Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:32 WIB. Rupiah Recap - Rp.14.063/USD (11/11) Rp.14.055/USD (12/11) Rp.14.081/USD (13/11) Rp.14.085/USD (14/11) Rp.14.073/USD (15/11)
  • 08:29 WIB. Yuan Recap - 7,0106 Yuan/USD (11/11) 7,0079 Yuan/USD (12/11) 7,0235 Yuan/USD (13/11) 7,0208 Yuan/USD (14/11) 7,0083 Yuan/USD (15/11)
  • 08:26 WIB. Yen Recap - 109,06 Yen/USD (11/11) 109,02 Yen/USD (12/11) 108,83 Yen/USD (13/11) 108,41 Yen/USD (14/11) 108,75 Yen/USD (15/11)
  • 08:22 WIB. Poundsterling Recap - 1,2854 USD/Pound (11/11) 1,2845 USD/Pound (12/11) 1,2851 USD/Pound (13/11) 1,2881 USD/Pound (14/11) 1,2907 USD/Pound (15/11)
  • 08:18 WIB. Euro Recap - 1,1033 USD/Euro (11/11) 1,1009 USD/Euro (12/11) 1,1007 USD/Euro (13/11) 1,1023 USD/Euro (14/11) 1,1053 USD/Euro (15/11)
  • 08:12 WIB. Indeks Straits Times Recap - 3.240 (11/11) 3.267 (12/11) 3.239 (13/11) 3.231 (14/11) 3.238 (15/11)
  • 08:09 WIB. IHSG Recap - 6.148 (11/11) 6.180 (12/11) 6.142 (13/11) 6.098 (14/11) 6.128 (15/11)
  • 08:06 WIB. Indeks KOSPI Recap - 2.124 (11/11) 2.140 (12/11) 2.122 (13/11) 2.139 (14/11) 2.162 (15/11)
  • 08:04 WIB. Indeks Hang Seng Recap - 26.926 (11/11) 27.065 (12/11) 26.571 (13/11) 26.323 (14/11) 26.326 (15/11)
  • 08:01 WIB. Indeks Shanghai Recap - 2.909 (11/11) 2.914 (12/11) 2.905 (13/11) 2.909 (14/11) 2.891 (15/11)
  • 07:56 WIB. Indeks Nikkei 225 Recap - 23.331 (11/11) 23.520 (12/11) 23.319 (13/11) 23.141 (14/11) 23.303 (15/11)
  • 07:52 WIB. Indeks FTSE 100 Recap - 7.328 (11/11) 7.365 (12/11) 7.351 (13/11) 7.292 (14/11) 7.302 (15/11)
  • 07:48 WIB. Indeks S&P 500 Recap - 3.087 (11/11) 3.091 (12/11) 3.094 (13/11) 3.096 (14/11) 3.120 (15/11)
  • 07:45 WIB. Indeks Dow Jones Recap - 27.691 (11/11) 27.691 (12/11) 27.783 (13/11) 27.781 (14/11) 28.004 (15/11)
  • 07:42 WIB. Indeks Nasdaq Recap - 8.241 (11/11) 8.263 (12/11) 8.259 (13/11) 8.257 (14/11) 8.315 (15/11)

Gandeng LKPP, IArbI Bahas Penyelesaian Sengketa di Indonesia

Gandeng LKPP, IArbI Bahas Penyelesaian Sengketa di Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 terkait dengan penyelesaian sengketa di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah resmi diterbitkan belum lama ini. Kebijakan baru ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah, tidak berbelit-belit, dan sederhana sehingga memberikan nilai dan mudah dikontrol serta diawasi.

Disebutkan pada Perpres tersebut bahwa sengketa pada pengadaan barang dan jasa dapat diselesaikan salah satunya melalui mekanisme arbitrase, maka Institut Arbiter Indonesia (IArbI) bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menyelenggarakan diskusi bertajuk short talk event Penyelesaian Sengketa di Bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

"Kami rutin melakukan diskusi membahas kebijakan baru. Topik yang dibahas kali ini adalah Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dengan fokus pada penyelesaian sengketa. Tujuannya supaya kami, para arbiter bisa mengetahui lebih awal mengenai kebijakan terbaru. Dengan demikian, kami akan paham jika ada klien yang mengalami sengketa pada bidang tersebut," tutur Ketua IArbI, Agus Kartasasmita di sela-sela diskusi yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Baca Juga: Giat Perkenalkan Arbitrase ke Akademisi, BANI Gandeng Unpad

Agus menjelaskan, masih ada prinsip yang perlu dikaji bersama antara pemerintah dan IArbI. "Ada  prinsip LKPP yang masih perlu pengkajian. LKPP adalah lembaga pemerintah yang dibiayai negara, dan LKPP perlu melaporkan segala kegiatannya secara transparan sesuai dengan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Permasalahannya, kasus yang menggunakan klausul arbitrase pasti menggunakan sidang tertutup. Dengan kata lain, sengketa tidak akan terpublikasikan dan rahasia klien tidak akan tersebar ke publik," papar Agus.

