Syariah mencapai Rp41,05 Triliun atau naik sebesar 17,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 12,39%. 

Baca Juga: Ammana Gandeng BNI Syariah Perkuat Ekosistem Fintech Syariah

Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp28,30 Triliun atau naik 19,93% lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 12,95%. Komposisi pembiayaan tahun 2018 disumbang oleh segmen Konsumer sebesar Rp13,92 Triliun (49,17%), diikuti segmen Komersial Rp7,00 Triliun (24,74%), segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp5,97 Triliun (21,09%), segmen Mikro Rp1,08 Triliun (3,82%), dan Hasanah Card Rp332,69 Miliar (1,18%). 

"Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah terus menjaga kualitas pembiayaan, dimana tahun 2018 rasio Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah sebesar 2,93%, dibawah rata-rata industri yang mencapai 3,35% menurut Laporan Publikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) November 2018 (BUS Only),"kata Abdullah dalam keterangan resminya, Jumat (29/3/2019).

Selain pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp35,50 Triliun atau naik 20,82%, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 9,82% dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3 juta. 

Komposisi Dana Pihak Ketiga tersebut didominasi oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 55,82%.

Kepercayaan stakeholders atas kinerja BNI Syariah dibuktikan melalui 57 penghargaan yang diperoleh BNI Syariah sepanjang tahun 2018 diantaranya 3 penghargaan internasional, yaitu Alpha Southeast Asia Award 2018 untuk Best Commercial Bank in Indonesia kategori Islamic Bank, Islamic Business & Finance Award 2018 untuk Best Commercial Bank kategori Bank Syariah Buku 2, dan The Best Sharia Bank in Asia & Turkey 2018 and The Best Global Leader in Asia & Turkey 2018 dari Majalah Economic Review; selain penghargaan terkait kinerja dari Infobank Award 2018 sebagai Bank Syariah Terbaik dengan Kinerja Terbaik tahun 2013-2017 Bank Syariah kategori aset >Rp 25 Triliun, Sharia Investor Award 2018 sebagai Bank Syariah Terbaik kategori aset >Rp 10 Triliun, Indonesia Banking Award 2018 sebagai The Most Efficient Bank & The Most Reliable Bank kategori asset >Rp 10 Triliun, dan penghargaan lainnya.

Baca Juga: BNI dan PNM Salurkan KUR Melalui Program Mekaar

Pencapaian tersebut merupakan wujud nyata kepercayaan masyarakat terhadap BNI Syariah juga hasil kinerja dan doa seluruh insan hasanah yang terus berkarya untuk BNI Syariah. Hal ini ditunjang oleh komitmen BNI Syariah untuk memberikan kontribusi maksimal dalam pertumbuhan ekonomi syariah, salah satunya dengan berperan aktif dalam pengembangan halal ecosystem. 

Adapun Coorporate Secretary & Communivations Division, Rima Dwi Permatasari mengatakan di tahun 2018, BNI Syariah telah menyelenggarakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan halal ecosystem, seperti Deureuham (Derap Ekrafpreneur Hasanah Mulia), Pelatihan Manajemen Masjid, Benteng Hasanah di Batas Negeri, serta Pembentukan Jurnalis Ekonomi Syariah di Balikpapan, Medan, Bandung, Kendari. 

"Kegiatan ini merupakan program unggulan BNI Syariah diantara program rutin lainnya," ujarnya.

Tahun 2019 BNI Syariah mencanangkan sebagai tahun Quality Growth dimana BNI Syariah diharapkan dapat tumbuh secara berkualitas, baik dari sisi kapabilitas organisasi maupun secara bisnis termasuk untuk Pembiayaan. Pilihan ini dinilai relevan untuk menghadapi sejumlah tren yang berkembang pada tahun ini, baik level global di antaranya Perang Dagang dan Mata Uang antara Amerika Serikat dan China, kecenderungan naiknya reference rate juga adanya Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif.

Secara umum, pada 2019 BNI Syariah akan meningkatkan ekspansi pembiayaan kepada sektor komersial secara selektif kepada nasabah yang memiliki tingkat risiko rendah seperti BUMN. Namun, secara bankwide akan meningkatkan porsi pembiayaan pada segmen ritel (small and medium) dan sedikit menurunkan porsi segmen komersial.

"Pada 2019, kami menargetkan segmen komersial tumbuh di kisaran 20%. Dengan penyaluran yg dilakukan secara prudent, kami meyakini bahwa NPF segmen ini bisa terjaga di bawah 2%," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: PT Bank BNI Syariah, Perbankan, Abdullah Firman Wibowo

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.90 3,740.11
British Pound GBP 1.00 18,287.40 18,104.03
China Yuan CNY 1.00 2,015.06 1,994.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,167.49 14,026.52
Dolar Australia AUD 1.00 9,665.06 9,566.09
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,809.87 1,791.68
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.85 10,298.47
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,689.08 15,530.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.83 3,368.52
Yen Jepang JPY 100.00 13,056.39 12,922.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6152.090 29.465 662
2 Agriculture 1379.447 -9.112 20
3 Mining 1485.572 -15.475 49
4 Basic Industry and Chemicals 966.315 11.894 76
5 Miscellanous Industry 1179.958 2.642 50
6 Consumer Goods 2068.235 7.578 54
7 Cons., Property & Real Estate 504.784 -3.189 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1133.400 4.587 76
9 Finance 1279.031 12.798 90
10 Trade & Service 782.237 -0.744 165
No Code Prev Close Change %
1 SINI 740 925 185 25.00
2 JTPE 660 825 165 25.00
3 ESIP 430 535 105 24.42
4 TBMS 800 995 195 24.38
5 OCAP 210 258 48 22.86
6 PCAR 1,410 1,700 290 20.57
7 ABBA 104 124 20 19.23
8 MREI 4,000 4,700 700 17.50
9 TIRA 224 250 26 11.61
10 BRPT 1,130 1,245 115 10.18
No Code Prev Close Change %
1 COWL 180 117 -63 -35.00
2 MPOW 183 129 -54 -29.51
3 PURE 640 480 -160 -25.00
4 CITY 220 165 -55 -25.00
5 DEAL 650 488 -162 -24.92
6 ENVY 1,555 1,170 -385 -24.76
7 JSKY 414 312 -102 -24.64
8 FORZ 268 202 -66 -24.63
9 PBSA 402 310 -92 -22.89
10 OMRE 990 770 -220 -22.22
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,410 1,420 10 0.71
2 MAMI 248 250 2 0.81
3 IPTV 505 510 5 0.99
4 KPIG 125 124 -1 -0.80
5 BBRI 4,120 4,190 70 1.70
6 SQMI 280 230 -50 -17.86
7 MSIN 450 456 6 1.33
8 BBTN 1,955 2,070 115 5.88
9 TCPI 5,175 5,100 -75 -1.45
10 TLKM 4,000 4,020 20 0.50