Agus menambahkan bahwa asas tertutup (confidentiality) adalah prinsip arbitrase di seluruh dunia.

"Diskusi kali ini bisa menjadi saran kepada pemerintah karena arbitrase di seluruh dunia diselenggarakan secara tertutup (confidential), persidangan hanya dihadiri pihak-pihak yang bersangkutan dan para arbiter yang mereka pilih. Kami siap jika diperlukan dalam diskusi untuk membantu pemerintah mengkaji kebijakan terkait penyelesaian sengketa," ujar Agus.

Diskusi tersebut menunjuk Mudjisantosa selaku Kepala Sub Direktorat Penanganan Permasalahan Kontrak LKPP, sebagai narasumber dan Ahmad Rizal selaku Wakil Ketua IArbI sebagai moderator. Peserta berjumlah 56 orang yang terdiri dari para arbiter, akademisi, alumni pelatihan arbitrase, dan juga publik praktisi serta pemerhati arbitrase.

Sementara itu, Mudjisantosa mengungkapkan, layanan ini berfokus pada sengketa kontrak antara kontrak pemerintah yang dibiayai dari dana APBN dan APBD, dan salah satu cara penyelesaiannya menggunakan arbitrase.

Baca Juga: Peduli pada Dunia Arbitrase, BANI Adakan Sosialisasi di Perhumasri

"Kami dengan lembaga arbitrase yang lain seperti IArbI ini dilatih oleh mereka, bagaimana kegiatan dan fungsi penyelesaian sengketa di BANI dan juga bagaimana penyelesaian sengketa di pengadilan. Saya berharap pada badan arbitrase yang lain, kita bisa saling melengkapi. Selain itu, hasil dan masukan dari diskusi ini akan kami pertimbangkan ke depannya," ujar Mudjisantosa.

Baca Juga

Tag: Institut Arbiter Indonesia (IArbI), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: IArbI

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,770.39 3,732.68
British Pound GBP 1.00 18,217.14 18,034.47
China Yuan CNY 1.00 2,017.72 1,996.78
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,139.35 13,998.66
Dolar Australia AUD 1.00 9,604.86 9,506.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,805.75 1,787.60
Dolar Singapura SGD 1.00 10,391.23 10,282.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,592.88 15,432.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,408.72 3,372.36
Yen Jepang JPY 100.00 13,023.26 12,890.11

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6128.345 29.395 661
2 Agriculture 1385.589 -12.154 20
3 Mining 1478.551 26.308 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.622 15.563 76
5 Miscellanous Industry 1178.252 -5.733 50
6 Consumer Goods 2066.971 -6.238 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.022 -0.825 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1141.280 5.153 75
9 Finance 1264.100 13.290 90
10 Trade & Service 786.548 -7.094 165
No Code Prev Close Change %
1 CITY 180 242 62 34.44
2 MPOW 182 244 62 34.07
3 SINI 476 595 119 25.00
4 BOSS 240 300 60 25.00
5 ESIP 276 344 68 24.64
6 POLA 900 1,100 200 22.22
7 NICK 276 334 58 21.01
8 BRAM 11,725 14,050 2,325 19.83
9 KICI 340 400 60 17.65
10 HRTA 292 340 48 16.44
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 496 372 -124 -25.00
2 DEAL 1,150 865 -285 -24.78
3 PURE 1,130 850 -280 -24.78
4 ENVY 2,750 2,070 -680 -24.73
5 JSKY 730 550 -180 -24.66
6 IRRA 590 450 -140 -23.73
7 ARMY 90 71 -19 -21.11
8 RIMO 67 55 -12 -17.91
9 FORZ 326 268 -58 -17.79
10 POSA 71 60 -11 -15.49
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 242 244 2 0.83
2 BBRI 3,940 4,090 150 3.81
3 MNCN 1,405 1,410 5 0.36
4 TCPI 4,490 4,780 290 6.46
5 PURE 1,130 850 -280 -24.78
6 PSAB 264 262 -2 -0.76
7 RIMO 67 55 -12 -17.91
8 BRPT 1,025 1,075 50 4.88
9 SLIS 5,350 5,100 -250 -4.67
10 SKYB 89 79 -10 -11.24